palestina

Yahya Sinwar gantikan Haniyah sebagai pemimpin Hamas di Gaza

Ismail Haniyah akan bersaing dengan Musa Abu Marzuq memperebutkan jabatan kepala Biro Politik Hamas, bakal ditinggalkan Khalid Misyaal tahun ini.

13 Februari 2017 20:13

Hamas telah memilih Yahya Sinwar sebagai pemimpin baru mereka di Jalur Gaza, menggantikan Ismail Haniyah, seperti dilansir Al-Jazeera hari ini.

Sinwar termasuk dalam rombongan lebih dari seribu tahanan Palestina dibebaskan Israel pada 2011, ditukar dengan serdadu Israel Gilad Shalit, ditawan Hamas di Gaza sejak Juni 2006.

Terpilihnya Sinwar kian mengukuhkan dominasi Brigade Izzudin al-Qassam (sayap militer Hamas) di wilayah diblokade negara Zionis itu sejak 2007. Khalil al-Hayya terpilih sebagai wakil Sinwar.

Haniyah - pernah menjabat perdana menteri Palestina - melepaskan jabatannya di Gaza karena akan bertarung dengan Musa Abu Marzuq memperebutkan kursi kepala Biro Politik Hamas, bakal ditinggalkan Khalid Misyaal tahun ini. Misyaal mengumumkan rencana mundurnya September tahun lalu setelah memegang posisi itu sejak 1996.

Sinwar, merupakan salah satu pendiri Brigade Qassam, mendekam dalam penjara Israel sejak 1989 karena membunuh warga Palestina disangka sebagai pengkhianat.

Sinwar, dianggap sebagai orang kuat dalam Brigade Qassam, telah berhasil memudarkan pamor dua pentolan Brigade Qassam lainnya, yakni Muhammad Daif dan Marwan Isa.

Orang-orang Palestina pernah bertemu dirinya menganggap Sinwar berpandangan ekstrem, bahkan di kalangan Hamas sendiri.

Sinwar menentukan posisi tegas Hamas dalam perundingan pertukaran tawanan. Tidak lama setelah dibebaskan pada 2011, dia berjanji dalam sebuah demonstrasi di Gaza: dia bakal melepaskan semua tawanan Hamas dari penjara Israel.

Dia berupaya mendapatkan konsesi penting dari Israel dalam perundingan baru-baru ini. Di tahap pertama adalah membebaskan 56 koleganya dibebaskan bareng dirinya enam tahun lalu, namun ditangkap lagi setelah tiga remaja Israel diculik dan dibunuh pada Juni 2014.  

Seorang lelaki melewati mural bertema perjuangan di Kota Gaza. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Wartawan dan intelektual Arab Saudi sokong Israel perangi Hamas

"Hati kami bersama kalian. Semoga Allah melindungi Israel dan rakyatnya," tulis Abdul Hamid al-Hakim.

Seorang warga mencium kening jenazah Yusuf Abu Jarad sebelum disalatkan di masjid dekat rumahnya di Bait Lahiya, Jalur Gaza, Rabu, 24 Oktober 2012. (faisal assegaf/albalad.co)

Mengintip kekuatan Hamas

Roket M-302 memiliki versi A-E, berjarak tembak 90-200 kilometer dengan hulu ledak 125-170 kilogram.

Pasukan Israel menangkap pemimpin senior Hamas di Tepi Barat, Syekh Hasan Yusuf, di rumahnya di Kota Ramallah pada 2 April 2019. (Screenshot)

Israel tangkap pemimpin senior Hamas di Tepi Barat

Putranya, Musab, pernah membantu Shin Beth selama 1997-2007 untuk menggagalkan rencana Hamas menyerang warga Israel.

Kepala Biro Politik Hamas Khalid Misyaal saat diwawancarai Faisal Assegaf dari Albalad.co di Ibu Kota Kuala Lumpur, Malaysia, November 2013. (faisal assegaf/albalad.co)

Pemimpin Hamas serukan perang gerilya buat bebaskan seluruh Palestina

Misyaal menegaskan perlawanan bersenjata adalah satu-satunya cara untuk menjadikan Palestina negara merdeka dan berdaulat.





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

Shimon Peres pernah ajukan permohonan jadi warga negara Palestina

Tanda tangan Peres terlihat jelas di formulir permohonan untuk menjadi warga Palestina, termasuk pernyataan isinya: "Saya bersumpah akan setia kepada pemerintah Palestina."

20 Mei 2019
Memahami Nakbah
11 Mei 2019

TERSOHOR