palestina

Hakim Amerika jadi ketua baru tim pencari fakta Perang Gaza

Mary McGowan lebih pro-Israel ketimbang ketua sebelumnya, William Schabas.

04 Februari 2015 17:41

Hakim asal Amerika Serikat Mary McGowan akhirnya ditunjuk menjadi ketua tim pencari fakta Perang Gaza, seperti dikatakan seorang juru bicara Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa. Dia mengisi posisi ditinggalkan William Schabas, pengajar hukum internasional di Universitas Middlesex, Inggris.

Menurut surat kabar Haaretz, McGowan, pernah menjadi hakim di Mahkamah Agung Negara Bagian New York, Amerika, lebih simpati terhadap Israel. Namun sumber-sumber di Kementerian Luar Negeri Israel bilang laporan komisi pencari fakta bakal disampaikan pada 23 Maret nanti tetap memojokkan Israel.

Dewan HAM PBB membikin komisi investigasi buat menyelidiki dugaan kejahatan perang dan kemanusiaan oleh Israel selama perang 50 hari, Juli-Agustus 2014. Konflik bersenjata ini menewaskan lebih dari 2.100 warga Gaza dan 73 orang Israel. Ini merupakan palagan ketiga sehabis perang Desember 2008-Januari 2009 dan November 2012 sejak Israel mundur dari Gaza hampir satu dasawarsa lalu.

Israel memang sejak awal mengecam penunjukan Schabas sebagai ketua tim pencari fakta. Negara Zionis ini memandang akademisi asal Kanada kini tinggal di Inggris itu bisa bertindak bias karena pernah menjadi konsultan buat PLO (Organisasi Pembebasan Palestina).

Dewan HAM sebenarnya pernah membikin komisi serupa sehabis perang Desember 2008-Januari 2009. Komisi dipimpin Richard Goldstone, hakim Afrika Selatan keturunan Yahudi, ini menyimpulkan Israel dan Hamas sama-sama melakoni kejahatan perang. Namun kesimpulan itu tidak ditindaklanjuti.

Seorang lelaki melewati mural bertema perjuangan di Kota Gaza. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Wartawan dan intelektual Arab Saudi sokong Israel perangi Hamas

"Hati kami bersama kalian. Semoga Allah melindungi Israel dan rakyatnya," tulis Abdul Hamid al-Hakim.

Pendiri sekaligus pemimpin senior Hamas di Jalur Gaza Mahmud Zahar tengah memegang senapan AK-47 milik mendiang putranya, Husam, di rumahnya, Kota Gaza, Rabu, 24 Oktober 2012. (faisal assegaf/albalad.co)

Kenangan Perang Gaza

Waktu perang meledak tahun lalu, kediaman Zahar rata dengan tanah akibat gempuran udara Israel.

Seorang anggota Hamas dalam terowongan baru dibangun sepanjang 3,5 kilometer tembus hingga ke wilayah Israel. (Al-Alam)

Hamas bangun terowongan 3,5 kilometer tembus ke Israel

Jalur bawah tanah sepanjang 3,5 kilometer ini bakal dipakai dalam perang berikutnya menghadapi Israel.





comments powered by Disqus