tajuk

Merengkuh lagi Mosul

Keberhasilan merebut lagi Mosul menjadi bukti kejujuran komitmen Barat dan negara-negara Arab buat membumihanguskan ISIS.

23 Februari 2015 11:04

Kalau jadi, 20-25 ribu pasukan Irak dibantu tiga brigade pasukan Peshmerga dari suku Kurdi dan Amerika Serikat, April atau Mei tahun ini bakal menyerbu besar-besaran ke Mosul, kota terbesar kedua di utara negara itu. Irak ingin mengambil alih Mosul dari cengkeraman ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah).

Mosul memang amat penting bagi kedua pihak. Buat Irak, Kota di sebelah Sungai Tigris ini adalah saksi dan bukti sejarah kebeasaran Irak mulai zaman kerajaan Assiria, Babilonia, hingga Mesopotamia.

Ketika Bani Umayyah berkuasa, Mosul adalah ibu kotanya. Mosul juga menjadi pusat perdagangan karena terletak di jalur perdagangan ke India, Persia, dan Timur Tengah.

Mosul, berjarak sekitar 400 kilometer sebelah utara Ibu Kota Baghdad, dikenal pula karena universitasnya. Universitas Mosul merupakan salah satu kampus dan pusat penelitian terbesar di Irak serta Timur Tengah.

Mosul juga sama pentingnya buat ISIS. Inilah kota terbesar mereka rebut selama 2,5 tahun memperluas wilayah. ISIS kini telah menguasai sepertiga Suriah dan Irak. Wilayah kekuasaan mereka seluas Inggris.

Kota ini pun sangat bersejarah buat mereka. Setelah menguasai Mosul awal Ramadan tahun lalu, dari sanalah pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi mengumumkan berdirinya khilafah Islamiyah atau Daulah Islamiyah dan mengangkat dirinya sebagai khalifah.

Karena itu, ISIS tentu bakal habis-habisan mempertahankan Mosul dari invasi pasukan Irak. Kalah berarti awal dari kehancuran khilafah Islamiyah versi Baghdadi.

Baghdad pun mesti bertarung hingga darah terakhir agar Mosul tidak rusak. Keberhasilan merebut lagi Mosul menjadi bukti kejujuran komitmen Barat dan negara-negara Arab buat membumihanguskan kelompok radikal itu. Sejumlah laporan menyebutkan negara-negara Arab superkaya di Teluk Persia memberi sokongan dana buat ISIS.

Sukses itu nantinya juga menjadi bukti Baghdad berhasil membangun angkatan perang berkualitas dan tidak lagi korup. Hasil penyelidikan awal sebelumnya mengungkapkan paling tidak ada ada 50 ribu tentara hantu saban bulan menerima gaji sebenarnya masuk kantong para perwira.

Apalagi muncul laporan awal bulan ini ISIS telah membakar ribuan buku, naskah, dan dokumen kuno tentang sejarah peradaban negeri Dua Sungai ini. ISIS juga telah meledakkan masjid-masjid dan tempat bersejarah, termasuk makam Nabi Yunus dan Nabi Syith. Mereka beralasan tempat-tempat semacam itu bisa menimbulkan syirik, persis alasan ulama Wahabi melenyapkan situs-situs bersejarah di Makah dan Madinah,

Alhasil, merebut lagi Mosul sama artinya dengan memelihara sejarah Irak itu sendiri.

Perdana menteri Irak Haidar al-Abadi bersalaman dengan seorang komandan pasukan Irak setibanya di Kota Mosul, 9 Juli 2017, untuk mengumumkan pembebasan Mosul dari ISIS. (Twitter/@HaiderAlAbadi)

Irak bebaskan Mosul dari ISIS

Sepekan sebelumnya, Abadi sudah mengumumkan berakhirnya khilafah islamiyah versi ISIS setelah pasukan Irak merebut Masjid An-Nuri telah menjadi puing akibat diledakkan ISIS.

Kompleks makam Nabi Yunus dihancurkan ISIS di Kota Mosul, Irak. (wsj.net)

Irak bebaskan kubur Nabi Yunus dari ISIS

Hampir seluruh wilayah timur Mosul telah bebas dari ISIS.

Wilayah dikuasai ISIS. (govexec.com)

Baghdadi tidur pakai sabuk bahan peledak

"Dia biasanya begitu hati-hati soal penampilannya, tapi hal itu tidak berlaku lagi sekarang."

ISIS belum habis

"Ramadan adalah bulan penaklukan dan jihad...jadikan ia sebagai bulan keheningan di mana saja bagi kaum kafir."





comments powered by Disqus

Rubrik tajuk Terbaru

Saudi must break with the Wahhabi legacy for the security of the world

ISIS is driven by a metastasized form of Wahhabism, the official interpretation of Islam in the kingdom of Saudi Arabia, which holds that all outside its own sect are kufar.

13 Juli 2016

TERSOHOR