olahraga

Arab Saudi berencana gelar balapan Formula 1

Arab Saudi sudah menjadi tumah rumah balapan Formula E sejak Desember tahun lalu.

06 Agustus 2019 20:21

Arab Saudi tengah dalam pembicaraan dengan Liberty Media, pemilik balapan Formula 1, untuk menggelar balapan mobil paling bergengsi itu di negara Kabah.

The Times melaporkan kedua pihak sudah menggelar beberapa pertemuan dan meminta masukan dari semua tim peserta Formula 1 mengenai rencana mengadakan balapan di Arab Saudi.

Liberty Media memang ingin menggenjot jumlah penonton di Timur Tengah. Saat ini balapan Formula 1 digelar di Bahrain dan Abu Dhabi.

Arab Saudi sudah menjadi tumah rumah balapan Formula E sejak Desember tahun lalu dan mampu menggaet sekitar 60 ribu penonton. Balapan musim kedua di negeri Dua Kota Suci ini, digelar 22-23 November mendatang, diharapkan dapat menarik hingga seratus ribu penonton.

Badan Olahraga Arab Saudi dan SAMF (Federasi Motor Arab Saudi) meneken kontrak sepuluh tahun dengan ABB FIA Formula E untuk menyelenggarakan balapan Formula E di Arab Saudi.

Syekh Khalid bin Zayid, pangeran dari Dubai, Uni Emirat Arab, merupakan pemilik Bin Zayed Group. (Screencapture YouTube)

Pangeran dari Dubai segera miliki Newcastle United

Pangeran Khalid bin Zayid sepakat membeli Newcastle United seharga Rp 6,2 triliun.

Muhammad Salah, bintang sepak bola Liverpool FC asal Mesir. (Twitter/MoSalah)

Salah gagal salat Idul Fitri karena rumah dikepung ribuan penggemar

"Ini tidak ada hubungannya dengan cinta. Ini tidak menghormati privasi dan tidak profesional," tulis Salah dalam bahasa Arab.

Syekh Khalid bin Zayid an-Nahyan, pangeran dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, merupakan pembeli klub Liga Primer Inggris, Newcastle United, seharga Rp 6,4 triliun. (Wikimedia Commons)

Pangeran dari Abu Dhabi beli klub Newcastle United seharga Rp 6,4 triliun

Syekh Khalid tadinya menawarkan harga US$ 2,6 miliar (Rp 37,4 triliun) untuk menguasai Liverpool FC namun ditolak oleh sang pemilik, Fenway Sports Group.

Ibu Kota Kairo, Mesir. (afrika.com)

Perempuan Mesir belajar silat buat hadapi pelaku pelecehan seksual

Silat mulai digemari di Mesir pada 2003. Popularitasnya kian menanjak sejak 2011.





comments powered by Disqus