palestina

Dukung tahanan mogok makan, restoran di Gaza hanya jual air garam

Sudah 1.600 tahanan Palestina di penjara-penjara Israel mogok makan.

16 Mei 2017 12:58

Hotel-hotel dan restoran di Jalur Gaza baru-baru ini hanya menyediakan air garam dalam menu mereka, sebagai bentuk solidaritas terhadap sekitar 1.600 tahanan Palestina melakukan mogok makan di delapan penjara di Israel. Kampanye minum air garam itu dilakukan sehari penuh awal bulan ini.

Para tahanan Palestina sudah mulai mogok makan pada 17 April. Mereka menuntut perbaikan kondisi dan perlakuan di penjara, termasuk akses kunjungan buat keluarga, telelon, dan layanan kesehatan.

Salah Abu Hasirah, Kepala Komite Restoran, Hotel, dan Layanan Turis di Gaza bilang semua karyawan di 50 hotel dan restoran di Gaza mengenakan seragam bertulisan 'garam dan air' serta 'kehormatan untuk makanan pencuci mulut'.

Kampanye bertajuk 'tantangan air garam' di media sosial berhasil menggaet jutaan pendukung setelah Muhammad Assaf, penyanyi Palestina pertama menang dalam kontes menyanyi Arab Idol, menengfak segelas air garam dalam rekaman diunggah di Youtube.

Isa Qaraqi, Kepala Urusan Tahanan Palestina, menjelaskan saat ini sekitar 1.600 tahanan Palestina ikur mogok magan dimulai sejak 17 April lalu, bertepatan dengan Hari Tahanan Palestina.

Kampanye mogok makan ini terus berjalan meski akhir pekan lalu Israel Prison Service melansir rekaman video menunjukkan Marwan Barghuti, pemimpin mogok makan, ketahuan dua kali makan dalam sel isolasinya.

 

Dea, 2 tahun, menghadiri Aksi Islam Bela Al-Aqsa bareng ibunya di lapangan Monumen Nasional, Jakarta, 11 Mei 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Pejabat senior Palestina dirawat di rumah sakit Israel karena terinfeksi Covid-19

Erekat dibawa ke Rumah Sakit Hadassah kemarin sore dalam keadaan parah dan memerlukan bantuan oksigen untuk pernapasan.

Pemimpin senior Hamas Muhammad Saleh al-Khoudari, 81 tahun, ditahan di Arab Saudi sejak April 2019. (Screengrab)

Amnesty minta Raja Salman bebaskan pemimpin Hamas ditahan di Saudi

68 warga Palestina dan Yordania ditahan di Arab Saudi didakwa bergabung dengan organisasi teroris.

Demonstrasi menolak rencana pemindahan Kedutaan Besar Amerika Serikat dari Tel Aviv ke Yerusalem berlangsung di Jakarta, 11 Mei 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Uni Eropa: Bantuan buat Palestina baru diberikan kalau mau bekerjasama dengan Israel

Beberapa pekan terakhir, Palestina telah meminta pinjaman darurat kepada Uni Eropa dan sejumlah negara Eropa untuk membayar gaji pegawai dan aparat keamanannya.

Pangeran Bandar bin Sultan, Duta Besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat pada 1983-2005. (BBC)

Pangeran Arab Saudi kecam para pemimpin Palestina

Menurut Pangeran Bandar, reaksi dari Hamas dan pemerintah Palestina menunjukkan kegagalan mereka dalam memperjuangkan nasib bangsa Palestina.





comments powered by Disqus