palestina

Duta Besar Teguh bertemu Presiden Abbas

Abbas secara khusus meminta dukungan Indoneia soal tindak lanjut dari Konferensi Paris.

16 Januari 2017 21:46

Saat 70 negara menghadiri konferensi internasional membahas penyelesaian konflik Palestina-Israel di Ibu Kota Paris, Prancis, Duta Besar Indonesia buat Yordania dan Palestina Teguh Wardoyo kemarin diterima Presiden Palestina Mahmud Abbas di kantor kepresidenan di Kota Ramallah, Tepi Barat. Kunjungan Teguh sekaligus berpamitan karena akan mengakhiri masa tugasnya awal tahun ini.

Dalam pertemuan itu, Abbas secara khusus meminta dukungan dari Indonesia untuk memberikan masukan mengenai tindak lanjut dan hasil kongkrit dari Konferensi Paris itu. Dia juga meminta sokongan Indonesia untuk dapat berperan dan mendukung kehadiran Palestina khususnya di negara-negara Pasifik, selama ini dikenal pro-Israel.

"Palestina adalah rumah kedua bagi bangsa Indonesia dan tanah Palestina adalah milik bangsa Indonesia juga," kata Abbas kepada Teguh, dalam siaran pers KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) di Ibu Kota Amman, Yordania, diterima Albalad.co hari ini. Dia juga berterima kasih dan memuji kiprah teguh dalam meningkatkan hubungan kedua negara.

Pada kesempatan itu, Wakil Perdana Menteri Palestina Ziad Abu Amr berharap Palestina dan Indonesia dapat menandatangani lebih banyak nota kesepahaman untuk kerja sama, khususnya di bidang ekonomi.

Dalam pertemuan tersebut, Teguh menyampaikan salam hormat dari Menteri Luar Negeri Retno Marsudi kepada Abbas, sekaligus permohonan maaf karena berhalangan hadir di Konferensi Paris lantaran bertepatan dengan lawatan Perdana Menteri jepang Shinzo Abe. Sehingga Indonesia mengutus Wakil menteri Luar negeri A.M. Fachir.

Sebelumnya, rombongan Teguh dan istri, Pelaksana Fungsi Palestina KBRI Amman Nico Adam, dan Fungsi Politik Khusus Achmad Adipati diterima oleh Menteri Luar Negeri Palestina Riad Malki di kantornya.

Malki memberitahu situasi saat ini kurang menguntungkan Palestina terkait pergantian pemerintahan Amerika Serikat dari Barack Obama ke Donald Trump. Presiden dari Partai Republik bakal dilantik Jumat pekan ini tersebut diyakini bakal sangat menyokong Israel. Bahkan sudah tersiar kabar Trump berencana memindahkan Kedutaan Besar Amerika dari Ibu Kota Tel Aviv ke Yerusalem.

Ide pemindahan ini, menurut Malki, merusak segala upaya telah dilakukan melalui proses negosiasi. "Ini merupakan hal tidak bertanggung jawab dan dunia internasional harus mengambil tindakan untuk melindungi apa yang sudah dicapai," ujar Malki kepada Teguh.

Karena itu, Malki mengusulkan digelarnya konferensi darurat OKI (Organisasi Konferensi Islam), Liga Arab, dan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.   

Teguh menekankan pentingnya kerja sama ekonomi berbasis pengetahuan. "Banyak sumber daya manusia Palestina potensial untuk dimobilisasi menjadi tenaga kerja membawa manfaat kepada rakyat Palestina."

Seorang perempuan melewati poster Syekh Ahmad Yasin (pendiri Hamas) dan Yasir Arafat (pendiri Fatah) di sebuah jalan di Kota Gaza. Kedua faksi ini masih berseteru. (www.haaretz.com)

Arab Saudi bantu Israel bunuh Arafat

Sharon memutuskan untuk melenyapkan Arafat lantaran itu merupakan cara terbaik untuk menghentikan perlawanan rakyat Palestina.

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Ibu Kota Tel Aviv, Israel. (Ori/Wikimedia Commons)

Australia besok akui Yerusalem ibu kota Israel

Belum diketahui apakah pengakuan itu atas seluruh Yerusalem atau hanya Yerusalem Barat saja sebagai ibu kota Israel.

Seorang lelaki melewati bangunan kuno Teater Romawi di kota tua Al-Balad di Ibu Kota Amman, Yordania, 26 April 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Yordania akan cabut kewarganegaraan presiden Palestina

Banyak pejabat Palestina dan Fatah, termasuk Abbas dan dua putranya, memperoleh kewarganegaraan Yordania sejak lebih dari satu dasawarsa lalu.

Dewan Bisnis Indonesia-Palestina. (KBRI Amman buat Albalad.co)

Palestina minta pembebasan bea masuk produk ke Indonesia

Untuk tahap awal, saat ini sedang dikaji rencana pembebasan bea masuk atas produk kurma dan minyak zaitun asal Palestina.





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

arafat dan syekh yasin

Arab Saudi bantu Israel bunuh Arafat

Sharon memutuskan untuk melenyapkan Arafat lantaran itu merupakan cara terbaik untuk menghentikan perlawanan rakyat Palestina.

11 Desember 2018

TERSOHOR