palestina

Mata dan telinga Indonesia di Palestina

Maha Abu Shusha akan menjadi konsul kehormatan pertama Indonesia buat Palestina. Dia bakal dilantik Ahad pekan ini.

11 Maret 2016 06:30

Hubungan diplomatik sudah terjalin sejak 1989, setahun setelah Palestina mendeklarasikan kemerdekaannya di Ibu Kota Aljir, Aljazair. Tidak lama setelah itu, Kedutaan Besar Palestina di Jakarta diresmikan, sedangkan misi diplomatik Indonesia untuk Palestina dijalankan pula oleh duta besar Indonesia buat Tunisia hingga 2004.

Kemudian misi diplomatik diemban KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) di Amman (Yordania) dibantu KBRI di Kairo (Mesir). Sebab secara geografis Mesir lebih dekat dengan Jalur Gaza dan Yordania berbatasan dengan Tepi Barat.

Namun tidak mudah bagi dua kantor perwakilan diplomatik Indonesia itu menjalankan fungsi tambahan buat Palestina. Israel dan Mesir kerap tidak mengizinkan diplomat Indonesia memasuki Tepi Barat dan Jalur Gaza. Bahkan, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa empat tahun lalu ditolak menyeberang ke Ramallah untuk menghadiri konferensi tingkat menteri Gerakan Non-Blok.

Tapi Ahad pekan ini bakal menjadi sejarah baru dalam hubungan resmi Indonesia-Palestina. Untuk pertama kali dalam setengah abad usia relasi, Indonesia akan mempunyai perwakilan diplomatik berada dan bekerja di wilayah Palestina, meski baru sekadar konsul kehormatan.

Kalau tidak dijegal oleh Israel, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi bakal menghadiri acara pelantikan konsul kehormatan pertama Indonesia buat Palestina itu di Kota Ramallah, Tepi Barat. Namun hingga kemarin belum ada kabar apakah negara Zionis itu bakal mengizinkan Retno memasuki Tepi Barat. "Saya belum ada informasi bisa diberikan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel Emmanuel Nahshon kepada Albalad.co melalui WhatsApp.

Jabatan ini dipegang pengusaha perempuan Palestina bernama Maha Abu Shusha. Dia cukup tersohor dan pernah masuk dalam 50 pebisnis wanita paling berpengaruh di Timur Tengah pada 2006 dan 2007 versi majalah Forbes Arabia.

Perempuan kelahiran 1962 itu juga aktif dalam sejumlah organisasi. Dia menjabat ketua Palestinian Business Women Forum, ketua Palestinian Shipper Council, presiden Board of Directors of Riwaq, menangani isu perlindungan warisan budaya, dan anggota Palestinian Trade Center.

Menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir, penunjukan konsul kehormatan ini merupakan bukti dukungan Indonesia terhadap Palestina. "Tugas Ibu Shusha antara lain meningkatkan kerja sama ekonomi, sosial, dan budaya antara Indonesia-Palestina, promosi investasi, dan pariwisata, serta perlindungan warga negara Indonesia bila diperlukan," katanya dalam jumpa pers mingguan di kantornya kemarin.

Dia tidak mau berpolemik soal anggapan konsul kehormatan itu hanya akan melayani kepentingan Fatah dan Tepi Barat saja, sebab Jalur Gaza dikuasai Hamas masih diblokade Israel. "Konsul kehormatan itu bekerja untuk pemerintahan bersatu, bukan Hamas atau Fatah."

Terlepas dari semua kontroversi, Maha akan menjadi mata dan telinga Indonesia di Palestina.

Panglima Brigade Izzudin al-Qassam Muhammad Daif. (www.rtl.fr)

Pemimpin Brigade Al-Qassam ancam Israel jika pengusiran terhadap warga Palestina berlanjut

Sejumlah keluarga Palestina di Yerusalem Timur diusir dari rumah mereka oleh para pemukim Yahudi.

Presiden Palestina Mahmud Abbas di Rumah Sakit Istisyari Arab di Kota Ramallah, Tepi Barat, pada 21 Mei 2018. (Twitter)

Abbas tetapkan keadaan darurat selama 30 hari

Palestina terakhir kali melangsungkan pemilihan parlemen pada 25 Januari 2006 dan dimenangkan oleh Hamas. Sedangkan pemiihan presiden dilakukan pada 2005 setelah Presiden Yasir Arafat wafat.

Logo Hamas. (Albalad.co)

Hamas: Abbas dan Fatah berkhianat dan lakukan kudeta karena batalkan pemilihan umum

Hamas menekankan tidak perlu izin Israel buat menggelar pemilihan umum di Yerusalem Timur.

Presiden Palestina saat berpidato mengenai pandemi Covid-19 di kantornya, di Kota Ramallah, Tepi Barat, Palestina, 5 Mei 2020. (Times of Israel)

Abbas batalkan rencana pemilihan umum Palestina

Keputusan Abbas itu akan kian memperdalam perpecahan di kalangan faksi Palestina dan bahkan bakal terjadi revolusi.





comments powered by Disqus