palestina

Bendera Palestina akhirnya boleh berkibar di markas PBB

Washington menyebut resolusi itu kontraproduktif, sedangkan Tel Aviv menilai sebagai ejekan Palestina terhadap PBB.

11 September 2015 11:04

Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menyetujui rancangan resolusi soal pengibaran bendera Palestina di semua markas organisasi internasional itu. Ini merupakan langkah simbolik dalam upaya Palestina menjadi sebuah negara merdeka dan berdaulat.

Pertemuan di markas besar PBB di Kota New York, Amerika Serikat, itu menghasilkan 119 dari 193 negara anggota PBB menyokong resolusi ini. Amerika bersama Israel termasuk dalam delapan negara menolak. Mereka beralasan karena status Palestina sebagai negara non-anggota, bendera Palestina tidak boleh dikibarkan di markas atau kantor-kantor PBB.

Washington menyebut resolusi itu kontraproduktif, sedangkan Tel Aviv menilai sebagai ejekan Palestina terhadap PBB.

Sebagian besar dari 28 negara anggota Uni Eropa ikut dalam rombongan 45 negara abstain dalam pemungutan suara itu. Prancis bersama Swedia, Italia, Spanyol, Irlandia, Slovenia, Luksemburg, Belgia, dan Malta ikut mendukung bendera Palestina dikibarkan di semua kantor PBB.

"Ini sebuah langkah menuju pengakuan Palestina sebagai negara anggota PBB," kata Perdana Menteri Palestina Rami Hamdallah kepada wartawan kemarin di Ibu Kota Paris, Prancis.

"Kita perlu menggerakan sebuah dinamika baru untuk memelihara solusi dua negara," ujar Perdana Menteri Prancis Manuel Valls di Paris. "Kita harus mengurangi ketegangan di lapangan dan memulai lagi sebuah dialog bisa dipercaya."

Resolusi itu menyebutkan bendera negara-negara peninjau bakal berkibar dalam waktu 20 hari. Para diplomat Palestina memperkirakan bendera negara mereka akan berkibar di markas besar PBB pada 30 September, hari di mana Presiden Palestina Mahmud Abbas berpidato dalam sidang Majelis Umum PBB.

Hasil pemungutan suara terhadap rancangan resolusi  mengecam Hamas di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di Kota New York, Amerika Serikat, 6 Desember 2018. (Haaretz)

Amerika gagal loloskan resolusi kecam Hamas di PBB

Sebanyak 87 negara menyokong, 57 menolak, dan 33 lainnya abstain.

Kepala Kepolisian Provinsi Hebron Kolonel Ahmad Abu ar-Rub membantu memperbaiki mobil pasukan Israel mogok di Hebron, 11 November 2018. (Twitter)

Bantu perbaiki mobil pasukan Israel mogok, pejabat polisi Palestina dipecat

Abu Rub membantu lantaran mobil itu menghalangi perjalanan konvoi pejabat Palestina.

the United Herzlia Middle School di Cape Town, Afrika Selatan. (Google Map)

Bela Palestina, pelajar Yahudi berlutut saat lagu kebangsaan Israel dinyanyikan

Dua siswa itu mendapat sanksi mendidik dari sekolahnya.





comments powered by Disqus