tajuk

Normalisasi dan vaksinasi, dua modal Netanyahu bakal terpilih lagi

Makin banyak warga Israel divaksinasi dan kian bertambah antrean negara muslim ingin menormalisasi hubungan, membikin pamor Netanyahu moncer.

19 Maret 2021 15:03

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu adalah kepala pemerintahan paling sukses di negara Zionis itu setelah David Ben Gurion. Kalau Ben Gurion, perdana menteri pertama sekaligus deklarator berdirinya Israel, maka Netanyahu adalah perdana menteri paling banyak meraih perdamaian dengan bekas musuhnya, negara Arab dan berpenduduk mayoritas muslim.

Per 20 Juli 2019, Netanyahu menjadi perdana menteri paling lama sepanjang sejarah negeri Bintang Daud itu. Dia menggeser rekor Ben Gurion, menjadi perdana menteri selama 13 tahun 127 hari (periode pertama menjabat lima tahun 257 hari dan periode kedua selama tujuh tahun 235 hari.

Hingga pemilihan umum Israel dilangsungkan pada 23 Maret ini, Netanyahu sudah menduduki kursi perdana menteri sepanjang 15 tahun sepuluh hari (periode pertama tiga tahun 18 hari dan periode kedua sampai sekarang 12 tahun tujuh hari).

Netanyahu berpeluang besar memperlama kepemimpinannya. Dia bisa terpilih lagi dalam pemilihan umum 23 Maret dengan dua modal: normalisasi dan vaksinasi.

Keberhasilan diplomasi Netanyahu terbukti tahun lalu. Dalam empat bulan terakhir, dia berhasil menggaet empat negara Arab - Uni Emirat Arab, Bahrain, Sudan, dan Maroko - untuk sepakat membina hubungan diplomatik dengan Israel. Pada 1 Februari lalu, Kosovo menyusul dan bahkan bulan ini menjadi negara muslim pertama membuka kedutaan besar di Yerusalem.

Sebelum era Netanyahu, Israel baru memiliki relasi resmi dengan tiga negara muslim, yakni Turki pada 1949, Mesir (1979), dan Yordania (1994).

Pekan ini pun, Netanyahu mengklaim ada empat negara siap membuka hubungan diplomatik dengan Israel. Menteri Intelijen Eli Cohen mengungkapan identitas keempat negara muslim itu adalah Arab Saudi, Qatar, Oman, dan Niger.

Faktor kedua adalah keberhasilan program nasional vaksinasi Covid-19, dimulai Desember tahun lalu. Netanyahu menargetkan akhir bulan ini sudah 75 persen dari sekitar sembilan juta penduduk Israel telah disuntik dua dosis vaksin Covid-19 buatan Pfizer-BioNTech. Dan akhir bulan depan ditargetkan semua orang di Israel boleh keluar rumah tanpa masker.

Israel juga menjadi negara tercepat di dunia dalam hal jumlah orang yang telah menerima vaksinasi Covid-19.

Keperkasaan Netanyahu tanpa lawan lantaran para tokoh oposisi tidak solid. Kampanye dilakoni Avigdor Liberman (Partai Yisrael Beitenu/Israel Rumah Kami), Naftali Bennett (Partai Bayit Yehudi/Rumah Yahudi), Merav Michaeli (Partai HaAvoda/Buruh), Gabi Ashkenazi (Partai Kahol Lavan/Biru dan Putih), Gideon Saar (Partai Tikva Hadasha/Harapan Baru) tidak greget.

Alhasil, Netanyahu bisa mudah menang dalam pesta demokrasi bulan ini. Makin banyak warga Israel divaksinasi dan kian bertambah antrean negara muslim ingin menormalisasi hubungan, membikin pamor Netanyahu moncer.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat memimpin rapat kabinet keamanan di markas militer di Ibu Kota Tel Aviv pada 10 September 2019, sehari setelah serangan roket dari Gaza terjadi saat dia sedang berkampanye di Kota Ashdod. (Ariel Hermoni/Defense Ministry)

Netanyahu belum setujui permintaan Yordania untuk bantuan pasokan air

Netanyahu juga tidak memasukkan Yordania ke dalam daftar 30 negara sahabat akan diberi vaksin Covid-19 secara gratis.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menjalani vaksinasi Covid-19. (GPO)

Netanyahu sebut empat negara lagi siap bina hubungan diplomatik dengan Israel

"Saya kemarin berbicara dengan pemimpin salah satu dari keempat negara itu."

Jet pribadi terbang dari Tel Aviv ke Dubai pada 15 Maret 2021. (Twitter)

Netanyahu batalkan lawatan ke UEA karena takut pesawatnya ditembak milisi Al-Hutiyun

Rencana itu sejatinya bakal menjadi lawatan resmi Netanyahu secara terbuka ke UEA setelah pada 2018 diam-diam terbang ke Abu Dhabi.

Raja Yordania Abdullah bin Husain dan anaknya, Putera Mahkota Pangeran Husain, sedang salat. (Kaisinthemiddleeast.com)

Yordania akui larang pesawat akan angkut Netanyahu ingin ke UEA

Israel mencaplok Yerusalem Timur sekaligus Al-Aqsa setelah menang dalam Perang Enam Hari pada Juni 1967.





comments powered by Disqus