palestina

30 nama jalan di Yerusalem Timur diganti dengan bahasa Ibrani

Dewan Kota Yerusalem beralasan nama-nama baru ini mencerminkan adanya warisan sejarah Yahudi di tempat itu.

23 September 2015 05:33

Lebih dari 30 nama jalan di Yerusalem Timur - selama ini memakai bahasa Arab - bakal diganti menggunakan bahasa Ibrani, seperti dilansir the Jewish Press.

Dewan Kota Yerusalem mengesahkan perubahan nama-nama jalan diambil dari Torah itu. Keputusan ini muncul di tengah ketegangan menjelang Hari Raya Yom Kippur, untuk meminta pengampunan dosa kepada Tuhan.

Penggantian nama-nama jalan itu ke dalam bahasa Ibrani berlangsung di tengah konflik memanas antara Palestina dan Israel, menyusul bentrokan di kompleks Masjid Al-Aqsa pekan lalu. Presiden Palestina Mahmud Abbas sudah memperingatkan ketegangan ini bisa memicu pecahnya intifadah ketiga.

Para anggota Knesset (parlemen Israel) berdarah Arab murka oleh keputusan ini. "Mengubah nama-nama jalan itu dengan bahasa Ibrani adalah pemicu dan makin membakar ketegangan di Yerusalem," kata Ahmad Tibi kepada situs berita Walla.

Penduduk Yerusalem Timur geram setelah mendengar kabar itu. "Ini bagian dari satu rencana. Pertama Yudaisasi Al-Aqsa, kedua desa-desa Arab, ketiga sejarah dan nama," ujar seorang lelaki Palestina menolak disebut identitasnya.

Dewan Kota Yerusalem beralasan nama-nama baru ini mencerminkan adanya warisan sejarah Yahudi di tempat itu.

Israel memang sudah menegaskan Yerusalem sebagai ibu kota abadi mereka dan tidak dapat dibagi dua dengan Palestina. Sedangkan rakyat Palestina memimpikan sebuah negara beribu kota di Yerusalem Timur.

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Ibu Kota Tel Aviv, Israel. (Ori/Wikimedia Commons)

Israel setujui pembangunan Kedutaan Amerika di Yerusalem

Berlokasi dalam wilayah antara Yerusalem Barat dan perbatasan Israel pada 1948.

Polisi Israrl menangkap perempuan Palestina bernama Muntaha Amara saat sedang salat di Masjid Al-Aqsa. (Screencapture)

Polisi Israel tangkap perempuan Palestina ketika sedang bersujud di Al-Aqsa

Israel sudah berkali-kali menangkap Muntaha saat sedang salat di Al-Aqsa. Negara Bintang Daud ini juga pernah melarang dia memasuki Al-Aqsa.

Kiri ke kanan: Direktur Jenderal Multilateral Kementerian Luar Negeri Hasan Kleib, Duta besar Indonesia untuk PBB Desra Percaya, dan Menteri Luar negeri Palestina Riyad al-Maliki saat menggelar jumpa pers di hari pertama konferensi soal Yerusalem di Jakarta, 14 Desember 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Kepulauan Faroe akan akui Yerusalem ibu kota Israel

Rencana itu bakal dilaksanakan pada Oktober atau November 2020.

Duta Besar Amerika buat Israel David Friedman, utusan khusus Amerika bagi Timur Tengah Jason Greenblatt ikut merobohkan tembok saat peresmian terorongan menuju kompleks masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, 30 Juni 2019. (Facebook/Screen capture)

Amerika sebut permukiman Yahudi di Tepi Barat tidak ilegal

Israel mencaplok Tepi Barat dan Yerusalem Timur setelah menang dalam Perang Enam Hari pada 1967. Saat ini terdapat sekitar 700 ribu pemukim Israel di kedua wilayah itu.





comments powered by Disqus