palestina

Pejabat Hamas bangga dicap teroris global oleh Amerika

"Keputusan itu hanya membikin saya makin yakin dengan jalan hidup saya tempuh," kata Hammad.

20 September 2016 01:58

Mantan Menteri Dalam Negeri Palestina Fathi Hammad mengaku bangga dimasukkan dalam daftar teroris global bikinan Amerika Serikat.

Departemen Luar Negeri Amerika Jumat pekan lalu bilang Washington membekukan semua aset Hammad di negara adikuasa itu. Alasannya, Hammad memanfaatkan jabatannya sebagai menteri dalam negeri buat mengkoordinir sel-sel teroris.

"Keputusan itu hanya membikin saya makin yakin dengan jalan hidup saya tempuh," kata Hammad dalam wawancara khusus dengan surat kabar the Washington Post. "Ancaman pembunuhan atau penangkapan tidak membuat saya takut. Saya merasa bangga bisa membikin Amerika marah."

Keputusan memasukkan Hammad ke dalam daftar teroris global berlangsung beberapa jam setelah Washington mengumumkan pemberian bantuan militer senilai US$ 38 miliar selama satu dasawarsa kepada Israel.

Dalam keterangan tertulis dikeluarkan di Gaza, Hammad menilai bantuan itu menjadi bukti Amerika merupakan penyokong terbesar bagi terorisme Zionis. "(Bantuan) ini menjadi babak hitam baru dalam rekam jejak...pemerintahan Amerika."

Dua pemukim Yahudi yang mobilnya dibakar warga Palestina di Kota Ramallah, Tepi Barat, Palestina, 1 Desember 2021. (Telegram)

Warga Palestina bakar mobil pemukim Yahudi tidak sengaja masuk ke Ramallah

Hamas mengecam polisi Palestina menyelamatkan dua pemukim Yahudi dalam mobil nahas itu.

Samir Basyir Umar Ghanam, anggota keamanan internal Hamas, dihukum mati karena memperkosa keponakannya. (Alshabab Radio)

Hamas hukum mati anggota keamanan internalnya karena perkosa keponakannya

Pemerkosaan dilakukan Samir terhadap bocah lima tahun itu terjadi di Rafah.

Pemimpin Hamas di Jalur Gaza memperlihatkan huruf V (kemenangan) dengan jarinya di Kota Gaza, 24 Mei 2021. (Albalad.co/Supplied)

Inggris tetapkan Hamas sebagai organisasi teroris

Hamas menegaskan melawan penjajahan Israel dengan segala cara, termasuk perjuanagn bersenjata, adalah hak dari bangsa terjajah berdasarkan hukum internasional.

Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyah (kanan) bareng Kepala Biro Politik Hamas untuk Jalur Gaza Yahya Sinwar di Ibu Kota Kairo, Mesir, 5 Oktober 2021. (Albalad.co/Supplied)

Hamas hukum mati dua informan Israel

Akhir bulan lalu, Hamas mengumumkan telah menjatuhkan vonis mati terhadap enam warga Palestina lantaran menjadi pemasok informasi untuk intelijen Israel. 





comments powered by Disqus