palestina

Qatar sumbang US$ 31 juta buat bayar gaji pegawai negeri di Gaza

"Pembayaran gaji Juli (bulan ini) akan penuh setelah bantuan keuangan dari Qatar diterima," ujar Wakil Menteri Keuangan Hamas Yusuf al-Kayyali.

23 Juli 2016 13:00

Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad ats-Tsani telah memerintahkan menyumbang 113 juta riyal Qatar (US$ 31 juta) untuk membayar satu bulan gaji kepada seluruh pegawai negeri di Jalur Gaza.

"Donasi ini untuk mengangkat penderitaan saudara-saudara kita di Jalur Gaza dan meringankan beban keuangan mereka hadapi akibat blokade oleh Israel," kata Syekh Tamim lewat keterangan tertulis, seperti dilansir kantor berita resmi Qatar News Agency.

Sesuai kesepakatan rekonsiliasi antara Hamas dan Fatah pada 2014, gaji 50 ribu pegawai negeri di Gaza akan dibayarkan oleh Otoritas Palestina di Tepi Barat. Namun mekanisme ini tidak berjalan karena anggaran tidak mencukupi.

Seluruh pegawai negeri Gaza tidak menerima gaji penuh sejak 2013. Hamas - berkuasa di Gaza sejak pertengahan 2007, menyambut gembira sumbangan Qatar itu. "Pembayaran gaji Juli (bulan ini) akan penuh setelah bantuan keuangan dari Qatar diterima," ujar Wakil Menteri Keuangan Hamas Yusuf al-Kayyali.

Sejauh ini belum ada komentar dari Otoritas Palestina dan Israel mengenai bantuan Qatar untuk pembayaran gaji pegawai negeri di Gaza. Qatar sudah lama dicurigai rutin menyumbang dana bagi Hamas dan kelompok Islam lainnya di Timur Tengah.

Seorang lelaki mengendarai gerobak keledai melewati lokasi proyek rumah sakit di Kota Gaza bakal diresmikan Emir Qatar Syekh Hamad bin Khalifah ats-Tsani  pada 23 Oktober 2012. Lawatan emir Qatar itu menjadi kunjungan pertama pemimpin Arab ke Jalur Gaza sejak diblokade oleh Israel pada 2007. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Qatar bantu Gaza Rp 15,4 triliun sejak 2012

Sekitar 44 persen dari Rp 15,4 triliun fulus Qatar dipakai buat membangun infrastruktur.

Kepala Biro Politik Hamas Khalid Misyaal saat diwawancarai Faisal Assegaf dari Albalad.co, November 2013. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Hamas minta donasi dikirim lewat Bitcoin

Iran termasuk penyokong utama Hamas.

Kepala Biro Politik Hamas Khalid Misyaal saat diwawancarai Faisal Assegaf dari Albalad.co di Ibu Kota Kuala Lumpur, Malaysia, November 2013. (faisal assegaf/albalad.co)

Pemimpin Hamas serukan perang gerilya buat bebaskan seluruh Palestina

Misyaal menegaskan perlawanan bersenjata adalah satu-satunya cara untuk menjadikan Palestina negara merdeka dan berdaulat.

Hasil pemungutan suara terhadap rancangan resolusi  mengecam Hamas di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di Kota New York, Amerika Serikat, 6 Desember 2018. (Haaretz)

Amerika gagal loloskan resolusi kecam Hamas di PBB

Sebanyak 87 negara menyokong, 57 menolak, dan 33 lainnya abstain.





comments powered by Disqus