palestina

Pengadilan Mesir batalkan putusan sebut Hamas organisasi teroris

Asyraf Farhat, pengacara pertama kali mengajukan kasus itu, bilang akan meminta Kementerian Luar Negeri Mesir memasukkan Hamas dalam daftar organisasi teroris.

06 Juni 2015 22:34

Pengadilan banding di Ibu Kota Kairo, Mesir, hari ini membatalkan putussan menyebut Hamas organisasi teroris, menurut sejumlah sumber di lembaga kehakiman, seperti dilaporkan kantor berita Reuters.

Setelah Presiden Mesir Muhammad Mursi lengser dua tahun lalu, Hamas - cabang Al-Ikhwan al-Muslimun di Palestina - dituding ikut mengacaukan situasi kemanan negara itu.

Kairo selama ini berperan sebagai penengah saban kali Hamas terlibat perang dengan Israel. Mesir juga menjadi mediator dalam perundingan mengakhiri perang 50 hari pada musim panas tahun lalu di Jalur Gaza.

Asyraf Farhat, pengacara pertama kali mengajukan kasus itu, bilang akan meminta Kementerian Luar Negeri Mesir memasukkan Hamas dalam daftar organisasi teroris. "Putusan baru ini tidak mengembalikan kami ke nol. Saya masih mempunyai dua vonis menyatakan Al-Ikhwan al-Muslimun dan Brigade Izzudin al-Qassam sebagai organisasi teroris," katanya.

Pengadilan Mesir memutuskan Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas, sebagai organisasi teroris Januari tahun ini.

Hamas menolak sekaligus mengecam keputusan Mesir itu. Sedangkan Al-Ikhwan menyatakan bakal melanjutkan kegiatan secara damai dan menghindari kekerasan.

Seorang lelaki melewati mural bertema perjuangan di Kota Gaza. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Wartawan dan intelektual Arab Saudi sokong Israel perangi Hamas

"Hati kami bersama kalian. Semoga Allah melindungi Israel dan rakyatnya," tulis Abdul Hamid al-Hakim.

Seorang warga mencium kening jenazah Yusuf Abu Jarad sebelum disalatkan di masjid dekat rumahnya di Bait Lahiya, Jalur Gaza, Rabu, 24 Oktober 2012. (faisal assegaf/albalad.co)

Mengintip kekuatan Hamas

Roket M-302 memiliki versi A-E, berjarak tembak 90-200 kilometer dengan hulu ledak 125-170 kilogram.

Pasukan Israel menangkap pemimpin senior Hamas di Tepi Barat, Syekh Hasan Yusuf, di rumahnya di Kota Ramallah pada 2 April 2019. (Screenshot)

Israel tangkap pemimpin senior Hamas di Tepi Barat

Putranya, Musab, pernah membantu Shin Beth selama 1997-2007 untuk menggagalkan rencana Hamas menyerang warga Israel.

Seorang lelaki mengendarai gerobak keledai melewati lokasi proyek rumah sakit di Kota Gaza bakal diresmikan Emir Qatar Syekh Hamad bin Khalifah ats-Tsani  pada 23 Oktober 2012. Lawatan emir Qatar itu menjadi kunjungan pertama pemimpin Arab ke Jalur Gaza sejak diblokade oleh Israel pada 2007. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Hamas tahan tujuh wartawan karena meliput demonstrasi di Gaza

Pasukan keamanan Hamas memukuli wartawan dan mengambil telepon seluler dan peralatan mereka.





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

Shimon Peres pernah ajukan permohonan jadi warga negara Palestina

Tanda tangan Peres terlihat jelas di formulir permohonan untuk menjadi warga Palestina, termasuk pernyataan isinya: "Saya bersumpah akan setia kepada pemerintah Palestina."

20 Mei 2019
Memahami Nakbah
11 Mei 2019

TERSOHOR