palestina

Prancis hentikan investigasi kasus kematian Arafat

Komite investigasi Palestina sampai pembunuh Arafat ketahuan.

03 September 2015 03:35

Hakim Pengadilan Nanterre, dekat Ibu Kota Paris, Prancis, kemarin memutuskan menghentikan penyelidikan kasus kematian pemimpin Palestina Yasir Arafat.

"Di akhir penyelidikan...tidak ditemukan bukti Yasir Arafat dibunuh dengan racun polonium-210," kata jaksa dalam pernyataan tertulis dari pengadilan di Nanterre.

Arafat meninggal dalam usia 75 tahun saat dirawat di rumah sakit militer Percy, dekat Paris, November 2004. Ikon perjuangan bangsa Palestina ini diterbangkan ke sana setelah sakit perut di kantornya di Kota Ramallah, Tepi Barat.

Suha mengklaim suaminya itu tewas diracun menggunakan bahan radioaktif polonium-210. Berdasarkan hasil uji laboratorium di Kota Lausanne, Swiss, terhadap barang-barang pribadi Arafat, ditemukan kandungan polonium-210 itu 18 kali lebih tingggi ketimbang kadar normal.

Janda Arafat ini lantas pada 2012 mengajukan kasus pembunuhan Arafat ke Pengadilan Nanterre. Di tahun sama, kuburan Arafat digali lagi agar tiga tim penyelidik dari Prancis, Swiss, dan Rusia bisa mengambil sekitar 60 contoh.

Hakim Prancis menyelesaikan investigasi mereka April lalu dan hasilnya dikirim ke kantor Kejaksaan Nanterre, akhirnya Juli lalu merekomendasikan kasus itu ditutup.

Catherine Denis, jaksa dari kantor Kejaksaan Nanterre, April lalu menjelaskan para ahli menemukan kandungan isotop polonium-210 di makam Arafat sebagai sesuatu yang alamiah.

Kepala komite investigasi Palestina Taufiq Tirawi menolak putusan Prancis itu. "Kami akan melanjutkan penyelidikan kami untuk mendapatkan pembunuh Arafat, sampai kami mengetahui bagaimana Arafat dibunuh," ujarnya.

Tim kuasa hukum Suha menuding hakim Prancis terlalu cepat menghentikan investigasi kasus kematian Arafat. Mereka meminta lebih banyak ahli dimintai keterangan.

Para aktivis pembela Palestina mendirikan tenda di kawasan Syekh Jarrah, Yerusalem Timur, Palestina. (Maydan al-Quds)

Bennett tidak akan usir sejumlah keluarga Palestina dari rumah mereka di Syekh Jarrah

The Nahalat Shimon Company mampu membuktikan di pengadilan mereka memiliki dokumen kepemilikan sah atas keempat rumah itu memang milik orang-orang Yahudi lari ketika terjadi Perang Arab -Israel pada 1948.

Resor Bianco segera dibuka di Jalur Gaza. (Albalad.co/Supplied)

Resor mewah segera dibuka di Gaza

Harga sewa tiap vila di resor Bianco sebesar Rp 4,4 juta semalam.

Pemimpin Hamas di Jalur Gaza Yahta Sinwar meninjau kerusakan akibat Perang Gaza pada Mei 2021. (Biro Pers Hamas buat Albalad.co)

Hamas: Kerugian akibat Perang Gaza sekitar Rp 6,9 triliun

Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid menekankan solusi dua negara tidak memungkinkan saat ini. "Kami tidak bisa diminta ambil bagian dalam membangun sebuah negara mengancam keselamatan kami."





comments powered by Disqus