olahraga

Konglomerat Dubai dalam proses membeli klub sepak bola Malta

Sulaiman pernah membeli klub Liga Primer Inggris, Porsmouth, pada 2009 namun dia jual lagi 42 hari kemudian.

05 September 2018 13:04

Sulaiman al-Fahim, konglomerat asal Dubai, Uni Emirat Arab, sedang dalam proses pengambilalihan Valletta Football Club, klub Liga Primer Malta. 

"Proses pembelian hampir rampung," kata Sulaiman kepada Albalad.co melalui WhatsApp hari ini. "Cesar nanti akan menjadi penasihat saya dalam mengelola klub itu. Dia pernah di Indonesia."

Cesar dimaksud adalah Cesar Payovic Perez, pelatih asal Uruguay pernah menangani tim nasional Indonesia U-23, U-20, dan U-17.

Sulaiman pernah membeli klub Liga Primer Inggris, Porsmouth, pada 2009 namun Chairman Al-Fahim Group ini menjual lagi 42 hari kemudian. 

Sulaiman menjadi broker dalam pembelian klub Liga Primer Inggris, Manchester City, pada 2008 oleh Syekh Mansur bin Zayid an-Nahyan. 

 

 

Syekh Khalid bin Zayid, pangeran dari Dubai, Uni Emirat Arab, merupakan pemilik Bin Zayed Group. (Screencapture YouTube)

Pangeran dari Dubai segera miliki Newcastle United

Pangeran Khalid bin Zayid sepakat membeli Newcastle United seharga Rp 6,2 triliun.

Sulaiman al-Fahim, the Chairman of Al Fahim Group. (Twitter)

FICE is precisely compliance with the principles of Islamic finance

ADAB Solutions has launched the first islamic crypto currency in the world.

Muhammad Salah, bintang sepak bola Liverpool FC asal Mesir. (Twitter/MoSalah)

Salah gagal salat Idul Fitri karena rumah dikepung ribuan penggemar

"Ini tidak ada hubungannya dengan cinta. Ini tidak menghormati privasi dan tidak profesional," tulis Salah dalam bahasa Arab.

Syekh Khalid bin Zayid an-Nahyan, pangeran dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, merupakan pembeli klub Liga Primer Inggris, Newcastle United, seharga Rp 6,4 triliun. (Wikimedia Commons)

Pangeran dari Abu Dhabi beli klub Newcastle United seharga Rp 6,4 triliun

Syekh Khalid tadinya menawarkan harga US$ 2,6 miliar (Rp 37,4 triliun) untuk menguasai Liverpool FC namun ditolak oleh sang pemilik, Fenway Sports Group.





comments powered by Disqus