olahraga

Penggemar sepak bola Belgia nyanyikan slogan bakar Yahudi

Slogan rasis ini - pertama kali dilaporkan oleh media muncul pada 2015 - menyebar ke seantero Belanda dan Belgia dalam beberapa tahun belakangan.

22 Desember 2018 07:47

Para penggemar sepak bola di Belgia melakukan tindakan rasis. Mereka menyanyikan slogan bakar Yahudi.

Kejadian itu berlangsung pada 26 Agustus saat tuan rumah Brugge FC merayakan kemenangan atas Anderlecht dalam laga liga domestik. Lusinan penonton menyanyikan slogan kontroversial itu, seperti dilansir La Derniere Heure.

"Ayah saya dulunya anggota pasukan komando, ibu saya personel SS, keduanya sama-sama membakar orang Yahudi karena mereka membakar yang terbaik."

Slogan rasis ini - pertama kali dilaporkan oleh media muncul pada 2015 - menyebar ke seantero Belanda dan Belgia dalam beberapa tahun belakangan. Dalam sejumlah kasus, penonton menyanyikan slogan itu untuk mengejek tim lawan dianggap secara historis memiliki kaitan dengan Yahudi.

Sebagian penggemar menilai Anderlecht mempunhyai ikatan dengan Yahudi. Tapi kadang slogan itu muncul dalam acara tidak ada hubungannya dengan sepak bola atau Yahudi, seperti dalam pesta kelulusan di sebuah seklah menengah atas di Amsterdam pada 2016.

Klub Brugge FC mengecam slogan anti-Yahudi itu. "Kami mengecam tindakan ini," kata pihak klub dalam keterangan tertulis, seperti dilaporkan situs berita HLN. Mereka bilang sejumlah penggemar ketahuan menyanyikan slogan ini telah dilarang memasui Stadion Jan Breydel, markas klub.

EJC (Kongres Yahudi Eropa) telah meminta kepada badan sepak bola lokal dan internasional untuk menerapkan hukuman berat bagi penonton bertindak anti-Yahudi.

Muhammad Salah, bintang sepak bola Liverpool FC asal Mesir. (Twitter/MoSalah)

Salah gagal salat Idul Fitri karena rumah dikepung ribuan penggemar

"Ini tidak ada hubungannya dengan cinta. Ini tidak menghormati privasi dan tidak profesional," tulis Salah dalam bahasa Arab.

Syekh Khalid bin Zayid an-Nahyan, pangeran dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, merupakan pembeli klub Liga Primer Inggris, Newcastle United, seharga Rp 6,4 triliun. (Wikimedia Commons)

Pangeran dari Abu Dhabi beli klub Newcastle United seharga Rp 6,4 triliun

Syekh Khalid tadinya menawarkan harga US$ 2,6 miliar (Rp 37,4 triliun) untuk menguasai Liverpool FC namun ditolak oleh sang pemilik, Fenway Sports Group.

Ibu Kota Kairo, Mesir. (afrika.com)

Perempuan Mesir belajar silat buat hadapi pelaku pelecehan seksual

Silat mulai digemari di Mesir pada 2003. Popularitasnya kian menanjak sejak 2011.

Kostum Neymar setelah bergabung dengan klub milik Qatar, Paris Saint-Germain. (Twitter/@PSG_inside)

Diundang Netanyahu, Neymar berjanji datang ke Yerusalem

Sikap Neymar ini berbeda dengan bintang sepak bola Portugal, Ronaldo. Pemain Juventus itu sangat menyokong perjuangan bangsa Palestina untuk merdeka.





comments powered by Disqus