tajuk

Andai Khashoggi dibunuh di Konsulat Iran

Dunia, termasuk negara-negara muslim, ramai-ramai mengutuk. Organisasi-organisasi hak asasi manusia internasional bakal bersuara lantang.

20 Oktober 2018 22:39

Sebanyak 15 agen suruhan penguasa Arab Saudi secara keji membunuh wartawan Jamal Khashoggi Selasa dua pekan lalu di kantor Konsulat Saudi di Kota Istanbul, Turki. Dia disiksa dan dimutilasi hingga mengembuskan napas terakhir hanya dalam tujuh menit setelah masuk ke konsulat.

Riyadh selama lebih dua pekan terus membantah hingga mereka terpojok, sehabis media pemerintah Turki melansir foto dan identitas 15 pembunuh Khashoggi. Selama itu pula, Amerika Serikat - mengklaim sebagai bapak demokrasi dan pejuang hak asasi manusia - juga bungkam.

Andai saja Khashoggi dibunuh dalam Konsulat Iran, kemungkinan besar reaksinya bakal lebih gegap gempita. Dunia, termasuk negara-negara muslim, ramai-ramai mengutuk. Organisasi-organisasi hak asasi manusia internasional bakal bersuara lantang.

Presiden Amerika Donald Trump pun tidak perlu menunggu lebih dari dua minggu untuk meyakini Khashoggi sudah dibunuh. Resolusi sanksi segera disiapkan. Atau bahkan tewasnya Khashoggi menjadi alasan kuat buat menumbangkan rezim Mullah di Iran.  

Tapi Khashoggi, penyeru kebebasan berekspresi di negara-negara Arab, menemui ajal di kantor perwakilan diplomatik Arab Saudi. Amerika dan sekutunya ogah-ogahan mengecam kebiadaban penguasa negara Kabah itu. Negara-negara muslim dan organisasi HAM internasional sungkan buat mengecam.    

Trump puas setelah Arab Saudi mengakui tangan mereka berlumur darah Khashoggi, meski bukan Raja Salman bin Abdul Aziz atau anaknya, Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman, harus bertanggung jawab. Sebab kepentingan ekonomi dan militer Amerika jauh lebih penting ketimbang mendukung Khashoggi menyuarakan demokratisasi harus ditegakkan di Arab Saudi.

Pembunuhan Khashoggi dalam kantor Konsulat Arab Saudi kian menegaskan standar kemanusiaan bergantung pada kepentingan nasional masing-masing negara. 

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Anak Raja Salman utarakan niatnya bunuh Khashoggi pada 2017

Bin Salman mengungkapkan gagasannya itu kepada dua asisten kepercayaannya.

Jamal Khashoggi, pengkritik pemerintah Arab Saudi. (Twitter)

Para senator senior Amerika yakin anak Raja Salman perintahkan habisi Khashoggi

"Kalau disidangkan, juri bisa memutuskan Bin Salman bersalah dalam 30 menit," tutur Bob Corker.

Pegasus, aplikasi telepon seluler bikinan NSO Group, perusahaan berbasis di Ibu Kota tel Aviv, Israel. (slideshare.net)

Pembangkang Arab Saudi gugat perusahaan Israel karena sadap telepon selulernya

Kementerian Pertahanan Israel menolak permintaan untuk mencabut izin NSO Group buat menjual aplikasi mata-mata itu ke pemerintah negara lain.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Anak Raja Salman pantau misi pembunuhan Khashoggi

Pangeran Muhammad bin Salman mengirim sebelas pesan kepada penasihatnya, Saud al-Qahtani, beberapa jam sebelum dan setelah Khashoggi dilenyapkan.





comments powered by Disqus

Rubrik tajuk Terbaru

Saudi must break with the Wahhabi legacy for the security of the world

ISIS is driven by a metastasized form of Wahhabism, the official interpretation of Islam in the kingdom of Saudi Arabia, which holds that all outside its own sect are kufar.

13 Juli 2016

TERSOHOR