palestina

Pemerintahan Palestina akan bubar dalam 24 jam

Mereka beralasan tidak dapat bekerja di Gaza.

17 Juni 2015 09:09

Presiden Palestina Mahmud Abbas kemarin mengumumkan pemerintahan Palestina berpusat di Kota Ramallah, Tepi Barat, akan bubar dalam 24 jam, kata sejumlah pejabat senior Fatah kepada kantor berita AFP.

"Dalam 24 jam pemerintah Palestina akan berhenti," kata Abbas kepada anggota Dewan Revolusi Fatah di Ramallah, menurut beberapa pejabat hadir dalam pertemuan itu.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Dewan Revolusi Fatah Amin Maqbul sudah memperingatkan hal serupa. "Pemerintah akan mundur dalam 24 jam karena tidak akan ada kesempatan Hamas membiarkan mereka bekerja di Gaza," ujarnya.

Namun juru bicara pemerintah Ihab Basaiso mengaku tidak mengetahui soal pengumuman penting ini. "Kami menggelar rapat hari ini dan kami tidak membahas masalah itu," tuturnya kepada AFP.

Konflik Hamas dan Fatah memang sudah berakar sejak kedua faksi terbesar itu didirikan. Pemerintahan bersama mereka bubar pada 2007 berakibat pada blokade atas wilayah Jalur Gaza.

Seorang lelaki melewati mural bertema perjuangan di Kota Gaza. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Wartawan dan intelektual Arab Saudi sokong Israel perangi Hamas

"Hati kami bersama kalian. Semoga Allah melindungi Israel dan rakyatnya," tulis Abdul Hamid al-Hakim.

Seorang warga mencium kening jenazah Yusuf Abu Jarad sebelum disalatkan di masjid dekat rumahnya di Bait Lahiya, Jalur Gaza, Rabu, 24 Oktober 2012. (faisal assegaf/albalad.co)

Mengintip kekuatan Hamas

Roket M-302 memiliki versi A-E, berjarak tembak 90-200 kilometer dengan hulu ledak 125-170 kilogram.

Pasukan Israel menangkap pemimpin senior Hamas di Tepi Barat, Syekh Hasan Yusuf, di rumahnya di Kota Ramallah pada 2 April 2019. (Screenshot)

Israel tangkap pemimpin senior Hamas di Tepi Barat

Putranya, Musab, pernah membantu Shin Beth selama 1997-2007 untuk menggagalkan rencana Hamas menyerang warga Israel.

Seorang lelaki mengendarai gerobak keledai melewati lokasi proyek rumah sakit di Kota Gaza bakal diresmikan Emir Qatar Syekh Hamad bin Khalifah ats-Tsani  pada 23 Oktober 2012. Lawatan emir Qatar itu menjadi kunjungan pertama pemimpin Arab ke Jalur Gaza sejak diblokade oleh Israel pada 2007. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Hamas tahan tujuh wartawan karena meliput demonstrasi di Gaza

Pasukan keamanan Hamas memukuli wartawan dan mengambil telepon seluler dan peralatan mereka.





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

Shimon Peres pernah ajukan permohonan jadi warga negara Palestina

Tanda tangan Peres terlihat jelas di formulir permohonan untuk menjadi warga Palestina, termasuk pernyataan isinya: "Saya bersumpah akan setia kepada pemerintah Palestina."

20 Mei 2019
Memahami Nakbah
11 Mei 2019

TERSOHOR