palestina

Sokong intifadah, lelaki Gaza namai bayinya Pisau Yerusalem

Abu Syabika beralasan nama itu sebagai bentuk solidaritas terhadap para syuhada gugur dalam intifadah ketiga.

27 Oktober 2015 16:17

Selasa pekan lalu menjadi hari paling berbahagia bagi keluarga Muhammad Abu Syabika, warga Palestina tinggal di kamp pengungsian Rafah, Jalur Gaza. Anaknya ketiga lahir.

Dia tadinya bingung karena belum memiliki nama buat calon bayinya ketika akan mengantai istrinya ke rumah sakit. Atas gagasan seorang temannya, putra bungsunya itu dia namai Sikkin al-Quds (dalam bahasa Arab berarti Pisau Yerusalem).

"Sebagai dukungan atas darah para syuhada, saya menamai dia Pisau Yerusalem," kata Syabika dalam rekaman video diterjemahkan oleh MEMRI (Institut Riset Media Timur Tengah) berkantor di Amerika Serikat. "Setidaknya itu yang bisa kami lakukan untuk menunjukkan solidaritas terhadap saudara-saudara kami di Tepi Barat dan Yerusalem."

Intifadah ketiga itu meletup sejak permulaan bulan ini akibat provokasi dilakukan para pemukim Yahudi terhadap Masjid Al-Aqsa, pernah menjadi kiblat pertama umat Islam. Intifadah meluas hingga ke seantero Tepi Barat dan Jalur Gaza. Hingga kini bentrokan itu sudah menewaskan 58 orang Palestina dan belasan warga Israel.

Dalam intifadah kali ini, anak-anak muda Palestina - lelaki dan perempuan - menyasar tentara dan pemukim Yahudi dengan pisau. Karena itu intifadah ketiga ini pun dikenal dengan sebutan Intifadah Pisau.

Kepada wartawan datang berkumpul di rumahnya empat hari kemudian, Abu Syabika menunjukkan akte kelahiran atas nama Pisau Yerusalem. Dia pun membungkus bayi dengan nama kontroversial itu memakai bendera Palestina untuk diabadikan juru foto.

Sang ibu - berabaya, berjilbab, dan bercadar serba hitam - tidak menolak nama itu. "Kami memberi dia nama ini sebagai solidaritas kepada saudara-saudara kami di Tepi Barat dalam intifadah ketiga," ujarnya.

Nama itu mendapat perhatian luas di media sosial setelah teman dari Abu Syabika mengunggah kabar itu di akun Facebooknya. Dia pula yang menggagas nama itu.

Ceritanya begini. Ketika sedang bingung mencari nama, Abu Syabika mampir ke toko temannya itu. Saat sedang menonton video musik berjudul Para Pecinta Penusukan di televisi, sang teman berujar, "Bagaimana kalau anakmu nanti diberi nama Pisau Yerusalem?"

Setelah diyakinkan, Abu Syabika menerima usulan nama buat bayinya itu. "Ini benar-benar nama yang bagus," tutur sohibnya.

Seorang warga mencium kening jenazah Yusuf Abu Jarad sebelum disalatkan di masjid dekat rumahnya di Bait Lahiya, Jalur Gaza, Rabu, 24 Oktober 2012. (faisal assegaf/albalad.co)

Tokoh senior Hamas terinfeksi Covid-19

Mahir Salah terkena Covid-19 setelah bertemu sejumlah pasien menderita virus itu.

Putra dari Jamal, nelayan di Kota Gaza, ini tengah menikmati sarapan berupa roti isi ikan sardencis kecil dan terasa pahit di sebuah pantai di Kota Gaza, Kamis, 25 Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Pengakuan anggota Hamas membelot ke Israel

Izzudin Husain bilang masih memiliki satu peluru kendali anti-jet tempur di rumahnya di Jalur Gaza. Hamas telah memerintahkan dia menembakkan senjata itu kalau ada helikopter Israel mendekat.

Dua bocah perempuan tengah melintas di depan tembok sebuah rumah bolong-bolong terkena peluru Israel di Jabaliya, Jalur Gaza, 27 Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Israel susun daftar rahasia berisi 300 pejabat militer dan intelijen bisa diadili karena kejahatan perang

Dalam daftar itu terdapat nama Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Benny Gantz, dan Avigdor Lieberman.

Suasana dalam terowongan menghubungkan Mesir dan Jalur Gaza di perbatasan Rafah, 21 Oktober 2012. (faisal assegaf/albalad.co)

Pemimpin Hamas akui satu anggotanya membelot ke Israel

Para pejabat Hamas mengklaim awal bulan ini, mereka telah membekuk jaringan informan Israel di Gaza ingin melancarkan sabotase.





comments powered by Disqus