tajuk

Sokongan untuk Taliban demi stabilitas Afghanistan

Tanpa sokongan komunitas global, Afghanistan akan menjadi medan jihad baru.

31 Agustus 2021 18:26

Penarikan pasukan NATO (Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara) dipimpin Amerika Serikat dari Afghanistan rampung hari ini sekali lagi menjadi bukti intervensi militer asing di sebuah negara malah mengoyak negeri bersangkutan. Tengok saja perilaku Amerika di Irak dan Arab Saudi di Yaman. 

Karena itu, suatu negara tidak dapat memaksakan sistem politik terhadap bangsa dan negara lain. Apalagi negara-negara adikuasa seperti Amerika menerapkan standar ganda dalam mengekspor demokrasi versi mereka. 

Alhasil, masyarakat internasional mesti sadar Taliban adalah kekuatan politik riil dan dominan di Afghanistan saat ini. Pengaruh dan kekuatan kelompok anti-Taliban dan ISKP (Negara Islam Provinsi Khorasan), merupakan cabang dari ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) di Afghanistan dan Pakistan, tidak sebanding dengan Taliban. 

Stabilitas Afghanistan di bawah kendali Taliban juga menjadi kepentingan masyarakat internasional. Di sekitar Afghanistan setidaknya ada 12 milisi siap mengganggu pemerintahan Taliban: ISKP, jaringan Haqqani, dan Tahrik Taliban Pakistan (masing-masing berkekuatan 3-5 ribu personel). 

Kemudian IEHC atau Dewan Tinggi Emirat Islam (seribu orang), Al-Qaidah, IMU (Gerakan Islam Uzbekistan), dan Laskar Tayyibah (masing-masing 300 orang). Lalu Grup Tariq Qidar (100-300 personel), Jamaat al-Ahrar (200 orang). 

Lantas ETIM atau Gerakan Islam Turkistan Timur (100 personel), serta Persatuan Jihad Islam dan Jamaat Dawa Quran (masing-masing 25 orang).

Kalau masyarakat internasional tidak percaya dengan perubahan sudah dan sedang dilakukan Taliban, maka legitimasi pemerintahan Taliban menjadi rendah. Sehingga ISKP atau kelompok anti-Taliban lainnya merasa memiliki justifikasi untuk bersemangat menggerus dominasi Taliban. 

Apalagi ISKP memang memiliki perbedaan ideologi dengan Taliban. ISKP ingin mendirikan khilafah global, sedangkan Taliban hanya ingin membentuk sistem politik dan pemerintahan Islam di Afghanistan. 

Tanpa sokongan komunitas global, Afghanistan akan menjadi medan jihad baru dan efeknya bisa berpengaruh ke negara-negara tetangga: Uzbekistan, Tajikistan, Turkmenistan, Iran, dan Pakistan.

Juga dampak negatifnya bisa meluas ke negara-negara berpenduduk mayoritas muslimnya dalam konteks ekspor jihadis. Atau negara-negara Barat bakal makin kebanjiran pengungsi Afghanistan dan sasaran serangan teror karena Taliban dianggap boneka Amerika serta Barat.

Tantangan lain dihadapi Taliban adalah komandan atau milisinya masih berpaham ekstrem tentu bakal mudah digaet oleh ISKP untuk membelot dan berbalik memerangi Taliban atau menjadi mata-mata musuh. 

Taliban juga harus mendisiplinkan personelnya mulai dari level tertinggi hingga paling bawah agar tidak arogan. Mereka harus belajar hidup beradab dalam keadaan damai setelah bertahun-tahun berperang. 

Taliban harus mampu menegakkan aturan kepada semua anggotanya untuk menghormati hak asasi manusia, hak-hak perempuan dan kelompok minoritas, serta semua komitmen sudah mereka sampaikan di hadapan masyarakat internasional. 

Stabilitas Afghanistan di bawah Taliban penting bagi masyarakat internasional karena negara Asia Tengah itu kaya sumber daya alam dan masih sangat banyak yang belum diolah. Menurut US Geological Survey, potensi sumber daya alam Afghanistan diperkirakan senilai US$ 1 triliun.

Rinciannya adalah bijih besi (US$ 420,9 miliar), tembaga (US$ 274 miliar), niobium (US$ 81,2 miliar), kobalt (US$ 50,8 miliar), emas (US$ 25 miliar), molybdenum (US$ 23,9 miliar), lain-lain (US$ 33,2 miliar). 

Afghanistan juga mempunyai cadangan lithium setara yang dimiliki Bolivia atau terbesar di dunia. Juga ada minyak dan gas. 

Alhasil, stabilitas dan perdamaian Afghanistan di bawah Taliban bakal menguntungkan dunia. Tapi ingat, yang dibutuhkan Taliban adalah dukungan dan kepercayaan, bukan campur tangan. 

Buku karya pemimpin ISKP (Negara Islam Provinsi Khorasan) Syahab al-Muhajir. (Albalad.co/Supplied)

Musuh lama seteru baru

Motivasi ISKP kian menguat kalau masyarakat internasional tidak mendukung penuh pemerintahan Taliban. ISKP bakal menganggap rezim Taliban pantas ditumbangkan. 

Lokasi serangan pesawat nirawak Amerika Serikat di Ibu Kota Kabul, Afghanistan, 29 Agustus 2021. (Albalad.co/Supplied)

Dikira ISIS, serangan Amerika di Kabul tewaskan sembilan warga sipil

Korban meninggal termasuk enam anak. Mereka semua satu keluarga.

Pasukan Taliban memperketat penjagaan di Ibu Kota Kabul, Afghanistan. (Al-Hijrat)

Taliban: Serangan pesawat nirawak Amerika tewaskan beberapa pengebom bunuh diri ISIS

Biden kemarin sudah memperingatkan ada ancaman serangan ISKP hingga Selasa pekan depan, merupakan tenggat terakhir pemulangan pasukan Amerika dari Afghanistan. 

Kepulan asap terlihat setelah sebuah roket menghantam sebuah rumah di Ibu Kota Kabul, Afghanistan, 29 Agustus 2021. (Albalad.co/Supplied)

Pesawat nirawak Amerika ledakkan kendaraan berbahan peledak tengah menuju bandar udara Kabul

Dalam insiden terpisah, sebuah roket menghantam satu rumah di Kabul. Kantor berita Asvaka menulis kejadian ini menewaskan dua orang dan melukai tiga orang lainnya. 





comments powered by Disqus