palestina

Pimpin tahanan Palestina mogok makan, Barghuti dipindah ke sel isolasi

Sejak Senin 1.100 orang Palestina di penjara Israel mogok makan.

19 April 2017 14:09

Marwan Barghuti, pemimpin mogok makan massal tahanan Palestina di penjara-penjara Israel, telah dipindah ke sel isolasi.

Sekitar 1.100 tahanan Palestina di delapan penjara di Israel mogok makan sejak Senin lalu. Departemen Penjara Israel menangani kampanye itu dengan memindahka para pentolan Palestina ke beragam penjara dan merazia telepon agar gambar kondisi tahana tidak tersebar luas.

Menteri Keamanan Masyarakat Israel Gilad Erdan menekankan pemerintah tidak akan berunding dengan tahanan Palestina. Dia bilang Barghuti telah dipindah dari penjara Hadarim, tempat mogok makan bermula, ke penjara di Kota Haifa dan dia kini mendekam dalam sel isolasi.

"Mereka adalah teroris dan para pembunuh mendapat hukuman setimpal," kata Erdan kepada radio militer. "Kami tidak akan berunding dengan mereka."

Lewat keterangan tertulis, Kementerian Luar Negeri Israel menyebutkan orang-orang Palestina di penjara Israel bukan tahanan politik. "Mereka adalah teroris dan pembunuh sudah divonis bersalah. Mereka diadili dan diperlakukan sesuai hukum internasional."

Menteri Intelijen dan Transportasi Israel Yisrael Katz mengatakan Barghuti mestinya dieksekusi setelah divonis bersalah dalam kasus pembunuhan pada 2004. 

Barghuti tengah menjalani hukuman lima kali seumur hidup atas sejumlah kasus pembunuhan setelah meletupnya intifadah kedua, berlangsung selama 2000-2005.

Barghuti, 57 tahun, adalah mantan pejabat Fatah. Popularitasnya melebihi Presiden Palestina Mahmud Abbas. Kalau pemilihan presiden digelar saat ini, banyak pihak meyakini Barghuti bakal menang.

Kepada Army Radio, Ilyas Sabbagh, pengacara Barghuti, mengatakan mogok makan besar-besaran sedang dilakukan sudah dibahas di kalangan tahanan Palestina lebih dari setahun.

 

Jamal, nelayan asal Kota Gaza, tengah mempersiapkan sarapan buat putranya berupa roti lapis isi sardencis di tepi pantai, Kamis, 25 Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co

OKI: Negara Palestina harus beribu kota di Yerusalem

OKI meminta wilayah negara Palestina nantinya adalah seluruh Tepi Barat dan Jalur Gaza sebelum terjadinya Perang Enam Hari 1967.

Shimon Peres menandatangani formulir pengajuan untuk menjadi warga negara Palestina pada 1937. (PIC)

Shimon Peres pernah ajukan permohonan jadi warga negara Palestina

Tanda tangan Peres terlihat jelas di formulir permohonan untuk menjadi warga Palestina, termasuk pernyataan isinya: "Saya bersumpah akan setia kepada pemerintah Palestina."

Anggota Komite Eksekutif PLO Hanan Asyrawi saat jumpa pers di Ramallah pada 24 Februari 2015. (Wafa)

Amerika tolak berikan visa bagi perunding senior Palestina

Hubungan buruk kedua negara mencapai puncaknya setelah Desember 2017, Presiden Amerika Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Putra dari Jamal, nelayan di Kota Gaza, ini tengah menikmati sarapan berupa roti isi ikan sardencis kecil dan terasa pahit di sebuah pantai di Kota Gaza, Kamis, 25 Oktober 2012. (faisal assegaf/albalad.co)

PBB defisit dana, satu juta warga Gaza terancam kelaparan dan 1.700 akan diamputasi kakinya

"Skenario terburuk adalah kami tidak mampu melanjutkan untuk memberi makan setengah dari penduduk Gaza (satu juta orang)."





comments powered by Disqus