palestina

Baru ke pantai lagi setelah 20 tahun, lelaki Palestina didenda di Israel

Hakam Habasy, bergaji 950 shekel sebulan, didenda 750 shekel saat pelesiran di sebuah pantai di Netanya.

29 Juni 2017 19:04

Hakam Habasy, 36 tahun, sudah 20 tahun tidak pernah melihat laut. Dia bekerja di sebuah pabrik di Kota Nablus, Tepi Barat, memproduksi pakaian jins bagi perusahaan-perusahaan di Israel.

Ketika mendapat izin untuk bepergian ke Israel selama siang pada Ramadan lalu, dia memutuskan untuk jalan-jalan ke pantai. Namun pelesirannya ke Pantai Herzl di Kota Netanya malah berakhir sial.

Habasy datang bareng tiga temannya masing-masing dikenai denda 730 shekel (US$ 207). Polisi yang menindak mereka beralasan ketiganya menyalahi aturan karena bercelana pendek bukan berpakaian renang saat berada di pantai.

Namun, menurut Habasy, warga Israel ketika itu juga ada di pantai dan bercelana pendek tidak didenda.

Seorang pengawas pantai di Ibu Kota Tel Aviv, Israel, kaget mendengar kabar itu. "Tidak masuk akan memberlakukan denda karena alasan tersebut," katanya. Apa bedanya antara celana pendek dan pakaian renang?"

Denda 750 shekel itu sangat memberatkan Habasy. Maklum saja, ayah empat anak ini cuma bergaji 950 shekel sebulan.

Dia mengaku tidak memiliki uang untuk membayar denda itu. "Saya kira saya tidak bisa melihat laut lagi karena tidak mampu membayar denda," ujar Habasy. "Peristiwa ini benar-benar tidak adil dan menggelikan."

Seorang juru bicara Pemerintah Kota Netanya bilang Habasy dapat mengajukan permintaan suapaya denda itu dibatalkan.

Pantai-pantai di Netanya dikenal tidak ramah bagi orang-orang palestina. Pada 2015, dua perempuan Arab di Pantai Sironit diserang saat sedang menunggu keluarga mereka di dalam mobil. Tahun lalu, dua pemuda Palestina dari Kalansua, kota kecil di wilayah tengah Israel, dikeroyok menggunakan balok dan batu oleh remaja-remaja Yahudi.

Seorang lelaki mengendarai gerobak keledai melewati lokasi proyek rumah sakit di Kota Gaza bakal diresmikan Emir Qatar Syekh Hamad bin Khalifah ats-Tsani  pada 23 Oktober 2012. Lawatan emir Qatar itu menjadi kunjungan pertama pemimpin Arab ke Jalur Gaza sejak diblokade oleh Israel pada 2007. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Qatar bantu Gaza Rp 15,4 triliun sejak 2012

Sekitar 44 persen dari Rp 15,4 triliun fulus Qatar dipakai buat membangun infrastruktur.

Trem di Yerusalem pada Mei 2014. (Claude Villetanause/Wikimedia)

Perusahaan Spanyol tolak bangun rel kereta di Yerusalem karena serobot tanah Palestina

Kereta itu akan melayani permukiman Yahudi ilegal di Yerusalem Timur.

Kepala Biro Politik Hamas Khalid Misyaal saat diwawancarai Faisal Assegaf dari Albalad.co, November 2013. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Hamas minta donasi dikirim lewat Bitcoin

Iran termasuk penyokong utama Hamas.

Kaum hawa di sebuah restoran di Gaza memesan air garam sebagai bentuk dukungan bagi tahanan Palestina sedang mogok makan di penjara Israel. (Twitter)

94 ribu keluarga miskin di Gaza dapat US$ 100 dari dana hibah Qatar

Qatar sudah menjanjikan hibah US$ 90 juta dalam enam bulan, dimulai sejak November tahun lalu.





comments powered by Disqus