palestina

Dato Tahir bantu lagi anak-anak pengungsi Palestina US$ 10 ribu

Dia juga memberikan donasi masing-masing US$ 50 ribu bagi tenaga kerja Indonesia bermasalah dan pelajar Indonesia di Yordania.

29 November 2016 18:25

"Musim dingin tahun ini sudah mulai terasa. Suhu sekitar tiga derajat di pagi dan siang maksimal 15 derajat. Selain itu, diperkirakan musim dingin tahun ini akan berlangsung lama. Hal ini tentu sangat menganggu anak-anak sekolah di Tepi Barat atau Gaza untuk mengikuti proses belajar di sekolah. Berharap bantuan ini dapat mengurangi penderitaan anak-anak Palestina."

Demikian pesan Duta Besar Indonesia buat Yordania Teguh Wardoyo kemarin, ketika menyerahkan bantuan dari konglomerat sekaligus filantrofis asal Indonesia Dato Tahir kepada Sekretaris Jenderal Jordan Hashemite Charity Organization (JHCO) Aiman R. al-Muflih di kantor pusat JHCO di Ibu Kota Amman, seperti dilansir dalam siaran pers diterima Albalad.co hari ini.

Dalam pertemuan juga dihadiri oleh Kepala Konselor KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) Nico Adam, Fungsi Politik Nurus Syamsi, dan Bendahara KBRI Resfiyati, Teguh menjelaskan bantuan tunai US$ 10 ribu tersebut merupakan bagian dari bantuan sebelumnya diserahkan oleh Ketua Tahir Foundation, Dato Tahir, saat berkunjung ke Amman, 26–29 Oktober 2016, dan dipercayakan kepada dirinya untuk disalurkan kepada berbagai pihak memerlukan di Yordania.

Teguh berharap JHCO dapat membantu menyalurkan bantuan tunai dimaksud kepada rakyat Palestina, terutama untuk keperluan menghadapi musim dingin mendatang, diperkirakan lebih dingin dari tahun-tahun sebelumnya.

Dato Tahir menjadi konglomerat Indonesia pertama membantu sekaligus mengunjungi kamp pengungsi Suriah. Bulan lalu, bos Mayapada Group ini melihat langsung kondisi pengungsi Suriah di kamp Azraq, daerah perbatasan Yordania dengan Irak.   

Saat kunjungan kemanusiaanitu, lelaki 64 tahun ini memberi bantuan US$ 2 juta untuk pengungsi Suriah dan US$ 1 juta buat pemerintah Yordania. Ketika diangkat sebagai Eminent Advocate oleh UNHCR pada 18 November lalu di Ibu Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Dato Tahir mengumumkan pembentukan dana abadi US$ 10 juta untuk membantu pengungsi Suriah.

Selain melalui JHCO, KBRI Amman Kamis pekan lalu menyerahkan bantuan tunai US$ 5 ribu bagi anak-anak sekolah Palestina di kamp pengungsi Zarqa, Yordania. Bantuan diserahkan melalui Dorothy Klaus, Wakil Kepala UNRWA (Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa Urusan Pengungsi Palestina).

Kamp Zarqa merupakan kamp pengungsi Palestina tertua di Yordania. Zarqa adalah satu dari empat kamp pengungsi dibangun untuk menampung orang-orang Palestina mengungsi saat pecah Perang Arab-Israel pada 1948.

Data UNRWA menyebutkan saat ini terdapat 2.034.641 pengungsi Palestina terdaftar, tinggal di sepuluh kamp di Yordania. Mereka ada di kamp Zarqa, Jabal Husain, Amman, Suf, Baqaa, Azmi al-Mufti, Iribid, Jirasy, Marka, dan Talbiyah.

Disamping itu, KBRI Amman saat ini telah dan sedang dalam proses menyalurkan bantuan kepada berbagai pihak sesuai amanat dari Dato Tahir, antara lain untuk perlindungan tenaga kerja Indonesia menghadapi masalah, termasuk di Griya Singgah KBRI Amman sebesar US$ 50 ribu, komunitas mahasiswa Indonesia di Yordania melalui HPMI (Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia) senilai US$ 50 ribu.

Dato Tahir juga menitipkan bantuan lewat KBRI Amman buat King Husain Cancer Foundation dalam bentuk uang tunai dan barang. Juga akan menyerahkan bantuan tunai langsung kepada berbagai pihak di Palestina bulan depan.

Dalam sambutannya, Sekretaris Jenderal JHCO Aiman al Muflih berterima kasih dan menyampaikan apresiasi kepada Duta Besar Teguh Wardoyo atas kepercayaan diberikan kepada pihaknya. Aiman berjanji segera berkoordinasi dengan beragam pihak terkait, termasuk militer Yordania dan lembaga nirlaba lokal,  untuk menyalurkan bantuan tunai itu.

Peran angkatan bersenjata Yordania, menurut Aiman, sangat penting karena memiliki akses khusus ke wilayah Palestina, termasuk dalam bentuk kehadiran rumah sakit lapangan di Jalur Gaza, selama ini menjalankan dua misi:medis dan kemanusiaan.

Aiman mengimbau para dermawan di Indonesia, individu atau badan hukum, menyalurkan bantuan kepada para pengungsi di Yordania melalui pemerintah Yordania, khususnya lewat JHCO.

Aiman menekankan penyaluran bantuan kemanusiaan melalui pemerintah Yordania akan lebih efektif dan menjangkau lebih banyak pengungsi membutuhkan. Sebab, mayoritas pengungsi di Yordania hidup di luar kamp dan berbaur dengan masyarakat setempat.

Aiman menjelaskan saat ini Yordania menampung lebih dari 4,5 juta pengungsi dari 49 negara. Dari sekitar 1,5 juta pengungsi Suriah, hanya 140 ribu orang tinggal di dalam kamp. Untuk dapat memberikan pelayanan baik kepada para pengungsi, pemerintah Yordania sangat membutuhkan dukungan para dermawan di dunia, baik pemerintah atau non-pemerintah.

Aiman berharap Dato Tahir meningkatkan lagi kegiatan kemanusiaan di Yordania. Dia menyambut baik rencana Dato Tahir berkunjung kembali ke Yordania Maret tahun depan buat melanjutkan misi kemanusiaannya, termasuk mendirikan sekolah untuk pengungsi.

Dia menambahkan JHCO siap menyambut dan memfasilitasi lawatan kemanusiaan Dato Tahir berikutnya, termasuk mengatur program kunjungan ke kamp guna memperoleh gambaran menyeluruh tentang situasi pengungsi di Yordania.



Hasil pemungutan suara terhadap rancangan resolusi  mengecam Hamas di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di Kota New York, Amerika Serikat, 6 Desember 2018. (Haaretz)

Amerika gagal loloskan resolusi kecam Hamas di PBB

Sebanyak 87 negara menyokong, 57 menolak, dan 33 lainnya abstain.

Kepala Kepolisian Provinsi Hebron Kolonel Ahmad Abu ar-Rub membantu memperbaiki mobil pasukan Israel mogok di Hebron, 11 November 2018. (Twitter)

Bantu perbaiki mobil pasukan Israel mogok, pejabat polisi Palestina dipecat

Abu Rub membantu lantaran mobil itu menghalangi perjalanan konvoi pejabat Palestina.

the United Herzlia Middle School di Cape Town, Afrika Selatan. (Google Map)

Bela Palestina, pelajar Yahudi berlutut saat lagu kebangsaan Israel dinyanyikan

Dua siswa itu mendapat sanksi mendidik dari sekolahnya.





comments powered by Disqus