olahraga

Dokter Yahudi penyelamat karier Messi

"Messi perlu satu suntikan saban hari," ujar Dr. Schwartzstein.

07 Juni 2018 11:42

Bintang sepak bola Argentina Lionel Messi menjadi sorotan saat rencana laga persahabatan antara tim Tango menghadapi Israel, digelar di Yerusalem Sabtu pekan ini.

Para pendukung perjuangan Palestina mendesak agar pertandingan itu dibatalkan lantaran sangat kental bernuansa politis. Sampai-sampai Otoritas Palestina menyerukan para penggemar membakar kostum Messi bernomor punggung 10 kalau laga itu jadi dilaksanakan.

Beruntunglah Argentina membatalkan rencana uji coba terakhir sebelum mereka berlaga di putaran final Piala Dunia 2018, dilangsungkan di Rusia selama 14 Juni-15 Juli. Lagi-lagi Messi kebanjiran ucapan terima kasih dan pujian.

Sejak kecil Messi memang telah bersentuhan dengan yang namanya Yahudi dan Israel. Pemain kelahiran 24 Juni 1987 ini tinggal bersama orang tuanya di Jalan Estado de Israel (Negara Israel) 525, selatan Kota Rosario, Argentina.

Adalah Dr. Diego Schwarzstein, dokter berdarah Yahudi tinggal dan bekerja di Rosario, merupakan penyelamat karier Messi. Lelaki kini berusia setengah abad ini megaku tidak mengejutkan menyaksikan permainan apik Messi sejak menjadi pesepakbola profesional. "Saya sudah melihat dia tampil menawan seperti itu, di Rosario, sejak dia berumur sepuluh tahun," katanya.

Messi mulai mengenal bola sejak berusia tiga tahun, lewat bola putih bertotol merah hadiah ulang tahunnya. Adalah neneknya, Celia merupakan penggemar berat Diego Armando Maradona, benar-benar memperhatikan bakat cucunya itu.

Rosario, dibangun pada 1793, merupakan kota terbesar ketiga di Argentina. Sebelum dunia menemukan Messi, Rosario dikenal sebagai tempat kelahiran pejuang revolusioner Che Guevara.

Tidak jauh dari rumah Messi, terdapat lapangan sepak bola tempat klub Grandoli bernaung. Suatu hari, Celia menggandeng cucunya itu menuju ke lapangan becek tersebut, tempat berlatih anak-anak tim Grandoli.

Celia kemudian mendekati pelatih Salvador Ricardo Aparicio. "Biarkan dia bermain demi saya. Kalau dia menangis atau Anda melihat dia ketakutan, keluarkan dia dari lapangan," kata Celia.

Bertahun-tahun setelah kejadian ini, Aparicio selalu terkenang peristiwa Messi pertama kali bermain di lapangan sepak bola. "Benar-benar mengagumkan, bola seolah menempel di kakinya," ujarnya. Dia berhasil melewati lawan-lawannya. Dia tidak bisa dihentikan."

Hingga akhirnya dia diajak bergabung dengan klub Newell's Old Boys - merujuk pada nama Isaac Newell, pendidik asal Inggris pindah ke Argentina pada paruh kedua abad ke-19 sekaligus salah satu orang pertama kali mengenal sepak bola di Rosario. Penampilan Messi maakin moncer. Di tahun pertamanya, dia mencetak seratus gol.

Seiring berjalannya waktu , kekhawatiran muncul. Messi tetap berubuh mungil ketimbang rekan-rekan seumurnya. Ketika itu Mesir telah berusia sembilan tahun.

Lalu pemilik klub merekomendasikan Messi mengunjungi klinik Dr. Schwarzstein. Menurut sang dokter, Messi datang bersama ibunya. Dia baru mau banyak omong ketika diajak bicara soal sepak bola.

"Saya segera mengetahui Messi kekurangan hormon pertumbuhan," kata Dr. Schwwarzstein. Dia menjelaskan penyakit langka ini diderita satu dari tiap 20 juta anak.

Namun, lanjut dia, dirinya tidak bisa langsung memutuskan tindakan harus dilakukan buat mendorong pertumbuhan Messi. Diagnosa dan tes berlangsung sekitar delapan bulan. Sampai akhirnya Dr. Schwarzstein memutuskan untuk menyuntik hormon pertumbuhan ke tubuh Messi. "Messi perlu satu suntikan saban hari," ujarnya.

Hasilnya menggembirakan. Di usia sebelas tahun, Messi memiliki tinggi 132 sentimeter dan berat 30 kilogram. Dia pun makin percaya diri.

Biaya suntik itu menghabiskan fulus US$ 1 ribu saban bulan. Beruntung ayah Messi. Jorge Messi merupakan pengawas di pabrik baja di Rsario memiliki asuransi kesehatan.

Persoalan datang di awal 2000. Argentina dilanda krisis keuangan dan sang ayah tidak lagi mempunya asuransi untuk melanjutkan rawat jalan Messi. "Karena kebutuhan biaya untuk perawtan itu, dimulailah perjalanan akhirnhya membawa Messi ke Barcelona," tutur Dr. Schwarzstein.

Para pencari bakat Argentina lalu mengirim nama Messi ke staf teknik Barcelona dan calon bintang itu mendapat undangan untuk menjalani latihan percobaan. Lalu di awal 2001, Messi meneken kontrak pertamanya dengan klub legendaris asal Katalunya, Spanyol, itu. Syaratnya, FC Barcelona mengongkosi perawtan suntik hormon mesti dijalani Messi.  

Di laga pertamanya bersama tim yunior Barcelona, Messi mencetak delapan gol.  

Messi terus tumbuh tinggi sejalan dengan penampilan gemilangnya di lapangan hijau. "Saya tahu, dia sekarang tingginya 1,69 meter.

Setelah Messi bermain untuk Barcelona, Dr. Scwarzstein pun ikut menjadi penggemar Barcelona selain klub Newell's Old Boys. Dokter berdarah Yahudi - leluhurnya asal Ukraina - ini senang sekali bisa menyelamatkan karier sang bintang.

Para penggemar tim nasional Arab Saudi membersihkan sampah dari tribun stadion usai laga antara Arab Saudi dan Uruguay dalam Piala Dunia 2018 di Rusia, 20 Juni 2018. (Twitter)

Fans Arab Saudi bersihkan tribun stadion

Arab Saudi sudah dipastikan tersingkir setelah dua kali kalah.

Penyerang Liverpool asal Mesir Muhammad Salah keluar lapangan setelah mengalami cedera akibat dilanggar kapten Real Madrid Sergio Ramos dalam laga final Liga Champions di Ibu Kota Kiev, Ukraina, 26 Mei 2018. (Twitter/@MoSalah)

Tiga negara Arab tersingkir dari Piala Dunia 2018

"Tidak seorang pun meragukan pentingnya Salah bagi tim dan kami sudah kuatir sejak dia mendapat cedera," kata Cuper.

Penyerang Liverpool asal Mesir Muhammad Salah keluar lapangan setelah mengalami cedera akibat dilanggar kapten Real Madrid Sergio Ramos dalam laga final Liga Champions di Ibu Kota Kiev, Ukraina, 26 Mei 2018. (Twitter/@MoSalah)

Salah akan dimainkan dalam laga hadapi Rusia

Laga kontra Rusia sangat penting dimenangkan oleh Mesir buat membuka jalan ke babak berikutnya.

Dua perempuan Iran berkerudung di jalan umum. (Wiki Commons)

Di Rusia, perempuan Iran protes larangan tonton di stadion

Ini kali pertama kaum hawa Iran berdemonstrasi dalam stadion





comments powered by Disqus