tajuk

Umrah dan alarm penanganan Covid-19

Tentu pemerintah harus berpikir keras untuk tidak mengecewakan kaum muslim buat kedua kalinya. Kalau tidak mampu mengendalikan wabah Covid-19, jamaah asal Indonesia bisa saja dilarang berumrah ketika pintu dibuka mulai 1 November.

24 September 2020 13:03

Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi kemarin mengumumkan pembukaan umrah mulai 4 Oktober bagi penduduk setempat (warga Saudi dan ekspatriat). Sedangkan jamaah umrah dari negara lain baru boleh datang per 1 November.

Negara Kabah itu sudah membuktikan sangat serius menanganai wabah virus corona Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, sehingga sudah bisa dikendalikan. Beberapa bulan lalu, jumlah penderita Covid-19 pernah naik empat ribuan saban hari tapi kini di kisaran 500-an orang.

Saudi terpaksa menutup umrah bagi jamaah dari luar negeri sejak 27 Februari untuk menekan penularan Covid-19. Larangan serupa juga berlaku untuk penduduk setempat sepekan kemudian.

Riyahd juga mengorbankan haji. Pelaksanaan rukun Islam kelima itu hanya boleh dilakukan oleh penduduk Saudi. Jumlahnya pun amat sangat terbatas: 950 orang dari biasanya 2,5 juta saban tahun.

Keputusan Saudi mengizinkan jamaah dari luar negeri untuk berumrah mulai 1 November itu mesti disikapi oleh negara-negara berpenduduk mayoritas muslim untuk sangat serius menangani pandemi virus corona Covid-19. Masih tersisa 37 hari lagi agar penambahan kasus baru bisa ditekan sekecil mungkin.

Pengumuman ini harus dimaknai sebagai alarm bagi negara-negara muslim agar tidak boleh main-main dalam memerangi Covid-19. Dari tiga negara muslim tiap tahun mengirim jamaah umrah paling banyak, menurut pusat data Covid-19 Universitas John Hopkins di Amerika Serikat, penyebaran Covid-19 di Indonesia masih mengerikan. Tiap hari, 21-23 September, terdapat empat ribuan pengidap baru. Hingga siang hari ini, terdapat 257.388 penderita Covid-19, termasuk 10.105 orang telah menemui ajal.

Pakistan boleh dibikang telah mampu mengendalikan penularan Covid-19. Untuk periode serupa, 21-23 September, jumlah kasus baru tiap hari antara 500-700. Sampai hari ini, Covid-19 sudah menginfeksi 308.217 orang di Pakistan, termasuk 6.437 meninggal.

Mesir juga sudah dapat menekan penyebaran Covid-19. Jumlah pengidap baru di sana untuk tanggal sama hanya seratusn per hari. Hingga hari ini, terdapat 102.375 penderita Covid-19, mencakup 5.822 orang wafat.

Kalau negara-negara muslim belum bisa menekan seminimal mungkin penularan Covid-19 di negaranya, tentu sulit bagi Saudi untuk mengizinkan warga dari negara bersangkutan untuk berumrah. Berkaca dari musim haji tahun ini, Saudi mewajibkan calon peserta bebas Covid-19 versi tes PCR bukan tes cepat akurasinya meragukan.

Alhasil, negara-negara muslim harus berkejaran dengan waktu. Ketika jamaah dari luar negeri (semua negara) tidak bisa berhaji gegara Covid-19 saja, Indonesia - pemilik kuota haji terbanyak saban tahun - sudah diterpa kegaduhan dan polemik. Banyak umat Islam kecewa.

Tentu pemerintah harus berpikir keras untuk tidak mengecewakan kaum muslim buat kedua kalinya dan dapat menimbulkan kegaduhan serta polemik lagi. Kalau tidak mampu mengendalikan wabah Covid-19, jamaah asal Indonesia bisa saja dilarang berumrah ketika pintu dibuka mulai 1 November.

 

Biden, Bennett, dan selamat tinggal Palestina

Bennet intinya lebih mempertahankan status quo: Jalur Gaza dikuasai Hamas tetap terpisah dari Tepi Barat dikontrol Fatah.

Ambruknya pamor Abbas

Abbas memilih bermain aman dan menyenangkan penjajah Israel. Negara Zionis itu pun berkepentingan buat membela dan menyelamatkan Abbas.

Gubernur Provinsi Makkah, Arab Saudi, Pangeran Khalid bin Faisal bin Abdul Aziz, bersama Wakil Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Abdul Fattah bin Sulaiman Masyath. (Twitter)

Haji tahun ini hanya untuk 60 ribu penduduk Saudi saja

Mereka diizinkan berhaji adalah yang berumur 18-65 tahun dan tidak terinfeksi virus Covid-19. 

Jamaah bertawaf di kompleks Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi, Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Pandemi Covid-19 masih menakutkan, Singapura tidak akan kirim jamaah haji

Hingga kurang dua bulan dari musim haji, Arab Saudi belum memutuskan apakah haji tahun ini bersifat domestik atau internasional.   





comments powered by Disqus