olahraga

Argentina batalkan laga hadapi Israel di Yerusalem

Faurie mengakui pula para pemain Argentina mendapat ancaman.

06 Juni 2018 09:57

Tim nasional Argentina membatalkan laga persahabatan menghadapi Israel, direncanakan digelar Sabtu pekan ini di Stadion Teddy Kollek, Yerusalem.

"Mereka akhirnya melakoni hal benar," kata penyerang Argentina Gonzalo Higuain kepada ESPN kemarin, membenarkan soal pembatalan pertandingan itu.

Ketegangan antara Palestina dan Israel meningkat setelah Amerika Serikat bulan lalu memindahkan kedutaan besarnya dari Ibu Kota Tel Aviv, Israel, ke Yerusalem. Situasi ini kian memburuk setelah di hari sama, pasukan Israel membunuh 63 demonstran Palestina di Jalur Gaza dan melukai lebih dari 2.400 lainnya.

Laga melawan Israel mestinya menjadi pertandingan terakhir akan dilakoni Argentina sebelum melakukan laga perdana dalam putaran final Piala Dunia 2018 di Rusia, menghadapi Islandia pada 16 Juni.

Kedua tim nasional memang belum mengumumkan secara resmi pembatalan itu, namun Minuto Uno melaporkan AFA (Asosiasi Sepak Bola Argentina) bakal membuat pengumuman resmi hari ini.

Menurut seorang juruĀ  bicara PLO (Organisasi Pembebasan Palestina) kepada Middle East Eye, Presiden PFA (Asosiasi Sepak Bola Palestina) Jibril Rajub juga akan mengumumkan secara resmi pembatalan laga Argentina versus Israel dalam sebuah acara di Stadion Al-Birah.

Rajub juga telah mengirim surat kepada pemerintah Palestina, meminta pertandingan persahabatan itu dibatalkan. "Laga ini menjadi sebuah alat politik. Israel ingin menekankan pentingnya secara politik supaya pertandingan itu digelar di Yerusalem," katanya.

Menteri Luar Negeri Argentina Jorge Faurie membenarkan memang ada tekanan luas dari publik agar tim nasionalnya membatalkan rencana bertanding melawan Israel. Dia mengakui pula para pemain Argentina mendapat ancaman.

Faurie mencontohkan pengunjuk rasa membentangkan kostum tim Argentina dengan bercak cat merah sebagai darah di depan lokasi latihan klub FC Barcelona, di mana Lionel Messi bermain.

Ketua QOC (Komite Olimpiade Qatar) Syekh Juaan bin Hamad ats-Tsani. (Flickr)

Adik emir Qatar akan hadiri pembukaan Asian Games di Jakarta

Qatar mengirim 222 atlet akan bertanding di 30 cabang olahraga.

Kalusha Bwalya, Anggota Komite Eksekutif CAF (Konfederasi Sepak Bola Afrika) sekaligus mantan Presiden Asosiasi Sepak Bola Zambia. (Twitter/KalushaPBwalya)

FIFA beri sanksi bagi mantan presiden Asosiasi Sepak Bola Zambia karena terima suap dari Qatar

Kalusha Bwalya telah menerima fulus sebesar US$ 80 ribu dari Muhammad bin Hammam untuk memilih Qatar menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022.

Liel Levithan, pecatur asal Haifa, Israel. (Hadashot TV)

Tunisia dipaksa izinkan pecatur Israel ikut turnamen

Liel adalah juara catur kelompok usia U7 di the European School Individual Chess Championship, digelar Juli lalu.

Emir Qatar Syekh Hamad bin Khalifah ats-Tsani bersama istrinya, Syekha Muza, saat merayakan terpilihnya Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 di Kota Zurich, Swiss, pada 2010. (Albalad.co/Screengrab)

Qatar sabotase para pesaingnya agar terpilih jadi tuan rumah Piala Dunia 2022

Qatar diduga membayar sebuah perusahaan komunikasi dan para mantan agen CIA untuk kampanye negatif terhadap Amerika, Australia, dan Inggris, tiga negara pesaing dalam pencalonan sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022.





comments powered by Disqus