tajuk

Wajah ganda Islam terhadap Erdogan

Islam harus selaras dengan kemanusiaan. Ketika Erdogan dengan pongah masuk ke Suriah tanpa izin untuk membantai dan mengusir warga Kurdi, dia tidak pantas mengklaim atau dicap sebagai pemimpin Islam teladan.

23 Oktober 2019 08:10

Sudah sepekan pasukan Turki menginvasi wilayah Kurdi di timur laut Suriah. Rojava Information Center menyebut lebih dari 200 ribu orang telah mengungsi dan 500 ribu sudha tidak memiliki akses terhadap air bersih.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sudah bersumpah pasukannya bakal merangsek hingga 303-5 kilometer ke dalam wilayah Suriah. Kalau Erdogan terus arogan dan menyerang seluruh wilayah perbatasan Suriah dengan Turki, setidaknya satu juta orang terpaksa meninggalkan rumah-rumah mereka.

Sungguh ironis, 57 negara berpenduduk mayoritas muslim tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI) bungkam melihat kebiadaban Erdogan. Di sebagian kalangan muslim, Erdogan dipandang sebagai pemimpin Islam jempolan, sehingga apa yang dia lakukan terhadap bangsa Kurdi bukan sebuah kesalahan dan kekejaman.

Kaum muslim dunia seperti bermuka dua. Ketika pasukan India (Hindu) membantai warga muslim Kashmir di perbatasan India-Pakistan, demonstrasi meruap, mengutuk pembantaian itu. Saat tentara Myanmar dan milisi Buddha membunuh dan mengusir etnis muslim Rohingya, OKI menggelar sidang darurat. Unjuk rasa juga bermunculan.

Padahal tidak ada bedanya. Apalagi pembantaian itu dilakukan oleh orang dicap pemimpin Islam teladan dari negara berpenduduk mayoritas muslim. Semua kebiadaban ini bertolak belakang dengan nilai-nilai Islam. Lalu kenapa OKI dan kaum muslim diam saja? Tidak ada bedanya darah warga Kurdi (juga muslim) tumpah dengan darah muslim Kashmir dan muslim Rohingya.

Karena itu, OKI harus segera menggelar sidang darurat. Apa yang dilakukan Turki dengan menginvasi Suriah melanggar hukum internasional, karena sudah memasuki wilayah kedaulatan negara lain tanpa izin. Islam juga mengajarkan jangan merusak rumah tetangga.

Islam harus selaras dengan kemanusiaan. Ketika Erdogan dengan pongah masuk ke Suriah tanpa izin untuk membantai dan mengusir warga Kurdi, dia tidak pantas mengklaim atau dicap sebagai pemimpin Islam teladan.

Islam tidak boleh lagi bermuka dua. Siapa saja menumpahkan darah manusia tanpa alasan dibenarkan, maka kebiadaban itu mesti ditentang dan dihentikan.

 

Tank M60-A1. (YouTube)

Turki pakai tank hasil modifikasi Israel buat invasi Suriah

Turki menjadi salah satu pelanggan terbesar persenjataan Israel.

Muhammad Botachbaqut alias Abu Yusuf al-Belgiki bersama Yasin Cheikhki alias Abu Talha al-Belgiki, dua anggota ISIS kabur dari tahanan pasukan Kurdi di Ain Isa, utara Suriah. (Rojava Information Center)

Dua anggota ISIS kabur dari tahanan setelah Turki gempur Ain Isa

Erdogan kemarin memutuskan menghentikan invasi ke Suriah selama lima hari.

Arogansi Erdogan dan karut marut Suriah

Serbuan Turki ini kian membuktikan karut marut di Suriah sejak pemberontakan meletup delapan tahun lalu memang akibat campur tangan asing.





comments powered by Disqus

Rubrik tajuk Terbaru

Saudi must break with the Wahhabi legacy for the security of the world

ISIS is driven by a metastasized form of Wahhabism, the official interpretation of Islam in the kingdom of Saudi Arabia, which holds that all outside its own sect are kufar.

13 Juli 2016

TERSOHOR