tajuk

Pamor Abbas, martabat Palestina

Abbas akan selalu menjadi ganjalan dalam memperkuat soliditas perjuangan rakyat Palestina. Tapi bagi Israel, Abbas adalah teman bisa diajak bersekongkol untuk melanggengkan penjajahan negara Zionis itu.

29 Desember 2021 15:27

Bagi sebagian besar rakyat Palestina (78 persen menurut survei terbaru menuntut Presiden Mahmud Abbas berhenti), langkah Abbas bertamu ke rumah Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz semalam merupakan tindakan menghina martabat bangsanya sendiri.

Apalagi pertemuan itu atas Persetujuan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett. Kepala pemerintahan negara Zionis itu seolah berpesan Abbas tidak pantas bertemu dirinya.

Bennett dan Lapid sudah menyatakan selama mereka menjadi perdana menteri secara bergiliran, tidak ada agenda untuk membahas solusi dua negara. Seperti pemimpin-pemimpin Israel sebelumnya, keduanya tidak berniat mengupayakan negara Palestina merdeka dan berdaulat karena memang tidak mungkin.

Abbas didampingi dua loyalisnya, kepala badan intelijen Majid Faraj dan Menteri urusan Sipil Husain asy-Syekh, membahas dengan Gantz soal bagaimana meredakan ketegangan di Tepi Barat akibat serangan agresif para pemukim Yahudi dan bentrokan antara warga Palestina dengan pasukan Israel.

Abbas dan Gantz sepakat memperkuat pemerintahan dipimpin Abbas, mandatnya sebagai presiden sudah habis sejak 2009. Dia membatalkan rencana pemilihan umum karena takut Fatah dia pimpin kalah dalam pemilihan parlemen dan dirinya tidak lagi terpilih menjadi presiden.

Pamor Abbas memang telah ambruk. Dia dicap pengkhianat karena berkoordinasi dan berkonsultasi dengan penjajah. Bukan mengajak faksi-faksi Palestina lainnya untuk solid melawan Israel.

Langkah Abbas menemui Gantz hanya untuk menyelamat kekuasaannya diyakini masyarakat internasional korup. Isu inilah membuat pasukan intelijen Palestina dipimpin Majid Faraj menghabisi Nizar Banat tahun ini, karena gerah terus mengkritik korupnya rezim Abbas. Fatah pun tidak segan-segan menangkapi anggota Hamas untuk menekan makin meluasnya pengaruh kelompok ini di Tepi Barat.

Sila baca: Aktivis Palestina dibunuh karena sering kritik Presiden Abbas

Abbas akan selalu menjadi ganjalan dalam memperkuat soliditas perjuangan rakyat Palestina. Tapi bagi Israel, Abbas adalah teman bisa diajak bersekongkol untuk melanggengkan penjajahan negara Zionis itu.

Presiden Palestina Mahmud Abbas di Rumah Sakit Istisyari Arab di Kota Ramallah, Tepi Barat, pada 21 Mei 2018. (Twitter)

Abbas bertamu ke rumah menteri pertahanan Israel

Lawatan ini berlangsung di tengah ambruknya pamor Abbas di mata rakyat Palestina akibat korupsi dan sikap otoriternya terhadap para lawan politiknya.          

Ribuan orang di Jenin, Tepi Barat, pada 12 November 2021 melayat sekaligus mengikuti proses pemakaman Wasfi Qubha, anggota senior Hamas sekaligus mantan Menteri Urusan Tahanan Palestina. (Albalad.co/Supplied)

Abbas berkoordinasi dengan Israel untuk lemahkan pengaruh Hamas di Tepi Barat

Popularitas Hamas di Tepi Barat kian meroket setelah perang selama sebelas hari melawan Israel Mei lalu.

Biden, Bennett, dan selamat tinggal Palestina

Bennett intinya lebih mempertahankan status quo: Jalur Gaza dikuasai Hamas tetap terpisah dari Tepi Barat dikontrol Fatah.

Ribuan warga Palestina mengantar jenazah aktivis Nizar Banat ke makam pada 25 Juni 2021 di Hebron, Tepi Barat, menuntut Presiden Mahmud Abbas segera lengser. (Quds News Network)

Momentum gulingkan Abbas

Kalau Hamas berkuasa, Gaza dan Tepi Barat bisa bersatu lagi. Semangat perlawanan juga menguat.   





comments powered by Disqus