palestina

Hampir setengah dari pelaku intifadah berusia 20 tahun atau lebih muda

Sebanyak 24 pelaku adalah perempuan.

16 Februari 2016 17:20

Shin Beth (dinas rahasia dalam negeri Israel) kemarin melansir data para pelaku intifadah ketiga berlangsung sejak awal Oktober tahun lalu. Hampir setengahnya berusia 20 tahun atau lebih muda.

Dari 219 orang Palestina menyerang warga sipil, polisi, atau tentara Israel, 155 orang berumur 16-25 tahun dan 22 orang lainnya berusia di bawah 16 tahun. Sebanyak 24 pelaku adalah perempuan (11 persen) dan 195 lainnya lelaki (89 persen).

Shin Beth bilang data mereka hanya mencakup serangan-serangan signifikan.

Hampir dua pertiga dari 228 serangan penusukan atau upaya penyerangan selama 1 Oktober 2015 hingga 10 Februari 2016 berlangsung di Tepi Barat.

Dari 174 pelaku intifadah di Tepi Barat itu, sebanyak 69 orang (40 persen) berasal dari wilayah Hebron dan Yattir. Sembilan penyerang lainnya merupakan warga Israel keturunan Palestina, dan 36 orang lagi asal Yerusalem.

Sedikitnya 30 warga Israel dan lebih dari 170 orang Palestina terbunuh sejak intifadah ketiga meletup Oktober tahun lalu. Sebagian besar meninggal saat menyerang atau berusaha menyerang orang Israel.

Intifadah ketiga ini dikenal pula dengan sebutan Intifadah Yerusalem karena bentrokan dimulai dari kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur. Ada pula yang menyebut sebagai Intifadah Pisau lantaran kebanyakan pelaku memakai pisau untuk menusuk warga negara Zionis itu.

Palestina tidak ada dalam daftar negara di situs resmi Departemen Luar Negeri Amerika Serikat. (Twitter)

Departemen Luar Negeri Amerika hapus Palestina dari daftar negara

Tidak jelas kapan Departemen Luar Negeri Amerika menghapus Palestina dari daftar negara.

Seorang lelaki mengendarai gerobak keledai melewati lokasi proyek rumah sakit di Kota Gaza bakal diresmikan Emir Qatar Syekh Hamad bin Khalifah ats-Tsani  pada 23 Oktober 2012. Lawatan emir Qatar itu menjadi kunjungan pertama pemimpin Arab ke Jalur Gaza sejak diblokade oleh Israel pada 2007. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Israel bersedia bayari tiket pesawat bagi warga Palestina ingin pindah dari Gaza

Sebanyak 35-40 ribu warga Palestina telah pergi dari Gaza melalui Mesir sejak perbatasan di Rafah dibuka pada Mei 2018.

Seorang warga Palestina menjadi korban dalam bentrokan dengan polisi Israel di dalam kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, saat Hari Raya Idul Adha, 11 Agustus 2019. (Abir Ziyad buat Albalad.co)

Bentrokan pecah setelah polisi Israel izinkan pemukim Yahudi masuki Al-Aqsa di Hari Raya Idul Adha

"Allahu Akbar, kami akan mengorbankan jiwa dan darah kami untuk membela Al-Aqsa," teriak warga Palestina.

Suhaib Hasan Yusuf, putra dari pendiri sekaligus pemimpin Hamas di Tepi Barat Syekh Hasan Yusuf, telah membelot dari Hamas. (Screencapture Channel 12)

Satu lagi putra pemimpin Hamas membelot

"Para pemimpin Hamas (di Turki) tinggal di hotel dan apartemen mewah, anak-anak mereka belajar di sekolah swasta dan mereka digaji mahal oleh Hamas," ujar Suhaib.





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

Arab Saudi tahan pemimpin senior Hamas

Dua tahun belakangan, Saudi telah mendeportasi sedikitnya seratus warga Palestina lantaran mendukung Hamas atau mengirim uang ke kampung halaman mereka.

11 September 2019

TERSOHOR