olahraga

Qatar akan gelar MotoGP hingga 2031

"Qatar telah menjadi bagian penting dari MotoGP," ujar Ezpeleta.

10 Maret 2019 11:29

Qatar akan menggelar balapan MotoGP hingga 2031 setelah promotor Dorna Sports dan Lusail Circuit Sports Club (LCSC) menandatangani perpanjangan kontrak lima tahun lagi. Kesepakatan sebelumnya akan habis pada 2026.

Sirkuit Lusail, berlokasi di pinggiran Ibu Kota Doha sudah menjadi tuan rumah balapan MotoGP sejak 2004 dan sedari 2007 menjadi seri pembuka kejuaraan MotoGP, menggantikan sirkuit Jerez di Spanyol. Mulai 2008 Lusail menjadi balapan MotoGP satu-satunya berlangsung malam.

Penandatanganan kesepakatan baru ini dilakukan oleh Wakil Presiden LCSC Khalid ar-Rimaihi dan CEO Dorna Sports Carmelo Ezpeleta. Acara ini juga dihadiri oleh Menteri Kebudayaan dan Olahraga Qatar Salah bin Ghanim al-Ali dan Presiden Qatar Motor and Motorcycling Federation (QMMF) Abdurrahman al-Mannai.

Khalid menjelaskan akan ada proyek untuk mempercantik sirkuit Lusail dan menambah fasilitas-fasilitas baru. "Kami memiliki hak eksklusif untuk menggelar MotoGP di Timur Tengah dan kami ingin mempertahankan itu," katanya. "Perpanjangan sampai 2031 adalah kesempatan untuk melaksanakan MotoGp lebih lama lagi (di Qatar)."

Ezpeleta mengakui sangat senang dengan perpanjangan kontrak itu. Dia mengatakan ini merupakan kontrak terpanjang dalam sejarah olahraga. "Qatar telah menjadi bagian penting dari MotoGP," ujarnya. "Lusail adalah salah satu trek teraman di dunia."

Tim reli asal Israel mengikuti Reli Dakar berlangsung di Ara  Saudi selama 3-15 Januari 2021. (Twitter)

Dua pereli Israel ikut balapan mobil di Arab Saudi

Danny Pearl dan Charly Gotlib datang ke Saudi menggunakan paspor Israel buat mengikuti Reli Dakar.

Dua pemilik Beitar Jerusalem saat ini: Moshe Hogeg (tengah) dan Syekh Hamad bin Khalifah an-Nahyan dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (kanan). Beitar Jerusalem adalah satu-satunya klub sepak bola Israel tidak pernah memiliki pemain Arab muslim. (Beitar Jerusalem)

Setelah dibeli pangeran Abu Dhabi, klub bola Israel buka peluang bagi pemain Arab dan muslim bergabung

Beitar Jerusalem adalah satu-satunya klub sepak bola di negara Zionis itu tidak pernah memiliki pemain Arab dan muslim.

Dua pemilik Beitar Jerusalem saat ini: Moshe Hogeg (tengah) dan Syekh Hamad bin Khalifah an-Nahyan dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (kanan). Beitar Jerusalem adalah satu-satunya klub sepak bola Israel tidak pernah memiliki pemain Arab muslim. (Beitar Jerusalem)

Pangeran Abu Dhabi beli 50 persen saham klub bola Israel

Syekh Hamad bin Khalifah menjadi investor Arab pertama membeli saham klub sepak bola Israel. 

Moshe Hogeg (kiri), pemilik klub sepak bola Beitar Jerusalem. (Moshe Hogeg via JTA)

Pangeran Abu Dhabi berminat beli klub bola Israel

Sejak membeli Beitar senilai dua tahun lalu, Hogeg mengubah citra klub terkenal anti-Arab dan Islam ini.





comments powered by Disqus