olahraga

Pemilik Chelsea ingin pindah jadi warga negara Israel

Abramovich kerap berkunjung ke Israel dan dia merupakan filantropis atas isu-isu Yahudi di Israel dan Rusia.

28 Mei 2018 21:11

Setelah Inggris menolak memperpanjang visanya, konglomerat Rusia berdarah Yahudi Rman Abramovich tengah berusaha menjadi warga negara Israel.

Pemilik klub sepak bola Chelsea FC ini mendarat di Ibu Kota Tel Aviv, Israel, Kamis pekan lalu, untuk mengurus perpindahannya menjadi warga negara Zionsi itu.

Berdasarkan Undang-undang Pulang, Israel memberikan kemudahan bagi orang Yahudi dari seluruh dunia untuk menjadi warga negara dan tinggal di Israel.

Izin tinggal Abramovich di Inggris habis bulan lalu, seperti dilansir surat kabar Israel Hayom.

Buat mendapatkan visa baru, Abramovich harus menjelaskan sumber kekayaannya. Tidak ada bukti dia melanggar hukum di Inggris, namun pemerintah negara Tiga Singa itu memperketat pemberian visa bagi pebisnis dan diplomat Rusia setelah mantan agen intelijen Rusia Sergei Skripal dan putrinya Yulia tewas diracun di Salisbury, Maret lalu.

Abramovich tidak menonton pertandingan final Piala FA dimenangkan Chelsea atas Manchester United. Sejak membeli Chelsea pada 2003, dia hampir selalu menyaksikan di stadion laga dimainkan klubnya itu.

Tahun lalu, majalah Forbes menaksir kekayaannya sebesar US$ 9,1 miliar dan menempatkan dia di urutan ke-139 dalam daftar orang terkaya sejagat. Dia juga orang paling tajir nomor 12 di Rusia.

Abramovich kerap berkunjung ke Israel dan dia merupakan filantropis atas isu-isu Yahudi di Israel dan Rusia.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Arab Saudi berencana gelar balapan Formula 1

Arab Saudi sudah menjadi tumah rumah balapan Formula E sejak Desember tahun lalu.

Syekh Khalid bin Zayid, pangeran dari Dubai, Uni Emirat Arab, merupakan pemilik Bin Zayed Group. (Screencapture YouTube)

Pangeran dari Dubai segera miliki Newcastle United

Pangeran Khalid bin Zayid sepakat membeli Newcastle United seharga Rp 6,2 triliun.

Muhammad Salah, bintang sepak bola Liverpool FC asal Mesir. (Twitter/MoSalah)

Salah gagal salat Idul Fitri karena rumah dikepung ribuan penggemar

"Ini tidak ada hubungannya dengan cinta. Ini tidak menghormati privasi dan tidak profesional," tulis Salah dalam bahasa Arab.

Syekh Khalid bin Zayid an-Nahyan, pangeran dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, merupakan pembeli klub Liga Primer Inggris, Newcastle United, seharga Rp 6,4 triliun. (Wikimedia Commons)

Pangeran dari Abu Dhabi beli klub Newcastle United seharga Rp 6,4 triliun

Syekh Khalid tadinya menawarkan harga US$ 2,6 miliar (Rp 37,4 triliun) untuk menguasai Liverpool FC namun ditolak oleh sang pemilik, Fenway Sports Group.





comments powered by Disqus