olahraga

Arab Saudi akui curi hak siar milik televisi Qatar

Keputusan WTO itu merupakan cacat terburuk bagi negara Kabah itu selain masalah pelanggaran hak asasi manusia.

27 Juni 2020 02:50

Arab Saudi mengakui BeoutQ, stasiun televisi berkantor di Ibu Kota Riyadh, memang telah mencuri hak siar pertandingan-pertandingan olahraga milik stasiun televisi olahraga asal Qatar, BeIN Sports. Hak siar dibajak itu termasuk semua pertandingan Liga Primer Inggris.

Pengakuan ini tertuang dalam surat Presiden SAFF (federasi Sepak Bola Arab Saudi) Yasir Hasan al-Misahal ditujukan kepada UEFA (Asosiasi Sepak Bola Uni Eropa). Pengakuan itu muncul setelah WTO (Organisasi Perdagangan Dunia) memutuskan ada bukti lengkap pemerintah Saudi mendukung pembajakan hal siar dilakoni oleh BeoutQ itu.

Sila baca: WTO putuskan Arab Saudi curi hak siar televisi Qatar

Dalam suratnya, Yasir mengatakan pemerintah saudi mengakui gagal mencegah terjadinya pembajakan hal siar oleh BeoutQ ini dan bertanggung jawab untuk menjamin hal serupa tidak terulang. "Arab Saudi ingin menjadi mitra olahraga sejati di seluruh dunia dan mematuhi standar etika dan moral sangat diyakini oleh FIFA (Federasi Asosiasi Sepak Bola Internasional)."

Menurut sejumlah sumber, Yasir juga menyurati FIFA, Liga Primer, dan OIC (KOmite Olimpiade Internasional). Isinya sama: menjamin pembajakan hak siar tidak terulang lagi.

Langkah Yasir ini dipandang sebagai upaya untuk meyakinkan Liga Primer agar menyetujui pembelian klub sepak bola Newcastle United. Sebab keputusan WTO itu merupakan cacat terburuk bagi negara Kabah itu selain masalah pelanggaran hak asasi manusia.

Moshe Hogeg (kiri), pemilik klub sepak bola Beitar Jerusalem. (Moshe Hogeg via JTA)

Pangeran Abu Dhabi berminat beli klub bola Israel

Sejak membeli Beitar senilai dua tahun lalu, Hogeg mengubah citra klub terkenal anti-Arab dan Islam ini.

Stadion Al-Gharafa di Qatar tengah diperbaiki untuk dijadikan tempat pelaksanaan turnamen Piala Dunia 2022. (www.qatar.to)

FIFA gelar Piala Arab di Qatar tahun depan

Qatar akan menjadi negara muslim pertama melaksanakan Piala Dunia pada 2022.

Syekh Khalid bin Zayid an-Nahyan, pangeran dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, merupakan pembeli klub sepak bola Derby County. (themag.co.uk)

Manajemen Liga Inggris setuju pangeran Abu Dhabi beli Derby County seharga Rp 1,1 triliun

Syekh Khalid pernah mencoba membeli Liverpool FC seharga Rp 37,4 triliun dan Newcastle United senilai Rp 6,5 triliun.





comments powered by Disqus