palestina

Rumah Indonesia di Hebron

Palestina sudah menyumbangkan lahan dua ribu meter persegi untuk lokasi pembangunan Rumah Indonesia.

13 Oktober 2016 13:16

Inilah impian ingin direngkuh Konsul Kehormatan Indonesia buat Palestina Maha Abu Shusha dan Abid al-Munim Zahdah, Ketua Asosiasi Persahabatan Palestina-Indonesia: berdirinya sebuah bangunan khas Indonesia di Palestina. Mereka menyebut sebagai Rumah Indonesia atau Bait al-Indunisiya dalam bahasa Arab.

Namun lokasi dipilih bukan di Ramallah, ibu kota de facto Palestina berlokasi di Tepi Barat. Tapi tempatnya di Hebron, kota menjadi basis pendukung Hamas terkuat di Tepi Barat dan kerap menjadi tempat bentrokan berdarah antara warga Palestina dan tentara Israel. Orang Arab menyebut dengan nama Al-Khalil lantaran di sana terdapat kubur Nabi Ibrahim, bergelar Khalilullah, kekasih Allah.

Barangkali banyak orang sudah melupakan pembantaian Baruch Kopel Goldstein di Kota Hebron pada 1994. Dokter warga negara Amerika Serikat kelahiran Israel ini menembaki para peziarah muslim, sehingga menewaskan 29 orang dan melukai 125 lainnya.

Abid bilang perkumpulannya telah menyumbangkan lahan seluas dua ribu meter persegi di Hebron sebagai lokasi pembangunan Rumah Indonesia. Dia mengaku sudah menyampaikan gagasan ini dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi kemarin dan lewat surat kepada Presiden Joko Widodo.

Dia berharap Rumah Indonesia itu sudah bisa berdiri dalam tiga atau lima tahun mendatang. "Biaya dan desainnya kami minta dari Indonesia, biar istimewa," kata Abid kepada Albalad.co di sela acara makan malam para pengusaha Yordania dan Palestina, digelar Duta Besar Indonesia untuk Yordania Teguh Wardoyo di rumah makan Bandar Jakarta semalam.

Dia menjelaskan Rumah Indonesia itu bakal menjadi tempat beragam kegiatan untuk mempererat hubungan dan persahabatan Indonesia-Palestina di bidang ekonomi, sosial, dan budaya. Dia mencontohkan pihaknya akan memanggil guru-guru dari Indonesia untuk mengajarkan bahasa Indonesia kepada orang-rang Palestina.

Nico Adam, Pelaksana Fungsi Politik, Ekonomi, Sosial, dan Budaya di KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) di Ibu Kota Amman, mengatakan pengajaran bahasa Indonesia itu untuk mencetak pemandu wisata lokal untuk melayani turis dan peziarah asal Indonesia, makin banyak berkunjung ke Tepi barat, terutama Yeerusalem, merupakan kota suci bagi penganut islam, Nasrani, dan Yahudi.

Maha pun sepakat dengan ide mendirikan Rumah Indonesia. "Saya akan berusaha memperkuat dan memperluas hubungan dan persahabatan antara Indonesia dan Palestina," ujarnya ditemui di kesempatan serupa.

Jika Rumah Indonesia itu telah tegak berdiri, Indonesia bakal mempunyai dua bangunan penanda tersohor di Palestina: Rumah Indonesia di Tepi Barat dan Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza. 

Jamal, nelayan asal Kota Gaza, tengah mempersiapkan sarapan buat putranya berupa roti lapis isi sardencis di tepi pantai, Kamis, 25 Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co

OKI: Negara Palestina harus beribu kota di Yerusalem

OKI meminta wilayah negara Palestina nantinya adalah seluruh Tepi Barat dan Jalur Gaza sebelum terjadinya Perang Enam Hari 1967.

Shimon Peres menandatangani formulir pengajuan untuk menjadi warga negara Palestina pada 1937. (PIC)

Shimon Peres pernah ajukan permohonan jadi warga negara Palestina

Tanda tangan Peres terlihat jelas di formulir permohonan untuk menjadi warga Palestina, termasuk pernyataan isinya: "Saya bersumpah akan setia kepada pemerintah Palestina."

Anggota Komite Eksekutif PLO Hanan Asyrawi saat jumpa pers di Ramallah pada 24 Februari 2015. (Wafa)

Amerika tolak berikan visa bagi perunding senior Palestina

Hubungan buruk kedua negara mencapai puncaknya setelah Desember 2017, Presiden Amerika Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Putra dari Jamal, nelayan di Kota Gaza, ini tengah menikmati sarapan berupa roti isi ikan sardencis kecil dan terasa pahit di sebuah pantai di Kota Gaza, Kamis, 25 Oktober 2012. (faisal assegaf/albalad.co)

PBB defisit dana, satu juta warga Gaza terancam kelaparan dan 1.700 akan diamputasi kakinya

"Skenario terburuk adalah kami tidak mampu melanjutkan untuk memberi makan setengah dari penduduk Gaza (satu juta orang)."





comments powered by Disqus