olahraga

Pangeran dari Dubai segera miliki Newcastle United

Pangeran Khalid bin Zayid sepakat membeli Newcastle United seharga Rp 6,2 triliun.

11 Juli 2019 13:43

Pangeran dari Dubai, Uni Emirat Arab, Syekh Khalid bin Zayid an-Nahyan melalui perusahaannya, Bin Zayed Group, segera memiliki klub Liga Primer Inggris, Newcastle United.

Melalui keterangan tertulis dilansir di media sosial Senin lalu, Bin Zayed Group bilang pihaknya dalam proses penilaian kinerja klub dalammupaya pengambilalihan.

"Kedua pihak sedang melakukan penilaian kinerja untuk tahap finalisasi pembelian. Kami sudah melengkapi tiap aspek diperlukan dalam proses pengambilalihan," kata Bin Zayed Group.

Bin Zayed Group Mei lalu mengungkapkan pihaknya sepakat membeli Newcastle United seharga US$ 350 juta pound sterling atau kini setara Rp 6,2 triliun.

Di bulan itu pula, Syekh Khalid menunjukkan bukti dirinya memang memiliki fulus kepada pemilik Newcastle United, Mike Ashley.

Ashley, pendiri jaringan ritel Sports Direct, membeli Newcastle United seharga 134,4 juta pound sterling pada 2007. Namun dia kebanjiran protes dari para penggemar lantaran tidak berani membeli pemain mahal.

Dia sudah tiga kali menyatakan Newcastle akan dijual namun saban kali ada penawaran tidak mencapai kesepakatan.     

Muhammad Salah, bintang sepak bola Liverpool FC asal Mesir. (Twitter/MoSalah)

Salah gagal salat Idul Fitri karena rumah dikepung ribuan penggemar

"Ini tidak ada hubungannya dengan cinta. Ini tidak menghormati privasi dan tidak profesional," tulis Salah dalam bahasa Arab.

Syekh Khalid bin Zayid an-Nahyan, pangeran dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, merupakan pembeli klub Liga Primer Inggris, Newcastle United, seharga Rp 6,4 triliun. (Wikimedia Commons)

Pangeran dari Abu Dhabi beli klub Newcastle United seharga Rp 6,4 triliun

Syekh Khalid tadinya menawarkan harga US$ 2,6 miliar (Rp 37,4 triliun) untuk menguasai Liverpool FC namun ditolak oleh sang pemilik, Fenway Sports Group.

Ibu Kota Kairo, Mesir. (afrika.com)

Perempuan Mesir belajar silat buat hadapi pelaku pelecehan seksual

Silat mulai digemari di Mesir pada 2003. Popularitasnya kian menanjak sejak 2011.

Kostum Neymar setelah bergabung dengan klub milik Qatar, Paris Saint-Germain. (Twitter/@PSG_inside)

Diundang Netanyahu, Neymar berjanji datang ke Yerusalem

Sikap Neymar ini berbeda dengan bintang sepak bola Portugal, Ronaldo. Pemain Juventus itu sangat menyokong perjuangan bangsa Palestina untuk merdeka.





comments powered by Disqus