palestina

Indonesia tekankan pentingnya solusi dua negara buat akhiri penjajahan Israel

Prancis mengundang Indonesia karena dinilai dapat memberikan kontribusi penting bagi perdamaian di Timur Tengah.

15 Januari 2017 14:54

Wakil Menteri Luar Negeri A.M. Fachir menekankan kemerdekaan Palestina hanya dapat dicapai bila seluruh isu utama: permukiman ilegal, pengungsi Palestina, status Yerusalem, perbatasan, serta masalah keamanan dan air dapat diselesaikan.

Karena itu, pemerintah Indonesia menyambut baik pengesahan Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa nomor 2334 soal Permukiman Ilegal Israel di Palestina pada 23 Desember 2016, seperti dilansir dalam siaran pers Kementerian Luar Negeri diterima Albalad.co hari ini.

"Konflik Palestina-Israel telah berlangsung terlalu lama. Sudah saatnya masyarakat internasional mengambil tindakan nyata untuk mewujudkan perdamaian di Timur Tengah melalui solusi dua negara," kata Fachir saat memimpin delegasi Indonesia pada konferensi internasional mengenai proses perdamaian di Timur Tengah, berlangsung hari ini di Ibu Kota Paris, Prancis.

Dia bilang Indonesia akan selalu membantu rakyat Palestina melalui dukungan politik, kemanusiaan, dan peningkatan kapasitas. Sikap ini sesuai konstitusi Indonesia.

Konferensi dihadiri 70 negara ini mengusung tiga agenda utama, yaitu menciptakan insentif untuk perdamaian bagi kedua pihak, peningkatan kapasitas bagi negara Palestina, dan mempromosikan dialog antara warga sipil kedua pihak.

Prancis mengundang Indonesia karena dinilai dapat memberikan kontribusi penting bagi perdamaian di Timur Tengah. Undangan ini sekaligus pengakuan masyarakat internasional terhadap bentuk komitmen dan dukungan penuh Indonesia terhadap kemerdekaan serta perjuangan rakyat Palestina.

Konferensi tersebut kelanjutan dari pertemuan tingkat menteri di Paris pada 3 Juni 2016, dihadiri Menteri  Luar Negeri Retno Marsudi. Konferensi kali ini berhasil mengesahkan deklarasi bersama intinya menyatakan kesiapan negara-negara untuk mengambil langkah-langkah mencapai solusi dua negara, di mana Palestina dan Israel hidup berdampingan secara damai.

Ibrahim dan Muhammad Aghbariah berpose bareng orang tua mereka sebelum ditahan Israel pada Februari 1992. (The Palestinian Information Centre)

Dua warga Palestina sudah 30 tahun huni penjara Israel

Meski tinggal dalam penjara, Ibrahim serta Muhammad mampu menyelesaikan kuliahnya hingga meraih gelar magister. Mereka juga telah menulis sejumah buku dari dalam tahanan.

Seorang lelaki berjalan melewati mural pengingat peristiwa Nakbah menjelang beridirnya negara Israel di Kota Gaza, Senin, 22 Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Profesor asal Israel sebut negaranya rezim kolonial dan apartheid

"Israel akan selalu memandang orang-orang Palestina sebagai alien dan ganjalan untuk membangun negara Yahudi sejahtera di sebagian besar wilayah Palestina," kata Pappe.

Foto Marwan Barghuti. (Qassam Barghuti buat Albalad.co)

Legenda Palestina dalam penjara

Jika Abbas tidak mencalonkan diri lagi dalam pemilihan presiden, 37 persen rakyat Palestina menganggap Barghuti cocok sebagai pengganti dan 23 persen memilih Haniyah.

Kedutaan besar Amerika Serikat di Yerusalem. (Lobe Log)

Biden tidak akan pindahkan Kedutaan Amerika dari Yerusalem

Saat ini hanya Amerika dan Guatemala membuka kedutaan di Yerusalem. 





comments powered by Disqus