palestina

Hamas bikin mainan ular tangga jihad

Akan dijual di toko-toko di Gaza.

12 April 2017 14:08

Permainan ular tangga jihad, menggambarkan kejayaan Hamas dalam berperang menghadapi Israel, akan segera dijual di toko-toko di Jalur Gaza.

Menurut Middle East Media Research Institute (MEMRI), mainan ular tangga diberi nama Mencapai Yerusalem itu dirancang oleh Muhammad Ramadan al-Amriti, karyawan Kementerian Dalam Negeri Hamas, juga sebelum membuat video memuji perjuangan Hamas dan serangan ke Israel.

Di laman Facebooknya, Amriti bilang mainan ular tangga tersebut buat mengajarkan kepada anak-anak Palestina, "Kembali ke tanah air hanya bisa dicapai lewat perlawanan dan jihad."

Dalam ular tangga itu, para pemain akan berupaya menuju Yerusalem, diwakili dengan gambar Masjid Al-Aqsa dan Masjid Kubah Batu, dengan bantuan tangga-tangga, dalam bentuk roket Hamas dan serangan melaui terowongan, dua cara utama untuk menghadapi Israel.

Seperti mainan ular tangga klasik, para pemain mesti menghindari ular agar tidak mundur. Ular ini diwakili gambar tank dan helikopter Israel.

Ular tangga versi Hamas ini juga dilengkapi gambar para pejuang Hamas. Juga gambar kota-kota di Israel - Tiberias, Acre, Ashdod, Haifa, Jaffa, Ramle, dan Safed - berpenduduk mayoritas Palestina sebelum negara Israel berdiri pada 1948 dan berlokasi di perbatasan sebelum Perang Enam Hari 1967.

"Kami menciptakan mainan ini supaya anak-anak tidak melupakan kota asal mereka, buat membangun kesadaran, dan membentuk budaya militer serta cinta jihad di kalangan anak-anak," ujar Amriti.

Amriti menjelaskan pihaknya akan memproduksi sepuluh ribu mainan ular tangga dan segera tersedia di toko-toko di Jalur Gaza.

Demonstrasi menolak rencana pemindahan Kedutaan Besar Amerika Serikat dari Tel Aviv ke Yerusalem berlangsung di Jakarta, 11 Mei 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Uni Eropa: Bantuan buat Palestina baru diberikan kalau mau bekerjasama dengan Israel

Beberapa pekan terakhir, Palestina telah meminta pinjaman darurat kepada Uni Eropa dan sejumlah negara Eropa untuk membayar gaji pegawai dan aparat keamanannya.

Pangeran Bandar bin Sultan, Duta Besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat pada 1983-2005. (BBC)

Pangeran Arab Saudi kecam para pemimpin Palestina

Menurut Pangeran Bandar, reaksi dari Hamas dan pemerintah Palestina menunjukkan kegagalan mereka dalam memperjuangkan nasib bangsa Palestina.

Dua bocah perempuan tengah melintas di depan tembok sebuah rumah bolong-bolong terkena peluru Israel di Jabaliya, Jalur Gaza, 27 Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Liga Arab menolak kecam perdamaian UEA-Israel

Sedari awal Liga Arab memang sudah menunjukkan tanda merestui hubungan resmi UEA-Israel. Sebab pertemuan darurat diminta Palestina untuk menyikapi hal itu tidak direspon dan baru dijadwalkan dibahas dalam pertemuan rutin berlangsung kemarin.

Ahmad Yasin (duduk dan berkemeja biru), cucu dari pendiri Hamas Syekh Ahmad Yasin, tengah bermain bareng dua temannya di lokasinya meninggalnya sang kakek akibat serangan rudal Israel di Distrik Sabra, Kota Gaza, Rabu, 24 Oktober 2012. (faisal assegaf/albalad.co)

Menteri Retno: Indonesia baru mengakui Israel jika Palestina telah merdeka dan berdaulat

Negara Palestina merdeka dan berdaulat adalah beribu kota di Yerusalem Timur dengan wilayah Tepi Barat dan Jalur Gaza, seperti sebelum Perang Enam hari 1967.





comments powered by Disqus