palestina

Dua bayi di Gaza meninggal kedinginan

Korban meninggal adalah bayi perempuan berusia dua bulan dan bayi lelaki berumur sebulan.

11 Januari 2015 06:19

Musim dingin ekstrem membekap Jalur Gaza memakan korban. Dua bayi dari Khan Yunis, selatan Gaza, tidak kuat menahan hawa dingin di tengah badai salju Huda menghantam sebagian besar wilayah Timur Tengah.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Asyraf al-Qudra menjelaskan bayi perempuan berusia dua bulan mengembuskan napas terakhir Jumat lalu. Dia menderita sumbatan pada paru-parunya. Sehari meudian giliran maut menjemput bayi lelaki berumur sebulan, namun tidak dijelaskan sebabnya.

Hujan salju dan angin kencang juga merusak lusinan rumah di tepi pantai. Serangan terburuk berlangsung di Kota Rafah, dekat perbatasan Mesir. "Setelah hujan deras, rumah-rumah dihantam banjir hingga setinggi satu meter dan di bagian lagi bahkan sedalam satu setengah meter," kata seorang juru bicara layanan pertahanan sipil Gaza. Dia menambahkan para pengungsi berlindung di sekolah-sekolah.

Petugas evakuasi memakai perahu-perahu kecil buat menyelamatkan warga terjebak dalam rumah mereka. Otoritas Palestina menyatakan status darurat lantaran badai Huda menghantam kawasan itu Rabu lalu.

Gara-gara badai musim dingin ini satu-satunya pembangkit listrik di Gaza - selama ini kekurangan bahan bakar - hanya mampu mengaliri listrik bagi warga Gaza enam jam sehari. "Kemarin kami cuma menikmati listrik dua jam," ujar Nur al-Ghusain, warga Kota Gaza, kepada Albalad.co melalui WhatsApp Selasa lalu.

Musim beku biasa menyelimuti Gaza pada November hingga Februari. Cuaca buruk di musim dingin ini membikin suhu di Gaza siang saja bisa di bawah empat derajat celcius.

Ahmad Badawi, satu dari dua pembeli iPhone 13 Pro Max berlapis emas 24 karat seharga Rp 50 juta di Kota Gaza, Palestina. (Albalad.co/Supplied)

Dua iPhone 13 Pro Max berlapis emas 24 karat terjual di Gaza

Sedari Juli lalu memang sudah tersiar setidaknya dua toko di Gaza memiliki stok iPhone 13 Pro Max berlapis 24 karat.

Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyah (kanan) bareng Kepala Biro Politik Hamas untuk Jalur Gaza Yahya Sinwar di Ibu Kota Kairo, Mesir, 5 Oktober 2021. (Albalad.co/Supplied)

Hamas hukum mati dua informan Israel

Akhir bulan lalu, Hamas mengumumkan telah menjatuhkan vonis mati terhadap enam warga Palestina lantaran menjadi pemasok informasi untuk intelijen Israel. 

Toko Abu Nadim di Kota Rafah, selatan Jalur Gaza, menjual barang-barang bantuan kemanusiaan dari UNRWA. (Albalad.co/Supplied)

Makin banyak toko di Gaza jual barang bantuan kemanusiaan dari PBB

Toko Abu Nadim menjual paket delapan kemasan susu formula seberat 800 gram itu seharga 69 shekel (kini setara Rp 306.280).

Keluarga miskin di Jalur Gaza pada 14 Oktober 2021 mulai menerima bantuan uang tunai dari Qatar sebesar 320 shekel (kini setara Rp 1,4 juta). (Albalad.co/Supplied)

Keluarga miskin Gaza kembali terima bantuan uang tunai dari Qatar

Bantuan diberikan dalam bentuk mata uang Israel, shekel.





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

kota gaza 2 3

Tujuh anggota Kongres ajukan resolusi agar Amerika akui Nakbah

"Kita harus mengakui kemanusiaan Palestina diabaikan ketika orang-orang menolak mengakui kejahatan perang dan pelanggaran hak asasi manusia terjadi dalam sistem aparthei Israel," ujar Rashida.

17 Mei 2022

TERSOHOR