palestina

Warga Gaza bergembira menyambut mal baru

"Kami membangun pusat belanja ini sesuai standar internasional untuk menggambarkan kepada dunia, Gaza memiliki sebuah mal seperti mal-mal di negara lain," kata Haniyah.

26 Februari 2017 09:01

Sebuah pusat belanja baru bergaya Barat - dilengkapi dengan jaringan ritel internasional, toko buku tiga lantai, dan pusat jajanan serba ada - telah dibuka di Jalur Gaza.

Pusat belanja diberi nama Capital Mall ini dibangun di atas lahan seluas 1.800 meter persegi. Mal ini bakal mengandalkan warga Gaza berpenghasilan lebih, meski sebagian besar hidup dengan mengandalkan bantuan kemanusiaan, agar bisa terus beroperasi.

Capital Mall hadir di tengah perekonomian Gaza amburadul akibat blokade oleh Israel dan Mesir sejak 2007. Barang-barang konsumsi masuk ke wilayah seluas 360 kilometer persegi itu kebanyakan asal Israel. Gaza hanya menghasilkan sangat sedikit produk, kemiskinan dan pengangguran meroket.

Krisis listrik menerpa Gaza - hanya mengalir empat jam sehari - juga memaksa Capital Mall mengandalkan sebuah generator.

Dalam jangka pendek, pusat belanja anyar ini kelihatan bakal berkembang pesat. Ribuan dari sekitar 1,8 juta penduduk Gaza sudah datang ke sana sejak Capital Mall dibuka beberapa pekan lalu.

Pengunjung bisa membeli sepatu dan pakaian di De Facto, jaringan supermarket asal Turki, mencari hadiah dan perlengkapan sekolah di toko buku, atau naik ke lantai empat buat menikmati burger, pizza, dan es krim. Warga Gaza kerap terlihat tersandung dan cekikian saat menaiki tangga jalan di mal itu untuk pertama kali.

"Mal ini menambah keindahan Jalur Gaza," kata Hidayah Iqtifan, sarjana sudah tiga kali ke Capital Mall. "Ketimbang pergi ke lebih dari satu tempat, kita bisa ke sana dan membeli segala kita butuhkan."  

Warga Gaza biasa menyebut supermarket sebagai mal, namun Capital Mall adalah yang pertama sesuai standar global.

Di Capital Mall terdapat toko menjual parfum dan rias wajah, dekorasi rumah dan telepn seluler. Juga terdapat beberapa klinik dan ruang kantor, dua lahan parkir, lahan untuk dibangun sebuah supermarket. Areal paling ramai di mal itu adalah pusat jajanan serba ada, di mana paket sebuah burger keju dengan keripik kentang dan satu minuman ringan eharga US$ 5.

"Kami membangun pusat belanja ini sesuai standar internasional untuk menggambarkan kepada dunia, Gaza memiliki sebuah mal seperti mal-mal di negara lain," ujar Direktur Eksekutif Capital Mall Mahmud Haniyah.

Dia menekankan ada sejumlah merek internasional menolak membuka cabang di Gaza karena cap buruk: Gaza adalah wilayah miskin tanpa kehidupan ekonomi. Namun Haniyah menolak menyebut nama-nama mereka tersebut. Tapi beberapa ritel internasional, seperti KFC dan Domino's Pizza beroperasi di Tepi Barat, wilayah tetangga Gaza.

Saat ini, hampir 80 persen penduduk Gaza hidup di bawah garis kemiskinan. Angka pengangguran lebih dari 40 persen, dan listrik mengalir paling lama delapan jam sehari.

The Capital Mall menghabiskan US$ 500 saban sepuluh jam untuk membeli solar buat menyalakan sebuah generator berkapasitas 400 kilo volt ampere. "Generator itu seperti pasangan hidup kita," ucap Haniyah bercanda.

Para pemilik Capital Mall adalah yang menjalankan Mazaj, jaringan kedai kopi dan makanan di Kota Gaza. Mereka tidak terkait dengan Hamas meski milisi paling beerkuasa di Gaza ini bakal menerima pajak pendapatan dari Capital Mall.

Mal ini akan mengandalkan kelas menengah di Gaza, seperti puluhan ribu pegawai negeri Otoritas Palestina, pekerja di lembaga-lembaga bantuan internasional atau Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan pegawai senior Hamas.

Beberapa hari lalu, sekelompok perempuan duduk di sebuah kafe dan anak-anak mereka berbelanja atau berlarian. "Kami berharap akan ada mal lebih besar dari ini di masa depan, mirip yang kami lihat di negara lain," tutur Ibtisam Awaja, perempuan berusia 50-an tahun, pernah berhaji ke Arab Saudi dan pelesiran ke Mesir serta Yordania.

Pembangunan Capital Mall dimulai sejak 2012, dua tahun sebelum perang mematikan dengan Israel.

Haniyah mengakui sejak dibuka pusat belanjanya kebanjiran pengunjung, tapi di kuatir mereka sekadar melihat dan lama-lama bakal sepi.

"Ketika kami mulai membangun mal ini empat tahun lalu, kami berharap situasi akan lebih baik namun tidak ada kemajuan," kata Haniyah. "Kami mengharapkan ke depan bakal lebih baik."

Seorang lelaki mengendarai gerobak keledai melewati lokasi proyek rumah sakit di Kota Gaza bakal diresmikan Emir Qatar Syekh Hamad bin Khalifah ats-Tsani  pada 23 Oktober 2012. Lawatan emir Qatar itu menjadi kunjungan pertama pemimpin Arab ke Jalur Gaza sejak diblokade oleh Israel pada 2007. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Israel bersedia bayari tiket pesawat bagi warga Palestina ingin pindah dari Gaza

Sebanyak 35-40 ribu warga Palestina telah pergi dari Gaza melalui Mesir sejak perbatasan di Rafah dibuka pada Mei 2018.

Putra dari Jamal, nelayan di Kota Gaza, ini tengah menikmati sarapan berupa roti isi ikan sardencis kecil dan terasa pahit di sebuah pantai di Kota Gaza, Kamis, 25 Oktober 2012. (faisal assegaf/albalad.co)

PBB defisit dana, satu juta warga Gaza terancam kelaparan dan 1.700 akan diamputasi kakinya

"Skenario terburuk adalah kami tidak mampu melanjutkan untuk memberi makan setengah dari penduduk Gaza (satu juta orang)."

Seorang lelaki mengendarai gerobak keledai melewati lokasi proyek rumah sakit di Kota Gaza bakal diresmikan Emir Qatar Syekh Hamad bin Khalifah ats-Tsani  pada 23 Oktober 2012. Lawatan emir Qatar itu menjadi kunjungan pertama pemimpin Arab ke Jalur Gaza sejak diblokade oleh Israel pada 2007. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Israel tangkap lima warga Gaza menerobos pagar pembatas

Sejak Maret tahun lalu, ribuan warga berunjuk rasa saban habis salat Jumat di perbatasan dengan Israel.

Kaum hawa di sebuah restoran di Gaza memesan air garam sebagai bentuk dukungan bagi tahanan Palestina sedang mogok makan di penjara Israel. (Twitter)

94 ribu keluarga miskin di Gaza dapat US$ 100 dari dana hibah Qatar

Qatar sudah menjanjikan hibah US$ 90 juta dalam enam bulan, dimulai sejak November tahun lalu.





comments powered by Disqus

Rubrik palestina Terbaru

Dato Tahir bantu pengungsi Palestina Rp 5 miliar

Dato Tahir kemarin juga memberikan bantuan masing-masing Rp 2 miliar kepada UNHCR, pemerintah Yordania, dan Queen Rania Foundation.

03 Oktober 2019

TERSOHOR