palestina

Khalid Misyaal dikabarkan diusir dari Qatar

Pejabat Hamas Izzat ar-Rizq membantah laporan mengenai pengusiran Misyaal.

07 Januari 2015 13:40

Kementerian Luar Negeri Israel kemarin mengatakan Kepala Biro Politik Hamas Khalid Misyaal telah diusir dari Qatar, negara menampung dia selama tiga tahun belakangan.

Kabar itu pertama kali dilansir oleh Aydinlik. Surat kabar sayap kiri Turki ini melaporkan Qatar mendapat tekanan luar biasa dari Arab Saudi dan Uni Emirat Arab untuk mendeportasi Misyaal meski proses rekonsiliasi di antara ketiga negara tengah berlangsung.

Mengutip situs berita bikinan Hamas, stasiun televisi CNN menyebut Misyaal dan sejumlah anggota Al-Ikhwan al-Muslimun kemungkinan pindah ke Turki.

Pada 20 Desember tahun lalu, Presiden Mesir Abdil Fatah as-Sisi bertemu Syekh Muhammad bin Abdurrahman, utusan khusus Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad. Pertemuan ini rupanya mengakhiri ketegangan berkepanjangan antara kedua negara soal sokongan Qatar atas Hamas dan Al-Ikhwan al-Muslimun.

Dalam sebuah pesan tertulis kemarin, Kementerian Luar Negeri Israel memuji keputusan Qatar mengusir Misyaal. "Kementerian luar negeri dipimpin Menteri Avigdor Liberman telah mengupayakan segala cara untuk membuat Qatar mengambil langkah ini dan berhenti membantu Hamas secara langsung atau tidak langsung. Kami berharap pemerintah Turki mengikuti."

Namun pejabat Hamas Izzat ar-Rizq membantah laporan mengenai pengusiran Misyaal dari Qatar. "Laporan-laporan itu tidak benar terkait kepergian Misyaal dari Qatar," tulis Rizq dalam laman Facebooknya.

Menurut laporan media-media Arab, kesepakatan antara Qatar dan Mesir itu, termasuk menutup kantor Al-Jazeera di Mesir pada 22 Desember, mengekstradisi para anggota Al-Ikhwan dari Qatar ke Mesir, dan menyetop pendanaan Qatar buat Al-Ikhwan.

Jika berita itu benar, pengusiran Misyaal dari Qatar bakal menandai berakhirnya kehadiran pemimpin politik Hamas itu di dunia Arab. Sehabis diusir dari Yordania pada Agustus 1999, Misyaal juga terpaksa angkat kaki dari Suriah pada Januari 2012 karena menolak mendukung rezim Basyar al-Assad.

Hadir dalam pertemuan Partai Keadilan dan Pembangunan dipimpin Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Konya, Turki, 27 Desember 2014, Misyaal mengucapkan selamat kepada rakyat negara itu lantaran memiliki Perdana Menteri Ahmet Davutoglu dan Erdogan. "Turki kuat berarti Palestina kuat...insya Allah Tuhan bersama kami dan kalian di jalan kemenangan," ujar Misyaal.

Turki sebenarnya sudah menampung pentolan Hamas Saleh al-Aruri. Israel menuduh dia sebagai dalang dari sejumlah serangan teror terhadap warga negara Zionis itu.

Kepala Biro Politik Hamas Khalid Misyaal berpose bareng wakilnya, Musa Abu Marzuq, dan anggota-anggota Biro Politik Hamas lainnya di Ibu Kota Doha, Qatar. (Biro Pers Hamas buat Albalad.co)

Khalid Misyaal terpilih lagi sebagai kepala Biro Politik Hamas untuk diaspora

Misyaal akan menjabat sampai 2025. Musa Abu Marzuq menjadi wakilnya.

Pendiri sekaligus pemimpin senior Hamas di Jalur Gaza Mahmud Zahar tengah memegang senapan AK-47 milik mendiang putranya, Husam, di rumahnya, Kota Gaza, Rabu, 24 Oktober 2012. (Faisal assegaf/Albalad.co)

Pendiri Hamas: Negara Israel tidak berhak ada

"Tidak ada masa depan bagi negara Zionis di tanah kami," ujar Misyaal. "Solusi dua negara sudah mati."

Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyah saat mengunjungi sebuah kamp pengungsi Palestina di Libanon, 6 September 2020. (Biro Pers Hamas buat Albalad.co)

Hamas akan gelar pemilihan internal tahun ini

Khalid Misyaal dijagokan memimpin lagi Biro Politik Hamas.

Kepala Biro Politik Hamas Khalid Misyaal saat diwawancarai Faisal Assegaf dari Albalad.co di Ibu Kota Kuala Lumpur, Malaysia, November 2013. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Sudan cabut kewarganegaraan pemimpin Hamas

Di era Umar al-Basyir, Hamas memakai Sudan sebagai basis untuk mengirim persenjataan dari Iran ke Jalur Gaza.   





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

Hamas hukum mati dua warga Palestina karena menjadi mata-mata Israel

Di Bethlehem, pengadilan Palestina menghukum seorang lelaki lantaran berusaha menjual tanahnya kepada sejumlah pemukim Yahudi. Dia divonis 15 tahun penjara.

19 Oktober 2021

TERSOHOR