olahraga

Suku Al-Ghufran klaim Qatar rebut tanah mereka buat bangun infrastruktur Piala Dunia 2022

Piala Dunia 2022 bakal digelar di Qatar selama November-Desember.

27 September 2018 18:31

Sebuah delegasi dari Suku Al-Ghufran Senin lalu menyampaikan aduan kepada Presiden FIFA (Federasi Asosiasi Sepak Bola Internasional) Gianni Infantino di Kota Zurih, Swiss, soal kejahatan dilakukan pemerintah Qatar terhadap mereka.

Delegasi Al-Ghufran mengklaim rezim Bani Tsani berkuasa di Qatar telah kejahatan hak asasi manusia serius terhadap mereka serta sudah merampas tanah-tanah mereka untuk dibangun beragam fasilitas buat Piala Dunia 2022.

Dalam surat aduannya, delegasi Al-Ghufran mengungkan pemerintah Qatar juga telah mencabut status kewarganegaraan atas enam ribu orang dari Suku Al-Ghufran. Karena itu, Suku Al-Ghufran menuntut FIFA membatalkan penunjukan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022.

"Sistem berlaku di FIFA menyatakan negara penyelenggara Piala Dunia harus menghormati dan melindungi hak asasi manusia sesuai prinsip Dewan HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa," kata Suku Al-Ghufran.

Suku Al-Ghufran mengungkapkan tanah-tanah mereka dirampas kini sudah dibangun berbagai fasilitas, termasuk stadion, hotel, pusat kesehatan, rumah sakit, transportasi publik.

Mereka meminta FIFA memaksa Qatar untuk mempekerjakan orang-orang dari Suku Al-Ghufran dalam proyek-proyek Piala Dunia dibangun di atas tanah mereka. Juga berbagi keuntungan dengan Suku Al-Ghufran.

Piala Dunia 2022 bakal digelar di Qatar selama November-Desember.

Stadion Lusail di Kota Ad-Daayin, Qatar, bakal dipakai untuk menggelar laga Piala Dunia 2022. (www.qatar.to)

Gaji 78 buruh proyek Piala Dunia 2022 belum dibayar

Seorang juru bicara FIFA membantah pelanggaran atas hak-hak buruh proyek Piala Dunia 2022 terkait dengan FIFA dan Piala Dunia 2022.

Stadion Al-Wakrah bakal dipakai untuk Piala Dunia 2022. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Buruh Piala Dunia 2022 asal Nepal tewas terjatuh dalam proyek pembangunan stadion

Lelaki 23 tahun itu meninggal pada 14 Agustus dalam proyek pembangunan Stadion Al-Wakrah.

Kalusha Bwalya, Anggota Komite Eksekutif CAF (Konfederasi Sepak Bola Afrika) sekaligus mantan Presiden Asosiasi Sepak Bola Zambia. (Twitter/KalushaPBwalya)

FIFA beri sanksi bagi mantan presiden Asosiasi Sepak Bola Zambia karena terima suap dari Qatar

Kalusha Bwalya telah menerima fulus sebesar US$ 80 ribu dari Muhammad bin Hammam untuk memilih Qatar menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022.

Emir Qatar Syekh Hamad bin Khalifah ats-Tsani bersama istrinya, Syekha Muza, saat merayakan terpilihnya Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 di Kota Zurich, Swiss, pada 2010. (Albalad.co/Screengrab)

Qatar sabotase para pesaingnya agar terpilih jadi tuan rumah Piala Dunia 2022

Qatar diduga membayar sebuah perusahaan komunikasi dan para mantan agen CIA untuk kampanye negatif terhadap Amerika, Australia, dan Inggris, tiga negara pesaing dalam pencalonan sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022.





comments powered by Disqus