palestina

Abbas desak intervensi Arab dalam isu Palestina

Seperti mereka lakukan dalam konflik di Yaman.

29 Maret 2015 02:15

Presiden Palestina Mahmud Abbas kemarin mendesak para pemimpin Arab ikut telibat dalam pelbagai konflik di Timur Tengah, termasuk masalah Palestina.

Koalisi beranggotakan sepuluh negara Arab dikomandoi Arab Saudi Kamis dini hari lalu menggempur basis pertahanan pemberontak Syiah Al-Hutiyun di Kota Aden dan Ibu Kota Sanaa, Yaman. Riyadh beralasan serangan udara dilancarkan untuk melindungi pemerintahan sah dipimpin Presiden Abdurabbu Mansyur Hadi.

Berbicara di Konferensi Tingkat Tinggi Liga Arab di Syarm asy-Syekh, Mesir, Abbas berharap, "Negara-negara Arab mengambil kebijakan serupa seperti mereka ambil di Yaman di seantero negara Arab mengalami konflik internal, seperti Palestina, Suriah, Libya, dan Irak."

Abbas mengatakan hasil pemilu 17 Maret memberikan kemenangan bagi Partai Likud dipimpin Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menunjukkan Israel bukan lagi kolega untuk berdamai.

Dia menuding Israel telah mengubah konflik dari sengketa politik menjadi perseteruan agama dengan memprovokasi klaim atas kompleks Al-Aqsa. "Israel telah meninggalkan jalan damai dan memilih ekstremisme serta rasisme," kata Abbas.

Abbas akan mengupayakan keanggotaan Palestina sebagai anggota ICC (Mahkamah Kejahatan Internasional) pada 1 April. Mereka memang berencana menggugat Israel atas kejahatan perang di ICC.

Pemukim Yahudi pada 27 September 2021 memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa sambil membawa bendera Israel. (Al-Qastal)

770 pemukim Yahudi terobos Masjid Al-Aqsa sambil kibarkan bendera Israel

Provokasi kian menguat karena pasukan Israel melarang warga Palestina memasuki Al-Aqsa. Mereka juga menangkap seorang pemuda Palestina sedang salat.

Seorang warga Palestina di Jalur Gaza pada 15 September 2015 telah menerima bantuan fulus 320 shekel per bulan dari Qatar. (Sabq 24)

Keluarga miskin di Gaza mulai terima bantuan fulus US$ 100 dari Qatar

Secara keseluruhan Qatar menggelontorkan dana bantuan US$ 30 juta per bulan untuk Gaza.

Satu keluarga miskin di Kota Gaza bepergian menggunakan gerobak keledai, 22 Otober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Bennett: Tidak akan pernah ada negara Palestina

"Saya kira gagasan itu sebuah kesalahan mengerikan. Saya tidak akan mendukung ide ini."

Juru bicara Taliban Suhail Syahin. (Albalad.co)

Taliban: Kami tidak akui Israel karena masih jajah Palestina

Hingga saat ini, sudah delapan negara berpenduduk mayoritas muslim membuka hubungan diplomatik dengan Israel.





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

Hamas hukum mati dua warga Palestina karena menjadi mata-mata Israel

Di Bethlehem, pengadilan Palestina menghukum seorang lelaki lantaran berusaha menjual tanahnya kepada sejumlah pemukim Yahudi. Dia divonis 15 tahun penjara.

19 Oktober 2021

TERSOHOR