palestina

Hamas bantah Qatar usir sejumlah pejabat mereka

Kabar itu merupakan propaganda untuk menjelekkan Hamas.

04 Juni 2017 16:21

Hamas hari ini membantah kabar menyebutkan Qatar telah mengusir sejumlah tokoh senior Hamas dari negara Arab Teluk itu.

Mengutip stasiun televisi Al-Mayadin, sebuah media berbahasa Ibrani menyatakan seorang utusan Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad ats-Tsani telah menemui pimpinan Hamas di Ibu Kota Doha. Dia menyerahkan nama-nama pejabat Hamas harus segera meninggalkan Qatar.

Utusan itu meminta maaf atas kebijakan tersebut. Dia bilang pemerintah Qatar terpaksa melakukan itu karena ada tekanan dari negara lain. 

Juru bicara Hamas Hussam Badran membantah berita pengusiran itu. "Ini propaganda dari media untuk menjelekkan Hamas," katanya lewat keterangan tertulis diterima Albalad.co hari ini.

Badran meyakini negara-negara Arab dan Islam, terutama Qatar, akan selalu membantu perjuangan bangsa Palestina menghadapi penjajah Israel.

Dia menyebutkan Qatar selama ini sudah membantu mengurangi penderitaan rakyat Palestina di Jalur Gaza, wilayah dikuasai Hamas, termasuk membantu pembangunan kembali Gaza hancur akibat perang.

Jamal, nelayan asal Kota Gaza, tengah mempersiapkan sarapan buat putranya berupa roti lapis isi sardencis di tepi pantai, Kamis, 25 Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co

Hamas tahan tiga aktivis lantaran berbincang dengan orang Israel

Hamas menetapkan hubungan dengan orang Israel adalah sebuah kejahatan dan pelakunya diancam hukuman penjara atau mati kalau terbukti menjadi informan atau mata-mata bagi negara Zionis itu.

Ismail Haniyah terpilih sebagai Kepala Biro Politik Hamas pada 6 Mei 2017, menggantikan Khalid Misyaal. (Al-Manar)

Pemimpin Hamas bertemu pemimpin Hizbullah di Beirut

Sejak meninggalkan Jalur Gaza akhir tahun lalu, Haniyah sudah berkunjung ke Iran, Irak, Turki, dan terakhir Libanon. Dia kini menetap di Ibu Kota Doha, Qatar.

Seorang pengawal pemimpin Hamas memasuki terowongan di perbatasan Rafah,  tembus dari Jalur Gaza ke Mesir, Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Selusin anggota senior Hamas dapat kewarganegaraan Turki

Erdogan Sabtu pekan lalu menerima delegasi Hamas dipimpin Haniyah.

Seorang warga mencium kening jenazah Yusuf Abu Jarad sebelum disalatkan di masjid dekat rumahnya di Bait Lahiya, Jalur Gaza, Rabu, 24 Oktober 2012. (faisal assegaf/albalad.co)

Tokoh senior Hamas terinfeksi Covid-19

Mahir Salah terkena Covid-19 setelah bertemu sejumlah pasien menderita virus itu.





comments powered by Disqus