palestina

15 ribu remaja Gaza ikuti pelatihan militer

Ini pelatihan militer pertama berlangsung di markas Brigade Izzudin al-Qassam.

30 Januari 2015 17:39

Sekitar 15 ribu remaja Palestina di Jalur Gaza kemarin mengakhiri pelatihan militer di markas Brigade Izzudin Al-Qassam (sayap militer Hamas).

Pelatihan keterampilan bertempur itu bertajuk "Perintis Pembebasan". Selama sepekan ribuan remaja lelaki berusia 15-21 tahun diajarkan pelbagai hal, termasuk menggunakan senjata, menculik prajurit Israel, dan menyusup ke wilayah negara Zionis itu lewat terowongan.

Upacara kelulusan ini dihadiri pemimpin senior Hamas Ismail Haniyah. "Kami ikut dalam pelatihan ini sehingga kami akan tahu bagaimana memerangi musuh kami dan merebut lagi tanah air leluhur kami Palestina," kata seorang peserta.

"Mereka melatih kami buat menjadi pejuang di jalan Allah, untuk membebaskan Palestina dari penjajahan Zionis, dan siap menggapai kemerdekaan, insya Allah," ujar peserta lain.

Hamas saban tahun menggelar pelatihan militer bagi ribuan remaja Gaza, biasanya saban liburan musim panas, tapi ini pelatihan serupa digelar pertama kali di markas Brigade Al-Qassam. Pelatihan ini berlangsung setengah tahun setelah berakhirnya perang 50 hari dengan Israel.

Dalam perang besar ketiga setelah 2008-2009 dan November 2012 itu, lebih dari 2.100 warga Gaza terbunuh, sedangkan di pihak Israel cuma 73 orang tewas. Israel mengklaim gempuran besar-besaran selama Juli-Agustus tahun lalu sebagai bela diri atas serangan roket dari Gaza.

Satu keluarga miskin di Kota Gaza bepergian menggunakan gerobak keledai, 22 Otober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Hamas larang warga Gaza jalan-jalan dengan anjingnya

Alasannya bikin perempuan dan anak-anak ketakutan.

Brigade Al-Qassam akui tawan empat warga Israel

Termasuk dua mayat tentara Israel tewas dalam perang 2014.

Muhammad Isytawi, komandan senior Brigade Izzudin Al-Qassam, dieksekusi mati pada Ahad, 7 Februari 2016, karena menjadi informan Israel. (Twitter)

Komandan senior Hamas dieksekusi mati karena jadi informan Israel

Muhammad Isytawi berwenang mengawasi penggalian terowongan. Dia dekat dengan Muhammad Daif.

Putra dari Jamal, nelayan di Kota Gaza, ini tengah menikmati sarapan berupa roti isi ikan sardencis kecil dan terasa pahit di sebuah pantai di Kota Gaza, Kamis, 25 Oktober 2012. (faisal assegaf/albalad.co)

Masa depan Gaza

Ada lima faktor utama menentukan masa depan Gaza: komitmen dan soliditas Hamas, rekonsiliasi nasional, blokade Israel, sokongan Mesir dan Iran, serta perubahan tatanan global.





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

UEA beli tanah dan properti dekat Al-Aqsa untuk dijual lagi ke warga Israel

Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman menekankan Palestina bukan lagi agenda utama Arab Saudi, tapi isu Iran menjadi prioritas buat mereka.

24 Mei 2018

TERSOHOR