palestina

Lelaki Gaza divonis 15 tahun kerja paksa karena berkhianat

Pria 53 tahun itu telah menjadi informan Israel sejak 1988 dan pernah tinggal di sana setahun.

17 Maret 2015 09:11

Pengadilan di Jalur Gaza telah menjatuhkan vonis 15 tahun kerja paksa terhadap seorang lelaki tidak disebut namanya karena menjadi mata-mata Israel.

"Pria 53 tahun itu terbukti bersalah memberikan nama-nama pejuang dan lokasi-lokasi milik kelompok perlawanan (Hamas)," kata seorang sumber kemarin. Dia menambahkan terdakwa telah menjadi informan Israel sejak 1988 dan pernah tinggal di negara Zionis itu setahun.

Sesuai hukum berlaku di Palestina, orang-orang terbukti berkhianat, membunuh, dan menyelundupkan narkotik diancam hukuman mati.

Sejak awal tahun ini, satu orang telah dieksekusi di Tepi Barat setelah ketahuan berkomplot dengan Israel.

Hamas, faksi paling berkuasa di Gaza, Agustus tahun lalu melaksanakan hukuman mati atas 18 orang ketahuan memasok informasi bagi Israel selama perang 50 hari. Tiga bulan sebelumnya mereka membunuh dua mata-mata Israel.

Ahad at-Tamimi (tengah), remaja Palestina penampar wajah tentara Israel, dibebaskan dari penjara pada 29 Juli 2018. (Middle East Eye)

Penampar tentara Israel bebas dari penjara

Ahad at-Tamimi bersumpah akan melanjutkan perlawanan sampai penjajahan Israel berakhir.

Putra dari Jamal, nelayan di Kota Gaza, ini tengah menikmati sarapan berupa roti isi ikan sardencis kecil dan terasa pahit di sebuah pantai di Kota Gaza, Kamis, 25 Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Qatar buka lowongan bagi guru dari Gaza

Emir Qatar Syekh Hamad bin Khalifah ats-Tsani merupakan pemimpin negara Arab dan muslim pertama mengunjungi Gaza tengah diblokade pada Oktober 2012.

Seorang anak bersama ibunya tengah menunggu di perlintasan Rafah, Mesir, untuk menyeberang ke Jalur Gaza, Ahad, 21 Oktober 2012. (albalad.co/faisal assegaf)

Ribuan kaleng daging dilarang masuk Gaza karena tidak dapat sertifikat halal dari Israel

Syakir menjelaskan saban hari harus membayar US$ 600 untuk biaya penyimpanan di pelabuhan.

Suasana salat tarawih di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem, 18 Mei 2018. (Albalad.co)

Mufti Yerusalem haramkan warga Palestina jual tanah ke orang Yahudi

Fatwa tersebut juga mewajibkan orang Palestina memboikot warga Palestina menjual tanah mereka kepada warga Israel.





comments powered by Disqus