palestina

Israel larang warga Palestina masuki Kota Tua Yerusalem

Larangan itu berlaku kemarin hingga hari ini.

04 Oktober 2015 22:22

Israel mengambil kebijakan jarang dilakoni, yakni melarang warga Palestina memasuki kawasan Kota Tua di Yerusalem Timur selama dua hari. Larangan itu mulai berlaku kemarin.

Lorong-lorong kecil di Kawasan Tua biasanya ramai oleh orang lalu lalang kemarin pagi senyap. Toko-toko tutup dan ratusan polisi berjaga di semua pintu masuk ke Kota Tua.

Kepada surat kabar the Telegraph, juru bicara Kepolisian Israel Mickey Rosenfeld menjelaskan larangan itu tidak berlaku bagi warga Israel, pelancong asing, penduduk setempat, pemilik bisnis, dan pelajar. Dia memperkirakan sekitar 3.500 polisi diterjunkan di Kota Tua.

Hanya kaum adam Palestina berusia di atas setengah abad dibolehkan memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa, sedang perempuan tanpa batas umur. Namun cuma satu pintu masuk dibuka.

Larangan itu diberlakukan setelah Sabtu malam lalu pemuda Palestina bernama Muhannad Hallabi, 19 tahun, menusuk dua lelaki Israel hingga tewas. Satu perempuan lainnya luka serius dan seorang anak kecil cedera ringan. Pelaku asal sebuah desa dekat Kota Ramallah, Tepi Barat, ditembak mati di tempat.

Sebelum beraksi, Hallabi menulis status disertai foto Diaa Talhama di laman Facebooknya, "Intifadah ketiga sudah dimulai." Diaa Talhama adalah gadis dari Tepi Barat ditembak mati tentara Israel dua pekan lalu.

"Ini adalah sebuah contoh benar bagaimana polisi perlu bertindak," kata Wali Kota Yerusalem Nir Barkat kemarin. "Penutupan Kota Tua itu untuk melindungi orang-orang Yahudi ingin berdoa."

Bentrokan di sekitar Kota Tua bermula saat aparat keamanan Israel mengawal rombongan Yahudi radikal memasuki kompleks Al-Aqsa. Bentrokan meluas dengan saling serang antara orang Palestina dan Yahudi di Yerusalem Timur lalu menyebar ke Tepi Barat.

Warga Palestina di Jalur Gaza menjadi korban serangan udqra Israel. (Maydan al-Quddus)

Indonesia, Malaysia, dan Brunei minta pasukan perdamaian ditempatkan di Yerusalem Timur

Sebagai penjajah, Israel tidak berhak atas Yerusalem Timur dan Al-Aqsa," kata OKI.

Salinan surat dari pemimpin Hamas Ismail Haniyah kepada Presiden Joko Widodo, meminta dukungan buat bela Al-Aqsa dan Yerusalem Timur. (Albalad.co)

Pemimpin Hamas minta dukungan Jokowi untuk bela Al-Aqsa dan Yerusalem Timur

Menanggapi serbuan pasukan keamanan Israel ke Al-Aqsa telah melukai ratusan orang, termasuk membuat buta tiga warga Palestina, kelompok pejuang Palestina di Jalur Gaza sejak kemarin saling serang dengan negara Zionis itu.

Muhammad Abdullah Fadhi, pejabat Hamas terbunuh akibat serangan udara Israel ke Jalur Gaza pada 10 Mei 2021. (Twitter)

Serangan udara Israel ke Gaza tewaskan sembilan orang, termasuk pejabat senior Hamas

Korban terbunuh dari pihak Hamas itu adalah Muhammad Abdullah Fayyadh.

Dua dari tiga anak Palestina tewas pada 10 Mei 2021 akibat serangan pesawat pengebom nirawak Israel ke wilayah Bait Hanun, utara Jalur Gaza. (Twitter)

Tiga anak Gaza tewas akibat serangan pengebom nirawak Israel

Hamas telah menembakkan tujuh roket ke Yerusalem Barat.





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

Mesir rawat 263 warga Gaza luka akibat gempuran Israel

Sejak Perang Gaza meletup Senin pekan lalu, 200 warga Palestina tewas, termasuk 59 anak, dan 1.307 orang lainnya luka. Sedangkan di pihak Israel, sepuluh orang terbunuh, mencakup satu serdadu dan seorang warga India.

17 Mei 2021

TERSOHOR