olahraga

Diperlakukan rasis karena berpose dengan Erdogan, Ozil mundur dari tim nasional Jerman

Ozil telah bermain untuk tim senior Jerman sejak 2009. Dia tampil 90 kali dan mencetak 23 gol.

24 Juli 2018 13:38

Mesut Ozil kemarin memutuskan mundur dari tim nasional Jerman karena tidak tahan diperlakukan rasis dan tak dihormati oleh DFB (Asosiasi Sepak Bola Jerman). Dia bilang dirinya dianggap sebagai penyebab kegagalan tim Panser dalam Piala Dunia 2018 di Rusia.

Jerman tidak berhasil lolos dari fase grup setelah takluk 0-2 dari Korea Selatan dalam laga penentuan.

Pemain sayap berumur 30 tahun ini dikritik dan dikecam lantaran berpose bareng Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Mei lalu.

Melalui akun Twitternya, Ozil bercerita segera setelah fotonya beredar, pelatih tim nasional Jerman Joachim Loew meminta saya mempersingkat liburan dan kembali ke Berlin.

Manajer tim nasional Jerman Oliver Bierhoof bahkan sampai mengatakan sebaiknya tidak menyertakan Ozil ke Piala Dunia 2018 lalu. "Kita tidak berhasil dengan Mesut dan mungkin kita harus mempertimbangkan untuk tidak lagi menyertakan dia dalam tim di Piala Dunia," tutur Bierhoff dalam wawancara khusus dengan surat kabar Die Welt.

Ayah dari Ozil murka. Dia Ahad lalu menyuruh putranya itu berhenti dari tim nasional Jerman.    

Pemain klub Arsenal itu mengaku sudah mempertimbangkan baik-baik keputusannya untuk pensiun dari tim nasional Jerman. Dia bilang sangat berat untuk membuat keputusan tersebut.

"Saya merasa diperlakukan rasis dan tidak dihormati," kata Ozil, lima kali terpilih sebagai pemain terbaik Jerman. "Saya orang Jerman ketika kami menang, tapi saya seorang imigran saat kami kalah."

Ozil menekankan dirinya setia kepada negara leluhurnya, Turki, dan Jerman. "Saya memiliki dua hati, satu untuk Jerman, satu lagi buat Turki," ujar pemain mengantarkan Jerman menjuarai Piala Dunia 2014 di Brasil ini.  

Ozil telah bermain untuk tim senior Jerman sejak 2009. Dia tampil 90 kali dan mencetak 23 gol.

Syekh Khalid bin Zayid, pangeran dari Dubai, Uni Emirat Arab, merupakan pemilik Bin Zayed Group. (Screencapture YouTube)

Pangeran dari Dubai segera miliki Newcastle United

Pangeran Khalid bin Zayid sepakat membeli Newcastle United seharga Rp 6,2 triliun.

Muhammad Salah, bintang sepak bola Liverpool FC asal Mesir. (Twitter/MoSalah)

Salah gagal salat Idul Fitri karena rumah dikepung ribuan penggemar

"Ini tidak ada hubungannya dengan cinta. Ini tidak menghormati privasi dan tidak profesional," tulis Salah dalam bahasa Arab.

Syekh Khalid bin Zayid an-Nahyan, pangeran dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, merupakan pembeli klub Liga Primer Inggris, Newcastle United, seharga Rp 6,4 triliun. (Wikimedia Commons)

Pangeran dari Abu Dhabi beli klub Newcastle United seharga Rp 6,4 triliun

Syekh Khalid tadinya menawarkan harga US$ 2,6 miliar (Rp 37,4 triliun) untuk menguasai Liverpool FC namun ditolak oleh sang pemilik, Fenway Sports Group.

Ibu Kota Kairo, Mesir. (afrika.com)

Perempuan Mesir belajar silat buat hadapi pelaku pelecehan seksual

Silat mulai digemari di Mesir pada 2003. Popularitasnya kian menanjak sejak 2011.





comments powered by Disqus