palestina

Udang perdana pengantin Palestina

"Pengantin baru Palestina itu memang baru pertama kali melihat udang. Jadi juga tidak pernah merasakan legitnya lobster," kata Nico Adam.

15 Oktober 2016 14:49

Suasana Rabu malam lalu di Bandar Jakarta, kawasan Ancol, Jakarta Utara, serasa makan di satu restoran di sebuah negara Timur Tengah, saat seorang anggota rombongan pengusaha Yordania dan Palestina naik ke atas panggung. Dia menyanyikan lagu-lagu Arab selama sekitar setengah jam.

Rombongan pengusaha berjumlah lebih dari seratus orang ini menghadiri acara makan malam digelar Duta Besar Indonesia buat Yordania Teguh Wardoyo.

Namun bukan itu menarik perhatian saya, tapi pengantin baru asal Kota Hebron, Tepi Barat, Palestina, duduk di pojok meja di seberang saya. Ketika lobster rebus terhidang di hadapan mereka, keduanya mengernyitkan dahi seolah tidak pernah melihat udang, apalagi lobster.

Rupanya memang benar. "Pengantin baru Palestina itu memang baru pertama kali melihat udang. Jadi juga tidak pernah merasakan legitnya lobster," kata Nico Adam, Pelaksana Fungsi Politik Ekonomi, Sosial, dan Budaya Palestina di KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) di Ibu Kota Amman, Yordania.

Saya tertawa geli mendengar hal itu. Keduanya pun lantas dirayu untuk mencicipi lobster rebus. Barangkali geli bercampur takut mereka menolak secara halus. Namun setelah dibisiki seorang anggota rombongan - udang bisa menambah stamina di atas ranjang - yang lelaki berani mencoba. Meski harus diajari untuk mengupas kulit lobster itu lebih dulu sebelum melahap.

Sang suami lantas merayu istrinya agar mau makan lobster. Juga dengan bisikan sebagai stamina untuk bercinta, perempuan muda Palestina itu pun tergiur mencoba. Hingga akhirnya pengantin baru Palestina ini menikmati hidangan lobster itu.

Nico menjelaskan malam sebelumnya menu kepiting disajikan dalam acara makan malam serupa tidak disentuh rombongan pengusaha dari kedua negara itu. "Mungkin mereka merasa binatang itu haram atau makruh," ujarnya.  

Teguh Wardoyo pun tersenyum mendengar cerita pengantin Palestina itu. Dia sukses menggaet 81 pengusaha Yordania dan Palestina buat menghadiri Trade Expo Indonesia, digelar pada 12-16 Oktober di Jakarta.

Lebih dari itu, dia berhasil meningkatkan nilai perdagangan dan investasi pengusaha Yordania di Indonesia. Prestasi inilah membikin dia dianugerahi penghargaan oleh Presiden Joko Widodo dalam pembukaan Trade Expo Indonesia.

Jangan lupa pula, makan malam itu pun menjadi santapan udang perdana bagi pengantin baru Palestina.  

Ruang jaga dalam kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur. (Albalad.co)

Masjid Al-Aqsa tidak terbakar

Terdapat lima masjid dalam kompleks Al-Aqsa, yakni Al-Qibli (berkubah hijau), Kubah batu (berkubah emas), Al-Marwani, Al-Buraq, dan Bab Ar-Rahmah.

Suasana salat tarawih di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem, 18 Mei 2018. (Albalad.co)

Australia buka kantor dagang dan pertahanan di Yerusalem

Baru Amerika dan Guatemala meresmikan kedutaannya di Yerusalem.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan penguasa Oman Sultan Qabus bin Said di Muskat, 26 Oktober 2018. (Courtesy)

Netanyahu sebut tidak akan pernah ada negara Palestina

Selama ini ada tiga isu sensitif terkait konflik Palestina Israel, yakni batas negara, pengungsi Palestina, dan Yerusalem.

Seorang lelaki berjalan melewati mural pengingat peristiwa Nakbah menjelang beridirnya negara Israel di Kota Gaza, Senin, 22 Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Tidak ada negara Palestina dalam proposal damai versi Trump

Mesir akan mendapat bantuan ekonomi sebesar US$ 65 miliar dan US$ 45 miliar buat Yordania kalau kedua negara itu menyetujui proposal damai bikinan Trump.





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

Masjid Al-Aqsa tidak terbakar

Terdapat lima masjid dalam kompleks Al-Aqsa, yakni Al-Qibli (berkubah hijau), Kubah batu (berkubah emas), Al-Marwani, Al-Buraq, dan Bab Ar-Rahmah.

18 April 2019

TERSOHOR