palestina

Pelempar batu Palestina diancam hukuman 20 tahun penjara

"Seorang pelempar batu adalah teroris dan hanya hukuman pas bisa mencegah dan menghukum mereka," kata Menteri Kehakiman Israel Ayelet Shaked.

22 Juli 2015 11:02

Knesset (parlemen Israel) Senin malam lalu mengesahkan beleid keras bagi orang-orang Palestina melempar batu terhadap aparat atau kendaraan milik warga Israel. Undang-undang ini diajukan setelah pecah gelombang protes rakyat Palestina di Yerusalem tahun lalu.

Sesuai akta baru itu, pelempar batu bisa divonis hingga 20 tahun penjara jika terbukti sengaja ingin melukai sasaran. Bila tidak terbukti mau mencederai, vonisnya sepuluh tahun kurungan.

Selama ini hukuman bagi pelempar batu tidak lebih dari tiga bulan penjara kalau korban luka ringan.

Batu menjadi senjata utama rakyat Palestina saat menghadapi pasukan Israel sejak pecah Intifadah pertama dan kedua. Namun negara Zionis itu membalas berlebihan. Mereka kerap menembakkan peluru tajam.

"Toleransi terhadap para teroris berakhir hari ini (Senin lalu)," kata Menteri Kehakiman Israel Ayelet Shaked lewat pernyataan tertulis. "Seorang pelempar batu adalah teroris dan hanya hukuman pas bisa mencegah dan menghukum mereka."

Qadura Faris, Ketua Klub Tahanan Palestina, organisasi mengadvokasi orang-orang Palestina di penjara Israel, menyebut undang-undang baru itu rasis. "Beleid ini rasis, penuh kebencian, dan berlawanan dengan prinsip dasar, yakni menghukum sesuai perbuatan."

Akta baru ini hanya akan berlaku di Yerusalem Timur, sedangkan wilayah lain di Tepi Barat masuk kewenangan militer Israel.

Seorang anggota Hamas dalam terowongan baru dibangun sepanjang 3,5 kilometer tembus hingga ke wilayah Israel. (Al-Alam)

Hamas bangun terowongan 3,5 kilometer tembus ke Israel

Jalur bawah tanah sepanjang 3,5 kilometer ini bakal dipakai dalam perang berikutnya menghadapi Israel.

Pasukan Brigade Izzudin al-Qassam, sayap militer Hamas. (abdurrahim khatib/flash 90)

2014 tahun paling berdarah dalam konflik Palestina-Israel

Sepanjang tahun lalu 2.314 warga Palestina terbunuh dan 17.125 cedera. Sedangkan di pihak Israel cuma 85 orang tewas dan 2.629 luka.

Kerusakan akibat serangan udara Israel ke Jalur Gaza dalam perang 50 hari, Juli-Agustus 2014. (indymedia.ie)

Perangi Hamas demi gas

Hamas menjadi ganjalan utama Israel buat memperoleh hak pengelolaan gas di lepas pantai Gaza.

Kepala Biro Politik Hamas Khalid Misyaal berjalan bareng Presiden Palestina Mahmud Abbas (kiri) dan Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad (tengah). (english.al-akhbar.com)

PLO setuju hentikan kerja sama keamanan dengan Israel

PLO juga serukan boikot terhadap semua produk Israel.





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

Paraguay resmikan kedutaan besarnya di Yerusalem

Netanyahu menambahkan Paraguay juga berjasa menyelamatkan orang-orang Yahudi dari kejaran tentara Nazi Jerman selama Perang Dunia Kedua.

21 Mei 2018

TERSOHOR