tajuk

Al-Aqsa dan Yerusalem, simbol takluknya kaum muslim dari Zionis

Sejauh ini sudah delapan negara muslim berkhianat kepada Palestina dengan membina hubungan diplomatik dengan Israel, yakni Turki (1949), Mesir (1979), Yordania (1994), Uni Emirat Arab, Bahrain, Sudan, dan Maroko (2020), serta Kosovo (2021).

09 Mei 2021 13:10

Bentrolan terjadi Kamis malam lalu - di tengah pelaksanaan salat tarawih - di kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, Palestina, kian memperkuat bukti kaum muslim sejagat sudah takluk dari Israel, negara dibentuk pada 1948 oleh gerakan Zionis. Insiden itu melukai 203 warga Palestina, termasuk tiga orang buta.

Al-Aqsa boleh saja berada di bawah kewenangan Yordania, tapi sepatu-sepatu personel keamanan Israel berulang kali leluasa menginjak-injak tempat sujud. Israel bisa sesuka hati menentukan siapa boleh salat di Al-Aqsa. Negara Zinis ini pun sah-sah saja mengawal rombongan peziarah Yahudi untuk memasuki Al-Aqsa, bukan sekadar berdoa di Tembok Ratapan, dinding sebelah barat Al-Aqsa.

Yerusalem di atas kertas di bawah hukum internasional, tapi kenyataannya Israel sudah mencaplok bagian baratnya setelah menang Perang Arab-Israel 1948 dan sebelah timurnya sehabis menang Perang Juni 1967. Knesset (parlemen Israel) melalui Hukum Dasar Yerusalem pada 1980 telah menetapkan Yerusalem secara keseluruhan, baik Yerusalem Barat sudah menjadi ibu kota de facto Israel atau yerusalem Timur, ibu kota impian Palestina, sebagai ibu kota abadi mereka dan tidak dapat dibagi dua dengan Palestina.

Amerika Serikat lewat Presiden Donald Trump pada 6 Desember 2017 mengukuhkan klaim sepihak negara Bintang Daud itu. Keputusan ini diikuti dengan pemindahan kedutaan besarnya dari Ibu Kota Tel Aviv ke Yerusalem pada 14 Mei 2018. Sebuah kebijakan kemungkinan besar tiddak akan pernah dianulir oleh presiden-presiden Amerika selanjutnya, termasuk Joe Biden saat ini.

Karena apa yang dilakoni Washington DC sesuai Jerusalem Embassy Act, disahkan Kongres pada 1995. Beleid itu mewajibkan Amerika memindahkan kedutaannya ke Yerusalem.

Untuk menyokong klaim Yerusalem ibu kota Israel, negara Bintang Daud itu berupaya mengurangi jumlah warga Palestina sekarang ini masih dominan, tinggal di Yerusalem Timur. Israel menerbitkan aturan warga Palestina mesti memperbarui izin tempat tinggalnya. Kalau tidak disetujui, keputusannya subyektif, maka dirobohkan.

Warga Palestina dari Yerusalem Timur bekerja atau belajar ke luar negeri tidak akan pernah lagi bisa kembali ke kampung halamannya. Israel membolehkan warga Yahudi mengklaim properti di Yerusalem Timur sebelum 1948 adalah kepunyaan orang Yahudi. Lewat sumbangan konglomerat Yahudi dari seluruh dunia, Israel membeli tanah dan rumah-rumah warga Palestina untuk dijadikan tempat tinggal imigran Yahudi.

Liga Arab, organisasi regional berisi 22 negara Arab tetangga Palestina, lumpuh. Organisasi Konferensi Islam, terdiri dari 57 negara berpenduduk mayoritas muslim terkotak-kotak dan tidak berkutik. Keduanya cuma bisa mengeluarkan resolusi kecaman namun di lapangan tidak ada tindakan. Yang menjadi pertanyaan adalah mereka benar-benar tidak berdaya atau kurang kemauan mempertahankan Al-Aqsa?

Sejauh ini sudah delapan negara muslim berkhianat kepada Palestina dengan membina hubungan diplomatik dengan Israel, yakni Turki (1949), Mesir (1979), Yordania (1994), Uni Emirat Arab, Bahrain, Sudan, dan Maroko (2020), serta Kosovo (2021).

Solusi dua negara, disetujui Liga Arab dan OKI, tidak akan pernah terwujud. Sedangkan solusi satu negara cuma bakal melanggengkan penjajahan Israel terhadap Palestina.

Kaum muslim sudah kalah front dengan Israel. Mereka cuma berjuang di front diplomasi, sedangkan Israel beraksi di tataran diplomasi dan lapangan. Umat Islam selama ini sekadar bereaksi namun Israel selalu proaktif bertindak.

Aparat keamanan Israel pada 21 Mei 2021 menembakkan peluru karet dan granat kejut kd arah jamaah sehabis salat Jumat di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem Timur, Palestina. (Courtesy)

Israel kembali serbu jamaah di Al-Aqsa

Sebanyak 20 orang cedera.

Salinan surat dari pemimpin Hamas Ismail Haniyah kepada Presiden Joko Widodo, meminta dukungan buat bela Al-Aqsa dan Yerusalem Timur. (Albalad.co)

Pemimpin Hamas minta dukungan Jokowi untuk bela Al-Aqsa dan Yerusalem Timur

Menanggapi serbuan pasukan keamanan Israel ke Al-Aqsa telah melukai ratusan orang, termasuk membuat buta tiga warga Palestina, kelompok pejuang Palestina di Jalur Gaza sejak kemarin saling serang dengan negara Zionis itu.

Muhammad Abdullah Fadhi, pejabat Hamas terbunuh akibat serangan udara Israel ke Jalur Gaza pada 10 Mei 2021. (Twitter)

Serangan udara Israel ke Gaza tewaskan sembilan orang, termasuk pejabat senior Hamas

Korban terbunuh dari pihak Hamas itu adalah Muhammad Abdullah Fayyadh.

Dua dari tiga anak Palestina tewas pada 10 Mei 2021 akibat serangan pesawat pengebom nirawak Israel ke wilayah Bait Hanun, utara Jalur Gaza. (Twitter)

Tiga anak Gaza tewas akibat serangan pengebom nirawak Israel

Hamas telah menembakkan tujuh roket ke Yerusalem Barat.





comments powered by Disqus