olahraga

Buruh proyek Piala Dunia 2022 bekerja 148 hari tanpa libur

"Kasus paling ekstrem ditemukan adalah 14 jam kerja sehari...dan 402 jam kerja dalam sebulan."

10 Maret 2018 17:15

Buruh migran bekerja di proyek pembangunan stadion-stadion untuk Piala Dunia 2022 di Qatar bekerja selama 148 hari tanpa libur.

Temuan mengenas kan itu disampaikan oleh Impactt, perusahaan konsultan asal London disewa oleh panitia Piala Dunia 2022, the Supreme Committee for Delivery & Legacy, untuk membuat kajian tahunan mengenai kondisi buruh proyek Piala Dunia 2022.

Impactt menyebutkan jam kerja berlebihan masih merupakan masalah besar dihadapi mayoritas dari 18.500 pekerja asing di proyek Piala Dunia 2022, kebanyakan dari Asia Selatan. Impactt bilang 13 dari 19 kontraktor Piala Dunia 2022 mempekerjakan buruh mereka melebihi jam kerja seharusnya.

"Delapan dari 19 kontraktor mempekerjakan buruh mereka lebih dari 72 jam sepekan dan lembur dua jam saban hari," kata Impactt dalam laporannya. "Kasus paling ekstrem ditemukan adalah 14 jam kerja sehari...dan 402 jam kerja dalam sebulan."

Bahkan, lanjut Impactt, ada satu kontraktor mempekerjakan buruh migran mereka antara 124 hari hingga 148 hari tanpa libur.

Sesuai undang-undang tenaga kerja berlaku Qatar, jumlah jam kerja dalam seminggu adalah 48 jam atau setara delapan jam sehari. Meski begitu, masih dibolehkan lembur dua jam sehari dan pekerja harus mendapat libur satu hari dalam sepekan.

Pemerintah Qatar mengatakan telah memperbaiki kondisi perburuhan di negaranya, termasuk menghapus sistem kafala dan menetapkan gaji minimum.

Untuk mengatasi cuaca kelewat panas, Qatar bakal menggelar Piala Dunia pada 2022 di musim dingin, yakni November hingga Desember bukan Juni-Juli seperti biasanya.

Stadion Al-Wakrah bakal dipakai untuk Piala Dunia 2022. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Buruh Piala Dunia 2022 asal Nepal tewas terjatuh dalam proyek pembangunan stadion

Lelaki 23 tahun itu meninggal pada 14 Agustus dalam proyek pembangunan Stadion Al-Wakrah.

Kalusha Bwalya, Anggota Komite Eksekutif CAF (Konfederasi Sepak Bola Afrika) sekaligus mantan Presiden Asosiasi Sepak Bola Zambia. (Twitter/KalushaPBwalya)

FIFA beri sanksi bagi mantan presiden Asosiasi Sepak Bola Zambia karena terima suap dari Qatar

Kalusha Bwalya telah menerima fulus sebesar US$ 80 ribu dari Muhammad bin Hammam untuk memilih Qatar menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022.

Emir Qatar Syekh Hamad bin Khalifah ats-Tsani bersama istrinya, Syekha Muza, saat merayakan terpilihnya Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 di Kota Zurich, Swiss, pada 2010. (Albalad.co/Screengrab)

Qatar sabotase para pesaingnya agar terpilih jadi tuan rumah Piala Dunia 2022

Qatar diduga membayar sebuah perusahaan komunikasi dan para mantan agen CIA untuk kampanye negatif terhadap Amerika, Australia, dan Inggris, tiga negara pesaing dalam pencalonan sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022.

Stadion Internasional Khalifah untuk Piala Dunia 2022 di Qatar. (qatcom.com)

Piala Dunia berikutnya di Qatar

Selama Piala Dunia 2022, penggemar disediakan tempat khusus untuk mabuk-mabukan, jaraknya sekitar sejam dari stadion.





comments powered by Disqus

Rubrik olahraga Terbaru

Konglomerat Kuwait berencana beli Charlton Athletic

Hasawi membeli Nottingham Forest pada 2012 lalu dijual kepada pengusaha dari Yunani, Evangelos Marinakis, pada 2017.

17 September 2018

TERSOHOR