palestina

Pemerintahan Palestina akan bubar dalam 24 jam

Mereka beralasan tidak dapat bekerja di Gaza.

17 Juni 2015 09:09

Presiden Palestina Mahmud Abbas kemarin mengumumkan pemerintahan Palestina berpusat di Kota Ramallah, Tepi Barat, akan bubar dalam 24 jam, kata sejumlah pejabat senior Fatah kepada kantor berita AFP.

"Dalam 24 jam pemerintah Palestina akan berhenti," kata Abbas kepada anggota Dewan Revolusi Fatah di Ramallah, menurut beberapa pejabat hadir dalam pertemuan itu.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Dewan Revolusi Fatah Amin Maqbul sudah memperingatkan hal serupa. "Pemerintah akan mundur dalam 24 jam karena tidak akan ada kesempatan Hamas membiarkan mereka bekerja di Gaza," ujarnya.

Namun juru bicara pemerintah Ihab Basaiso mengaku tidak mengetahui soal pengumuman penting ini. "Kami menggelar rapat hari ini dan kami tidak membahas masalah itu," tuturnya kepada AFP.

Konflik Hamas dan Fatah memang sudah berakar sejak kedua faksi terbesar itu didirikan. Pemerintahan bersama mereka bubar pada 2007 berakibat pada blokade atas wilayah Jalur Gaza.

Kepala Biro Politik Hamas Khalid Misyaal saat diwawancarai Faisal Assegaf dari Albalad.co di Ibu Kota Kuala Lumpur, Malaysia, November 2013. (faisal assegaf/albalad.co)

Pemimpin Hamas serukan perang gerilya buat bebaskan seluruh Palestina

Misyaal menegaskan perlawanan bersenjata adalah satu-satunya cara untuk menjadikan Palestina negara merdeka dan berdaulat.

Hasil pemungutan suara terhadap rancangan resolusi  mengecam Hamas di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di Kota New York, Amerika Serikat, 6 Desember 2018. (Haaretz)

Amerika gagal loloskan resolusi kecam Hamas di PBB

Sebanyak 87 negara menyokong, 57 menolak, dan 33 lainnya abstain.

Dr Fadi Muhammad al-Batasy, anggota Hamas diduga dibunuh Mossad di Ibu Kota Kuala Lumpur, Malaysia, 21 April 2018. (Screengrab)

Dua pembunuh anggota Hamas di Malaysia pakai paspor Serbia dan Montenegro

Polisi telah menemukan mobil dan senjata digunakan kedua pelaku.

Jenazah Dr Fadi Muhammad al-Batasy diterima Hamas dengan upacara kemiliteran di perbatasan Rafah, Jalur Gaza, 26 April 2018. Korban diyakini dibunuh oleh Mossad di Kuala Lumpur, Malaysia, 21 April 2018. (Albalad.co/Istimewa)

Jenazah anggota Hamas dibunuh Mossad di Malaysia tiba di Gaza

Jenazah Fadi al-Batasy mungkin dimakamkan besok sehabis salat Jumat.





comments powered by Disqus